Gubernur NTT Dorong Lulusan Unwira Jadi Motor Solusi Pembangunan, 489 Wisudawan Dikukuhkan

489 Wisudawan Dikukuhkan (Foto: DC)

KUPANG, RANAKANEWS.com — Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang produktif dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

Sebanyak 489 lulusan resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Luar Biasa, Pascasarjana Angkatan ke-45 dan Sarjana Angkatan ke-74 yang berlangsung di Aula St. Maria Immaculata Kampus Unwira, Rabu (25/3) pagi.

Momentum wisuda ini turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang dalam sambutannya memberikan pesan kuat kepada para lulusan agar tidak berhenti pada capaian akademik, melainkan mampu mengaktualisasikan ilmu pengetahuan sebagai solusi nyata bagi pembangunan, khususnya di NTT.

Gubernur mengawali dengan ajakan reflektif agar para wisudawan dan wisudawati mensyukuri capaian tersebut sebagai buah dari kerja keras, ketekunan, serta penyertaan Tuhan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan para lulusan.

“Wisuda bukanlah garis akhir, tetapi titik awal untuk memasuki ‘kampus kehidupan’. Di sanalah ilmu yang diperoleh diuji dan dimaknai melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya lulusan perguruan tinggi untuk memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan global. Dalam konteks perkembangan teknologi, ekonomi, dan sosial yang begitu dinamis, lulusan dituntut untuk berpikir inovatif, kreatif, serta responsif terhadap kebutuhan zaman.

Menurutnya, tantangan pembangunan di NTT membutuhkan generasi muda terdidik yang tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru. Ia mendorong lulusan Unwira untuk menggali dan mengoptimalkan potensi lokal sebagai basis pengembangan ekonomi daerah.

“Jadilah job creator. Potensi daerah kita sangat besar, tinggal bagaimana diolah dengan pengetahuan, kreativitas, dan keberanian untuk berinovasi,” tegasnya.

Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan dan program berbasis riset serta kebutuhan riil di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut memberikan apresiasi kepada Unwira Kupang yang dinilai konsisten dalam mencetak lulusan berkualitas sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menyebut, visi Unwira sebagai komunitas pendidikan dan ilmiah yang unggul, kreatif, berwawasan global, serta berakar pada nilai-nilai Kristiani dan budaya lokal menjadi kekuatan tersendiri.

Selain itu, ia menyoroti keunggulan jejaring global yang dimiliki Unwira melalui keterkaitannya dengan Serikat Sabda Allah (SVD) yang tersebar di berbagai negara. Hal ini dinilai sebagai peluang besar bagi lulusan untuk memperluas relasi hingga ke tingkat internasional.

Sementara itu, Rektor Unwira Kupang, Stefanus Lio, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 489 lulusan, lebih dari 50 persen berhasil menyelesaikan studi dalam waktu relatif cepat, yakni tujuh semester untuk program sarjana dan tiga semester untuk program pascasarjana.

Selain itu, sebanyak 229 lulusan berhasil meraih predikat cum laude.

“Ini merupakan capaian yang menunjukkan bahwa proses pendidikan di Unwira terus mengalami peningkatan kualitas dan semakin kompetitif,” ungkapnya.

Rektor juga memaparkan sejumlah capaian strategis institusi, termasuk diraihnya akreditasi unggul oleh Program Studi Ilmu Komunikasi yang menjadi yang pertama di lingkungan Unwira. Selain itu, pengembangan akademik juga terus dilakukan melalui pembukaan Program Studi Magister (S2) Hukum.

Menurutnya, berbagai capaian tersebut merupakan wujud komitmen Unwira dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pesan reflektifnya kepada para lulusan, Rektor memperkenalkan prinsip hidup “3T” sebagai pedoman dalam menapaki kehidupan pascakampus, yakni tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat.

Ia menjelaskan, “tahu diri” berarti kemampuan mengenali potensi sekaligus keterbatasan diri sehingga tetap rendah hati dan terus belajar. “Tahu waktu” berkaitan dengan kemampuan membaca perubahan zaman dan beradaptasi secara tepat. Sementara “tahu tempat” berarti kemampuan menempatkan diri secara bijak dalam berbagai situasi sosial.

Lebih jauh, Rektor mengingatkan pentingnya menjaga integritas, etika, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa lulusan Unwira harus hadir sebagai pembawa solusi, bukan bagian dari masalah, serta mampu menghargai keberagaman dan menjadi pembawa damai.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kewirausahaan di kalangan lulusan. Menurutnya, kreativitas dan inovasi harus menjadi kekuatan utama dalam menciptakan peluang baru di tengah keterbatasan.

“Lulusan Unwira harus berani menjadi job creator. Dunia terus berubah, dan hanya mereka yang kreatif serta inovatif yang mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Wisuda kali ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum strategis untuk meneguhkan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional.

Dengan bekal ilmu, nilai, dan jejaring yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara luas.(MN/RN)

error: Konten dilindungi!