JAKARTA, RANAKANEWS.com – Diangkatnya Ayodhia Kalake, Putra Adonara Flores Timur, orang dekatnya Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Presiden Jokowi melalui Mendagri Tito Karnavian, ditanggapi serius Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, dimana ada tugas berat yang harus dikerjakan, yakni: melakukan pencegahan dan penanganan NTT sebagai daerah darurat human trafficking dan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta Layanan Terpadu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia.
“Saya kira, ada tugas berat yang harus dikerjakan Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake, jikalau Presiden Jokowi tetap memaksakan kehendaknya melantiknya Selasa, 05 September 2023, kendatipun nama Ayodhia Kalake tak diusulkan DPRD NTT.
Tugas berat itu adalah melakukan pencegahan dan penanganan NTT darurat human trafficking melalui revitalisasi Pergub Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO mengacu pada Perpres No.49 Tahun 2013 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO.
Selain itu, membangun BLK PMI dan Layanan Terpadu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia untuk mencegah migrasi ilegal rentan human trafficking,” tegas Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, dan juga sebagai Koordinator Koalisi Masyarakat Korupsi (KOMPAK) Indonesia, dan salah satu pejuang kemanusiaan yang selama ini terus getol menangani kasus-kasus TPPO yang banyak menelan korban jiwa pekerja migran Indonesia asal NTT di luar negeri, kepada ranakanews.com, Minggu (03/09/2023) pagi.
Gabriel Goa dalam rilisnya kepada Media juga lebih lanjut menegaskan, Ayodhia Kalake harus berani melakukan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia guna melaksanakan audit investigatif terhadap Bank NTT, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov NTT, serta proyek-proyek mangkrak di NTT.
“Jika ditemukan adanya kerugian negara maka segera tangkap dan proses hukum pelaku dan penikmat korupsi berjamaah di NTT,” tegasnya.
Hal lain yang tak kalah pentingnya, Ayodhia Kalake diingatkan agar bisa melibatkan lembaga-lembaga pendidikan vokasi profesional di NTT seperti Sekolah Hotel Sumba, untuk mempersiapkan sumber daya manusia NTT yang unggul go nasional dan internasional berjejaring, termasuk semua misionaris asal NTT, yang tersebar di seluruh dunia.
“Saya kira, point ini amat penting dan strategis untuk dilakukan, mengingat banyak potensi SDM NTT yang handal di luar negeri, yang bisa diajak kerjasama membangun NTT di berbagai bidang,” ujarnya.
Kendati demikian, Gabriel Goa tak menampik kalau terpilihnya Ayodhia Kalake merupakan pelecehan Presiden Jokowi melalui Mendagri Tito Karnavian terhadap DPRD NTT, karena namanya tak diusulkan dari DPRD NTT.
“Ini memperlihatkan secara jelas dan terbuka bahwa usulan DPRD NTT masuk tong sampah. Ada apa ini? Mengapa negara mengabaikan aspirasi rakyat NTT yang diwakili DPRD NTT?
Apalagi, Ayodhia Kalake selama ini dikenal publik sebagai orang dekatnya Luhut Binsar Pandjaitan, serta Dia juga belum pernah terlibat aktif dalam kegiatan warga Diaspora NTT dan peduli terkait permasalahan di NTT,” pungkasnya Gabriel Goa, serius. (OLA/RN)
