Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Sembur Abu Vulkanik 18.000 Meter & 13.000 Meter

Salah satu letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang cukup mengerikan pada beberapa waktu lalu yang membuat hujan abu vulkanik melanda Desa Lewotobi, Desa Riangrita, Desa Lewoawang dan Riangbura Kecamatan Ile Bura: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Ledakan dashyat Gunung Api Lewotobi Laki-Laki kembali terjadi Senin (7/7/2025), pada pukul 11.45 WITA dan pukul 19.42 WITA, disertai dentuman serta gemuruh besar, hingga semburan batu pijar mencekam.

Belum habis, Gunung Lewotobi kembali melepas dentuman meriam ‘nuklir’ pada pukul 04.54 WITA  dan 05.53 WITA, Selasa 8 Juli 2025.

Meskipun tak ada korban jiwa, namun letusan Senin, (7/7/2025) pagi menyebar kepanikan massal warga di seputar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan, baik di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang.

Apalagi, letusan kali ini terjadi saat hari pasar Wulanggitang, dimana banyak warga yang sedang beraktivitas di pasar.

Dari rekaman video yang beredar, warga lari menyelamatkan diri dari hujan abu kerikil yang berguguran dari ketinggian kolom abu 18.000 meter diatas puncak erupsi.

Wilayah Desa Dulipali, Klatanlo, Hokeng Jaya, Pululera hingga Boru terdampak parah, dimana banyak atap rumah warga rusak.

Sejumlah kaca depan mobil yang melintas dilaporkan alami pecah.

“Iyah, sembur abu vulkanik, Senin 7/7/2025 pukul 11.45 WITA setinggi 18.000 meter sangat mengerikan.

Kami harus lari dengan sepeda motor selamatkan diri di rumah warga terdekat, meskipun tetap mandi abu vulkanik.

Syukurlah Kami selamat dan tak alami luka-luka,”ujar Aris Kedang, warga Desa Lewotobi yang sedang dalam perjalanan pulang dari pasar Boru ke Desa Lewotobi Kecamatan Ile Bura.

Ia bahkan menceritakan suasana sangat mencekam karena langit tiba-tiba gelap dan hujan abu kerikil vulkanik turun deras.

Pihaknya, sebut Aris Kedang, terpaksa bersembunyi dalam salah rumah keluarga di Boru, dan menunggu sampai redah, baru kembali ke Lewotobi.

Sementara itu, dari Maumere dilaporkan akibat erupsi besar kali ini, sempat membuat langit gelap.

“Langit seketika gelap, namun untungnya disapu angin menuju barat laut,”ujar Sony Wijaya, saat dihubungi Wartawan.

Dibagian lainnya, warga Ile Bura yang sedang berada di Pasar Boru, memilih untuk bertahan beberapa jam hingga suasana betul-betul aman baru bisa kembali.

Terpantau, banyak diantara Mereka harus mandi abu vulkanik saat tiba di Lewotobi, baik yang mengendarai sepeda motor, maupun menumpang mobil.

Suasana kepanikan massal juga terjadi di Desa Lewotobi, Kecamatan Ile Bura.

Meskipun, tak terdampak langsung hujan abu vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-laki, dari Siang hingga Malam, namun warga Desa Lewotobi dibuat histeris dan berlarian menyelamatkan diri ke dalam rumah saat letusan dashyat terjadi dan melontarkan kolom abu berwarna kelabu hitam ke langit.

“Iyah, mesti tak kena abu vulkanik, namun posisi Lewotobi sangat rentan jika hujan abu vulkanik .

Warga harus gunakan Masker dan terus awasi Gunung Lewotobi. Ikuti arahan Pemerintah Kabupaten Flotim agar aman diperhatikan saat erupsi,”ujar Boni, salah seorang warga yang berdiri dekat Wartawan.

Sementara sebagian ibu-ibu berlari mencari anak-anak yang sedang bermain di pantai.

Tampak pula, beberapa warga berdiri di jalan menghadap Gunung Lewotobi sambil berdoa mohon pertolongan Tuhan agar Abu vulkanik tak turun.

Hingga malam pukul 19.42 WITA, erupsi Gunung Lewotobi disertai bunyi dentuman besar masih kerap terjadi.

“Kami himbau warga tetap awas jika sewaktu-waktu terjadi letusan lagi,”tegas Suban Aran, Kepala Dusun A Lewotobi.

Polus Aran melalui pengeras suara, pun langsung bersigap mengumumkan kepada warga yang masih di kebun agar segera mengamankan dan melindungi diri dari ancaman abu vulkanik.

Pantauan Media, saat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki pukul 11.45 WITA, dan 19.42 WITA, Desa Lewotobi tak terkena dampak abu vulkanik.

Selain itu, kolom abu kelabu hitam setinggi 18.000 meter, saat erupsi siang hari, sekejap hilang disapu angin menuju barat laut.

Demikian pula, saat erupsi malam hari pukul 19.42 WITA, Desa Lewotobi pun nyaman dan bersih dari ancaman abu vulkanik.

Diketahui, dalam rilis Pers yang dikeluarkan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Senin (7/7/2025) hingga Selasa (8/7/2025) pagi, disebutkan, warga dilarang untuk tidak boleh percaya isu atau informasi yang tak jelas sumbernya.

“Warga juga tak boleh beraktivitas dalam radius 6 Km dan Sektoral 7 Km barat daya dan timur laut dari Pusat erupsi,”ujar Bobby Lamanepa memberi penjelasan.

Warga juga tetap diminta selalu siaga, dan bermasker saat beraktivitas di luar rumah.

Pantauan Wartawan, Gunung Lewotobi tampak cerah sedikit berawan, disertai hembusan angin cukup kencang menyapu debu berterbangan, Selasa 8 Juli 2025 pagi.

Mobil angkutan desa jurusan Lewotobi ke Larantuka dan Maumere, tetap taksi seperti biasa. (OLA)

error: Konten dilindungi!