Himpunan Mahasiswa Lamba Leda Raya (HIMALAYA) Ruteng.(Foto: Even M.)
RUTENG, RANAKANEWS.com — Himpunan Mahasiswa Lamba Leda Raya (HIMALAYA) Ruteng di bawah kepemimpinan Farly Tofen mempertanyakan keputusan Agustinus Supratman mengundurkan diri dari jabatan Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kepada awak media di Ruteng Farly membeberkan fakta terkait itu; Agustinus mengajukan surat pengunduran diri pada 23 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya dirinya menjadi sorotan publik melalui video yang memperlihatkan protes terkait distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi.
Video tersebut kemudian viral di media sosial. Dalam video itu, Agustinus menyampaikan kondisi warga di wilayah Lamba Leda Utara yang membutuhkan bantuan.
Wilayah Lamba Leda Utara mencakup 11 desa dengan sekitar 21.171 jiwa terdampak bencana.
Setelah video tersebut mendapat perhatian luas, Agustinus kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada BNPB dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
Ia menjelaskan persoalan yang terjadi sebagai akibat miskomunikasi dalam rantai pasok bantuan.
Tidak lama setelah pernyataan tersebut, Agustinus menyatakan mengundurkan diri dari jabatan camat dan memilih melanjutkan keterlibatannya dalam penanganan bencana sebagai relawan.
HIMALAYA Soroti Pengunduran Diri
Rangkaian peristiwa tersebut memicu pertanyaan dari HIMALAYA Ruteng. Organisasi mahasiswa tersebut meminta alasan pengunduran diri Agustinus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
HIMALAYA juga menduga adanya tekanan psikologis maupun dinamika birokrasi di balik keputusan tersebut. Namun, dugaan itu belum dibuktikan dan bukan merupakan kesimpulan resmi.
“Sangat tidak masuk akal. Seorang pemimpin yang berdiri paling depan membela rakyatnya yang menderita akibat bencana, justru berakhir meminta maaf lalu mundur,” tegas Farly Tofen sebagai perwakilan Pengurus HIMALAYA Ruteng.
HIMALAYA mempertanyakan apakah penyampaian kondisi riil masyarakat di tengah situasi bencana justru menjadi persoalan bagi seorang pejabat pemerintahan.
Mereka menilai persoalan tersebut perlu dikawal agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.
Minta Distribusi Bantuan Transparan
Selain mempertanyakan pengunduran diri camat, HIMALAYA menyatakan akan mengawal penyaluran bantuan bagi korban gempa di wilayah Lamba Leda Utara.
Mereka meminta distribusi bantuan dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Agustinus sebelumnya menegaskan bahwa pengunduran dirinya merupakan keputusan pribadi dengan alasan menjaga kondusivitas penanganan bencana.
Dengan keputusan tersebut, Agustinus memilih tetap terlibat dalam membantu masyarakat terdampak gempa sebagai relawan.
HIMALAYA menegaskan persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada polemik pengunduran diri seorang camat. Menurut mereka, hal yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan dan hak masyarakat terdampak gempa tetap terpenuhi serta distribusi bantuan berjalan secara terbuka.(WG)
