Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Ketua MKKS SMK Kota Kupang: “Jangan Lakukan Kekerasan, Ingat Ibu Kita”

KUPANG, RANAKANEWS.com- Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan selalu diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahun. Dan setiap waktu selalu kita baca dan dengar di media, bagaimana maraknya kasus kekerasan yang dialami oleh kaum Perempuan baik di Indonesia, maupun di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tentunya fenomena ini sangat memprihatinkan, karena Perempuan kerap dieksploitasi, mengalami diskriminasi dan tidak mampu bersuara.

Seperti kita ketahui, Komnas Perempuan mencatat, di Indonesia, Perempuan rentan mengalami kekerasan. Riset yang lebih luas dilakukan Yayasan Plan Internasional dan menemukan belasan ribu anak perempuan dari 31 negara, termasuk Indonesia, pernah mengalami kekerasan atau pelecehan secara verbal maupun non verbal.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK  Kota Kupang, Semi Ndolu, S.Pd menegaskan  agar kita sama- sama harus memerangi hal ini, dan kita sama-sama berjuang, tidak membiarkan kaum perempuan berjuang  sendiri tetapi termasuk  kaum laki-laki juga ikut memberikan dukungan terhadap hari anti kekerasan terhadap Perempuan ini.

Menurut  Pengurus Ikatan  Alumni UKAW Kupang ini, kekerasan terhadap perempuan sudah merupakan perbuatan yang perlu dikriminalisasikan karena secara substansi telah melanggar hak- hak dasar atau fundamental yang harus dipenuhi negara,

“Seperti tercantum dalam pasal 28 UUD 1945, UU No 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita, Undang- Undang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang- Undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan  Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang- Undang  No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban,” jelasnya.

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tambahnya, “Memberikan edukasi sekaligus pesan yang dikirimkan  melalui hari anti kekerasan terhadap perempuan ini untuk kita semua merefleksikan  diri  terhadap apa-apa yang telah kita lakukan selama ini terhadap perempuan. Ketika kita melakukan kekerasan, maka, yang harus  pertama kita ingat adalah Ibu kita. Bahwa dari Perempuan kita lahir, dan kita dibesarkan, dengan demikian maka ketika menghargai Perempuan maka itu sama dengan  kita menghargai Ibu kita sendiri,” ungkap Kepala SMKN 4 Kupang, semi Ndolu di ruang kerjanya Sabtu (20/11/2021).

“Selamat dan sukses bagi para Perempuan Indonesia. Perempuan adalah kelompok yang rentan terhadap kekerasan, dan masa depan bangsa yang harus dijaga dan dilindungi,” harap Kepsek Semi Ndolu. (MD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version