
LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Podor Kecamatan Wulanggitang dan juga Nurabelen Kecamatan Ile Bura, sejak Kamis (04/01/2024), Jumat (05/01/2024) hingga Sabtu (06/01/2024), ternyata tak mempengaruhi menurunnya aktivitas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
“Tak ada hubungan hujan dengan menurun atau meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Hujan yah hujan. Tidak ada hubungan atau pengaruhnya sama sekali dengan aktivitas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki,”ujar Ir.Iing Kusnadi, Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, saat diwawancarai eksklusif di Kantor Pos Pengamatan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera Kecamatan Wulanggitang, Jumat (05/01/2024) sore.
Pejabat Fungsional Penyelidik Bumi Ahli Utama Pusat Vulkanologi dan Badan Nasional Mitigasi Bencana Geologi di Bandung ini mengatakan, tidak ada hubungan sama sekali antara hujan beberapa hari terakhir dengan erupsi abu vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Karena itu, Dia mengingatkan warga agar tetap mengikuti petunjuk tak boleh berada di radius 3 Km, tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah, dan selalu tetap waspada.
“Jangan panik berlebihan. Aktivitas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki memang masih terus menunjukkan adanya tanda-tanda peningkatan, sehingga masih di level III Siaga, tetapi masih dalam batas yang tidak terlalu membahayakan.
Tidak perlu panik berlebihan. Apalagi, untuk daerah yang tidak terdampak langsung sesuai Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang dikeluarkan Badan Nasional Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung,”katanya, lagi.
Untuk itu, Pemerintah daerah dan seluruh stacholders terkait harus sudah menyadari betapa pentingnya mitigasi bencana vulkanologi dan geologi, guna menghindari hal-hal yang tidak perlu, seperti lari meninggalkan rumah karena panik.
Apalagi, sampai harus lari keluar meninggalkan rumah pada malam hari, seperti yang terjadi pada Senin, (01/01/2024) tengah malam sampai dini hari.
“Iyah, pengalaman kali ini harus mulai menjadi evaluasi berbagai pihak, untuk mulai melakukan sosialisasi tentang mitigasi bencana vulkanologi dan geologi,”ujarnya, memberikan saran simpatik.
Dibagian lainnya, saat ditanya Wartawan terkait apakah dengan demikian, potensi erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki masih terus terjadi, Ir.Iing Kusnadi hanya tersenyum.
“Itu diluar domain Saya untuk menjelaskan. Karena Kami tidak boleh memprediksi apa yang terjadi besok,”sambungnya, singkat.
Sementara, Sabtu, (06/01/2024) pagi 06.18 WITA, abu vulkanik kembali sembur naik, dengan tinggi kolom abu diperkirakan lebih dari 1500 meter diatas puncak, membuktikan aktivitas vulkanis Gunung Api Lewotobi Laki-Laki masih terus meningkat.
Kolom abu berwarna putih kecoklatan terlihat jelas dari Desa Lewotobi Kecamatan Ile Bura.
Bahkan, terlihat jelas Abu Vulkanis kembali mengguyur Desa Dulipali, wilayah Wulanggitang, dari Klatanlo hingga Boru, dan Pululera.
Padahal, sehari sebelumnya, Jumat (05/01/2024) sore, abu vulkanik mulai berkurang dan praktis bikin cerah wajah Gunung ‘kembar’ Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan, yang terlihat jelas dari depan Kantor Pos Pengamatan Vulkanologi dan Badan Mitigasi Bencana Geologi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera. (OLA)