KUPANG, RANAKANEWS.com- Ikatan Keluarga Kepulauan Alor (IKKA) Zona Dua (Kecamatan Oebobo, Kota Lama, dan Kelapa Lima Kota Kupang merayakan Natal bersama di Halaman SPN Polda NTT, Sabtu (28/1/2023).
Syukuran Natal dan Silaturahmi IKKA NTT 2022 diawali acara dengan doa pembukaan dipimpin oleh Ibu Pdt. Alu L.P.Kale Riwu Kaho, S.Th, selanjutnya memimpin doa firman dan khotbah oleh Pdt. Yandi Manobe, S.Th.
Hadir pada syukuran Natal dan Silaturahmi IKKA ini Kapolda NTT, Irjen Pol.Drs, Johni Asadoma, M.Hum selaku Pembina IIKKA, Kepala Kejaksaan Negeri TTU Robert Jimmy Lambila,S.H., M.H, selaku Ketua Umum IKKA, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang diwakili Kadis Kominfo NTT Aba Maulaka, Penjabatat Wali Kota Kupang George M.Hadjoh yang diwakili anggota DPRD Kota Kupang Ewalde Taek, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.AP, Wakil Ketua II DPRD Provinsi NTT Christian Mboeik, Sesepuh Alor, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Alor, Ketua Panitia Anwar Djaha, John Blegur dan seluruh panitia. Dan undangan lainnya kurang lebih tiga ribu orang.
Ketua Umum IKKA, Robert Jimmy Lambila,S.H.,M.Hum, mengatakan, sebenarnya ini bukan kegiatan pertama. “Kita sudah 5 tahun terakhir ini, ini Natal yang ketiga. Dua tahun terakhir itu tidak dibuatkan karena pandemi Covid. Tahun ini pun ini yang kedua sebelumnya tanggal 20 Januari 2023 itu kita buat di Sikumana. Ini sebenarnya buat kali ini untuk zona Oebobo, Kota Lama dan Kelapa Lima,” terang Robert.
“Tujuannya adalah kita merayakan Natal bersama. Yang kedua, sebagai sarana media silaturahmi kita orang-orang Alor diaspora yang di Kota Kupang.
Tujuan yang kedua adalah kita membangun kekeluargaan, persaudaraan untuk kebersamaan dan dalam konteks itu, acara-acara ini juga bisa mendorong kita orang-orang Alor yang ada di Kota Kupang turut berpartisipasi mendukung program-program pemerintah kemudian juga ikut mengambil bagian dalam hal-hal positif terkait dengan berbagai permasahan kota; masalah kemanusiaan, masalah sosial, masalah stunting, masalah-masalah lain-lainnya. Dan kita sangat bangga bahwa pada tahun ini yang menjabat sebagai Kapolda adalah seorang putra Alor, tentu kehadiran beliau menjadi kebanggan kami, tetapi juga bahwa kami sebagai orang –orang Alor harus punya suatu fans satu rasa untuk mendukung program-program dari pada Kapolda, dalam dengan kaitan ketertiban, ketentaraman, kemanan di NTT,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri TTU.
Kapolda NTT, Irjen Pol.Drs, Johni Asadoma, M.Hum, mengakui dan mengapresiasi atas kerjasama panitia dimana kerjasama antara umat Kristen dan Muslim.
“Dua hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini, yang pertama adalah bahwa perayaan Natal kita tahun ini kita tunjukkan kepada Indonesia bahkan kepada dunia semangat toleransi umat keberagamaan. Tadi saya turun disambut oleh rebana dengan lagu-lagu tu saya kaget juga saya liat ini sangat luar biasa,” ungkap Kapolda.
“Ini menjadi contoh bagi daerah lain, karena tidak ada tu acara Natal yang ketuanya itu muslim, kemudian begitu masuk disambut dengan rebana. Dan ini sangat-sangat unik. Ini suatu contoh toleransi bagaimana kita harus pupuk, kita pelihara dan kita tingkatkan,” harap Kapolda.
Yang kedua kata Kapolda, “Kita jangan larut dalam perayaan, tetapi setelah perayaan-perayaan ini kita akan melihat warga masyarakat baik itu warga masyarakat Alor maupun keluarga masyarakat yang lain yang membutuhkan bantuan dan pertolongan uluran tangan kita semua. Kita bantu. Begitu banyak warga masyarakat yang membutuhkan. Saya berharap gemar memberi jangan gemar menerima,” tandasnya.
Kapolda menambahkan, Bapak Presiden pada rapat bersama seluruh forkopimdadi Sentul beberapa waktu lalu mengingatkan mulai dari Gubernur, Walikota, Bupati, dan seluruh jajaran.
“Hati-hati, Hati-hati, dan tidak boleh ada diskriminasi dan intoleransi karena itu adalah ancaman yang akan menghancurkan bangsa,” tegas Johni.
Johni mengajak kepada semua pihak perkuat toleransi agar bangsa ini tetap kokoh dan kuat. “Jangan sampai terjadi intoleransi karena akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Rajutlah keberagamaan dan hindari intoleransi,” pinta Kapolda.
Ketua Panitia IKKA Anwar Djaha menyampaikan bahwa, diselenggarakannya kegiatan ini bertujuan untuk mensyukuri penyertaan Tuhan, silaturahmi keluarga Alor yang datang dari beragam suku, bahasa dan agama.
Koordinator, Daniel Tonu,SE., M.Si mengatakan bahwa tujuan dari perayaan Natal bersama ini yang pertama,” Kami mensyukuri hari kelahiran Tuhan yesus sebagaimana kami mengimani bahwa beliau sebagai juru selamat, dan yang kedua adalah kami melakukan silaturahmi bagi diaspora orang Alor yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya. Tentunya proses diaspora ini kami berbagi rasa, saling berbagi banyak hal, termasuk dengan kita berbagi tentang bagaimana kita menanggapi berbagai hal konflik sosial yang terjadi ditengah-tengah orang Alor, dan juga ada juga kepentingan-kepentingan lain yang kami ingin lakukan kedepan misalnya bantuan-bantuan sosial kepada keluarga Alor yang memang sangat membutuhkan,” ujar Danny disela-sela kegiatan.
Lebih lanjut Danny mengatakan, pihaknya mengundang forkopimda dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dan juga forkopimda lainnya, Penjabat Wali Kota Kupang, DPRD Kota Kupang, Forkopimda tingkat Kota Kupang, sesepuh keluarga Alor yang di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
“Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh talenta-talenta terbaik orang Alor, putra-putri terbaik orang Alor yang adalah penyanyi lokal yang kami banggakan. Dan semua ini kami berharap semua berjalan dengan baik,” harapnya.
Dani juga mengharapkan bahwa momentum syukuran Natal dan Silturahmi ini memberikan faedah yang bermanfaat.
“Momentum ini sekaligus mempertemukan saudara- saudari yang memang kami tidak pernah dan jarang bertemu di Kota Kupang maupun di Kabupaten Kupang, sehingga dengan Natal bersama ini memperkuat tali silaturahmi sekaligus memperkuat fondasi organisasi ini kedepan untuk saling menjaga orang Alor sebagaimana kami hidup di Kupang sehingga silaturahmi baik hari ini, tahun depan, dan tahun selanjutnya kami berharap semua dijalin dengan baik,” ungkapnya.
Terlihat undangan yang hadir kurang lebih 3000 orang, diwarnai dengan doorprize dan diakhiri foto bersama dan Lego-Lego bersama. (TD)
