KEFAMENANU, RANAKANEWS. com – Beberapa hari lalu publik Timor Tengah Utara dihebohkan dengan beberapa postingan beberapa media online tentang warga TTU yang masih tinggal di gubuk rewot.
Menganggap hal kemanusiaan tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kefamenanu angkat bicara.
Berdasarkan Pers yang diterima media ini, pada jumat (11/08/2023) GMNI Kefamenanu, melalui Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Yakonus Aprianhs Amfotis angkat bicara terkait lambatnya penanganan dari PEMDA TTU terhadap salah satu warganya yang butuh campur tangan PEMDA TTU.
Bung Apri yang kerap disapa menegaskan “Bupati TTU seharusnya jangan kelihatan seperti pemimpin yang tidak memiliki rasa peduli terhadap warganya sendiri.
Ini persoalan kemanusiaan, Cuitan Apri dalam Pers Rilis yang diterima.
“Seharusnya selaku pemimpin di daerah ini beliau segera menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera turun ke lapangan dan menyambangi warganya yang memang membutuhkan perhatian serius dari PEMDA TTU.
“Kita sangat heran dengan kinerja PEMDA TTU hari ini, padahal PEMDA TTU sendiri tengah menjalankan program rumah terima kunci yang di peruntukkan untuk seluruh warga TTU. Lantas kenapa masih ada saja warga TTU yang kesulitan dalam mendapatkan tempat tinggal yang layak? Tanya Putra Asal Noemuti itu.
Mantan Ketua DPK FIP Uninor itu menanyakan, Sudah sejauh mana program unggulan yang di agungkan oleh PEMDA TTU itu berjalan? Atas dasar itulah kita menegaskan kepada PEMDA TTU untuk segera memperhatikan setiap persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di daerah ini agar segera di tanggulangi dengan baik. Apalagi, tambah Apri, persoalan mengenai kemanusiaan, itu sudah tertuang dengan jelas dalam Pancasila sebagai ideologi negara dan juga sudah merupakan perintah konstitusi dimana tertuang jelas dalam Pembukaan UUD 1945.
Saat ditanya via WhatsApp apakah ada tindaklanjutan dari GMNI usai angkat bicara? Aktivis KM3N itu mengatakan, ” Kita akan mendatangi dinas terkait untuk tanyakan jika tidak direspon dengan baik. (YB/RN)
