Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi Disertai Gemuruh Besar, Muntahkan Abu Tebal di Ile Bura

Suasana jalan di Desa Lewotobi Kecamatan Ile Bura yang diguyur abu vulkanik tebal letusan besar Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Minggu (18/5/2025) siang: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS com-
Gunung api Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi disertai gemuruh besar, Minggu (18/5/2025) pukul 12.00 WITA hingga malam, memuntahkan abu vulkanik tebal, guyur wilayah Kecamatan Ile Bura, dari Desa Nobo-Riangrita-Lewotobi hingga Lewouran-Lewoawang, bahkan terlihat jelas mencapai Solor Barat.

Lontaran material vulkanik dari mulut kawah Gunung api Lewotobi Laki-Laki, terlihat dengan jelas, terus bergerak cepat mensuplai abu berwarna kelabu cokelat-hitam kemerahan itu berjam-jam menutup wajah Gunung Lewotobi, bahkan sempat membuat suasana di Desa Lewotobi hingga Dusun Riangbunga tampak gelap, hingga Gunung Lewotobi pun tak terlihat sampai sore hari dan membuat jarak pandang menjadi lebih pendek.

Kendati demikian, dari pantauan langsung Wartawan di lapangan, meskipun erupsi kali ini terbilang besar, namun warga tetap tenang dan tidak panik berlebihan.

“Kami semua tetap tenang dan siaga. Terus memantau perkembangan gunung,”ujar Johan Kedang, warga Desa Lewotobi, diamini Martin, Yoseph Ena dan Kristin Kedang, bersama warga lainnya yang terus berada di luar rumah untuk memantau kondisi Gunung Lewotobi, pada Minggu (18/5/2025) sore.

Demikian pula dengan Samson Nama Ola, Warga Desa Nurabelen yang ditemui terpisah di kediamannya.

“Walaupun gemuruhnya sangat besar dan terdengar seperti dekat sekali, serta terlihat jelas lontaran batu pijar, namun Kami tetap tenang mengikuti arahan Pemerintah Desa Nurabelen.

Jadi, Kami masih aman di rumah,”ujarnya saat dikonfirmasi Wartawan, Minggu (18/5/2025) malam.

Terpisah, dampak langsung erupsi besar kali ini, jalan raya dari Nurabelen hingga Lewotobi, kini penuh tertutup abu vulkanik.

Para pengendara sepeda motor yang melintas pun diingatkan wajib menggunakan masker dan ekstra hati-hati.

Pasalnya, selain jalan penuh debu vulkanis tebal yang membuat tidak nyaman memacu laju kendaraan, namun warga pun mulai memasang banyak kayu penghalang di jalan, guna mengurangi laju kendaraan yang melintas, agar tak berpotensi menimbulkan debu vulkanis tertiup terbang mengganggu pernapasan warga.

Hingga pukul 22.00 WITA, gemuruh besar masih kerap terdengar, disertai lontaran batu pijar dari puncak letusan.

Dibagian lain, Pemerintah Desa Nurabelen, Riangrita dan Lewotobi sejak Minggu (18/5/2025) sore, melalui pengeras suara telah menghimbau warga agar tetap tenang dan jangan panik, aman dalam rumah dan terus siaga.

Belum diperoleh laporan adanya korban jiwa, luka-luka maupun harta benda hingga Minggu (18/5/2025) pukul 22.00 WITA, akibat letusan dan gemuruh lontaran batu pijar Gunung api Lewotobi Laki-Laki, kali ini. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version