KUPANG, RANAKANEWS.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan arah pembangunan pendidikan di daerah itu harus berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan akademik, pembangunan karakter, dan penumbuhan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas PGRI 1945 NTT, Sabtu (2/5/2026).
Dalam amanatnya, Gubernur membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang menekankan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia secara utuh, tulus, dan bermartabat.
Selain itu, menurut Gubernur, semangat tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia maju.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini mendorong berbagai kebijakan strategis, antara lain revitalisasi sarana pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan karakter melalui budaya sekolah, peningkatan mutu pembelajaran berbasis STEM, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif.
Namun demikian, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada tiga hal mendasar, yakni pola pikir (mindset) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
“Tanpa ketiga hal tersebut, kebijakan pendidikan hanya akan berhenti pada tataran program dan formalitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur kembali menekankan tiga fokus utama pembangunan pendidikan di NTT.
Pertama, penguatan akademik agar peserta didik memiliki penguasaan ilmu pengetahuan yang memadai untuk menghadapi tantangan global.
Kedua, pembangunan karakter sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ketiga, penumbuhan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Nusa Tenggara Timur harus melahirkan generasi yang tidak hanya siap mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan guna membuka akses permodalan bagi pelaku usaha dan calon wirausahawan muda.
Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
“Hardiknas harus menjadi momentum bersama untuk membangun generasi NTT yang unggul, berkarakter, dan mandiri,” pungkasnya. (FT/RN)
