KUPANG, RANAKANEWS.com – Yayasan Masyarakat Cita Madani bekerjasama dengan ChilFund Internasional di Indonesia dan Kota Kupang melaksanakan Pelatihan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Kupang berlangsung selama 4 hari Rabu- Sabtu (15-18/5/2024).
Pelatihan itu diikuti oleh Kader Posyandu dari 3 kelurahan di Kota Kupang yakni kader posyandu dari Kelurahan Naimata, Kelurahan Liliba, dan Kelurahan Maulafa.
Hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg.Retnowati sekaligus membuka kegiatan. juga dihadiri Ketua Yayasan Cita Madani.
Penanggung jawab program, Erminolda Nuru menjelaskan tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu sebagai upaya pencegahan stunting pada balita.
Menurutnya, Kader posyandu sebagai perwakilan masyarakat memiliki persan yang besar demi terlaksananya intervensi yang efektif untuk menurunkan angka stunting balita.
“Kader posyandu sebagai perpanjangan tangan puskesmas dalam memantau tumbuh kembang anak harus berperan lebih aktif untuk menciptakan generasi muda yang lebih produktif,” tegasnya.
Lanjut Ermin menambahkan, Peningkatan kapasitas kader posyandu sangatlah penting untuk memberikan pengetahuan tentang tugas dan peran kader posyandu, sehingga diharapkan kedepan pelayanan posyandu akan lebih baik.
Ketua Kader Posyandu Mata Air, Kelurahan Maulafa Dorkas Sofia Nale menyampaikan terima kasih kepada yayasan Cita Madani yang menyelenggarakan kegiatan.
‘Saya sangat mengapresiasi kepada Yayasan Cita Madani karena bukan saja ilmu yang kami dapat pada kegiatan ini, namun kami juga memperoleh refresing karena baru kali ini kami bisa nginap empat hari di hotel sebagus ini (Hotel Neo Aston,red) ini sangat luar biasa.
Menurut saya dan teman -teman tadi bahwa ini yayasan yang paling bagus dan baik dimana yayasan yang peduli kepada kami kader posyandu. Kami berharap tidak hanya sampai disini tetapi berkelanjutan,” pinta Sofi sapaan akrabnya.
Sofi juga menyampaikan kendala yang dihadapi pada posyandu yang dipimpinnya itu yakni terkait Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Untuk kami di Posyandu Mata Air kendala di PMT. Uang dari Dinas Kesehatan untuk PMT kurang lebih enam bulan belum dikasih, yang seharusnya setiap bulan Rp350.000. Karena belum diterima sehingga kami lima orang kader patungan. Jadi kami memang setengah mati tapi karena tanggung jawab sambil menanti realisasi.
Terkait kasus stunting tambah Sofi, “Itu nama-namanya kami dapat dari ibu bidan bagian gizi. Karena disitu kami tidak bisa menentukan,” ujar Sofi.
Hal senada disampaikan Suli Beis, Kader Posyandu Melati 10 Kelurahan Liliba.
“Memang selama ini pemerintah sudah mencoba untuk anak-anak stunting itu diberikan PMT. Yang namanya stunting harus bersama-sama; pemerintah, masyarakat maupun keluarga itu kita bersama-sama sehingga stunting ini bisa teratasi karena stunting ini bukan saja tugas pemerintah tapi tugas kita bersama.
Karena menurut saya kalau cuman kader posyandu yang memberi arahan atau sebagainya pasti keluarganya bilang ah dia kog siapa tapi kalau ada pemerintah oh dari pemerintah yang menggalakkan untuk supaya stunting ini bisa diatasi,” ujar Suli.
“Harapan saya agar pemerintah kita bersama-sama menggalakan agar stunting ini bisa teratasi,” tambah Suli.
Terkait kendala di posyandu Mawar 10, masalah pola asuh. “Ada juga keluarga yang tidak mau menerima kalau dibilang kurang gizi, gizi buruk juga stunting.
Lebih lanjut, Kalau Cita Madani, kebetulan kami hadir disini untuk ikut pelatihan tentang bagaimana penurunan angka stunting. Semoga dengan materi yang kami peroleh kami bisa sebagai perpanjangan tangan dari Cita Madani bisa memberi edukasi pemahaman kepada keluarga sehingga mereka mau menerima kondisi dan keadaan yang disampaikan dan mereka mau bersama-sama kami, kita sama-sama membantu anak mereka supaya keluar dari yang namanya gizi buruk, kurang gizi, dan stunting,” pungkas Suli.
Sementara itu Ria Makandolu Kader Posuyandu asal Kelurahan Naimata menyampaikan terima kasih kepada Cita Madani yang berkolaborasi dengan ChildFund Internasional di Indonesia dan Kota Kupang juga Dinkes Kota Kupang.
“Saya berterima kasih dan mengapresiasi kepada Cita Madani yang menfasilitasi kami kader posyandu dalam kegiatan ini. Jujur kenapa saya bilang sangat baik karena bukan saja ilmu yang kami dapat dalam kegiatan ini namun nginap dengan begitu kami bisa bertukar pikiran dengan kader-kader dari posyandu lain. Pokoknya sangat bagus dan luar biasa,” akui Ria bangga.
Ria juga meminta agar jangan hanya sampai disini namun berkelanjutan.
“Kalau bisa jangan hanya pelatihan program percepatan stunting tetapi ilmu-ilmu yang lain juga,” ujar Ria. (TD)