Ir. Abraham Paul Liyanto Terpilih Jadi Ketua FORKI NTT

Anggota DPD RI, Ir.Abraham Paul Liyanto (ketiga) dari kanan. Foto bersama usai terpilih sebagai Ketua FORKI NTT, di Aula Kantor DPD NTT, Jumat (12/5/2023) (Dok: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Senator asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir.Abraham Paul Liyanto hari ini Jumat, 12 Mei 2023 terpilih sebagai Ketua Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) NTT melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa Federasi Olahraga Karate Indonesia Provinsi NTT di Aula Kantor DPD RI NTT, di Bilangan Jl. Polisi Militer, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Acara Musyawarah Luar Biasa FORKI NTT Tahun 2023 dengan tema “FORKI Bangkit Menuju NTT Emas” tersebut dihadiri Ketua Komisi Pemindahan Prestasi DPP FORKI, Dr. Ardi Ganggas dan dihadiri pengurus FORKI dari 12 kabupaten/kota se-NTT.

Anggota DPD RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur dua periode ini menyampaikan, “acara hari ini tunggal pemilihan Ketua FORKI  periode 2023-2027. Dan karena ini sudah vakum sejak 2020, 2024 tinggal satu tahun lagi, ternyata teman-teman mengusulkan saya tapi waktu itu saya tidak di pengurus saya hanya di pembina (waktu periode 2020-2024, red). KONI sebenarnya sudah mengusulkan saya untuk karateker. Tapi di FORKI tidak ada karateker, mereka mau langsung supaya ada pimpinan definitive. Dan karena tadi saya bukan wakil ketua atau pengurus maka harus melakukan musyawarah FORKI,” jelas Paul Liyanto.

Dikatakan, komitmen, kepengurusan adalah kolektif kolegial di organisasi.

“Saya lebih banyak nanti memantau, mengarahkan, memfasilitasi supaya event-event olaharaga ini khususnya FORKI, ini bisa  lebih semangat lagi dari sebelumnya dan kita tahu atlet kita banyak tapi event-event itu kurang. Dan juga kurangnya koordinasi dengan pusat maka potensi yang ada banyak di masyarakat kita hampir semua kabupaten punya atlet-atlet tapi kurang sarana untuk bertanding supaya untuk menyangkut menyongsong pra PON ini,” kata Paul Liyanto.

“Kedua tergetnya adalah bagaimana kita 2028 nanti itu, khususnya untuk  karateker FORKI itu kita eventnya disini (Kupang) supaya atlet-atlet dari kabupaten ini bisa ikut semua atlet-atlet dari NTT yang banyak itu ikut semua dengan demikian kita berpotensi untuk menjuarai. Karena waktu sudah dekat 2024.

“Saya berharap, nanti sebentar kita menyusun kepengurusan kepemipinan kita untuk FORKI 2023-2027 ini lebih solid. Semua perguruan dilibatkan dan semua teman-teman pengurus FORKI kabupaten atau pun teman-teman yang lama itu kita bikin komitmen untuk kita kerja sama-sama. Saya hanya leader, saya hanya penghubung dan saya hanya siap untuk melakukan penghubung koordinasi antara kabupaten dan juga antara provinsi ke pusat. Jadi, saya berjanji dalam waktu tersisa dua tahun ini akan menyiapkan atlet untuk mengikuti Pra PON. Saya optimis FORKI NTT akan meloloskan atlet Karate ke PON 2024,” kata Paul Liyanto.

Danny Pati (kanan)

Panitia Danny Pati, menjelaskan tujuan Musyawarah Provinsi Luar Biasa Federasi Olahraga Karate Indonesia Provinsi NTT tersebut untuk memilih ketua FORKI NTT. Jadi ini semua yang datang dari FORKI kabupaten/kota dan perguruan-perguruan Karate yang ada di NTT.

Menurut Danny, dengan terpilihnya beliau (Ir. Abraham Paul Liyanto,red) sebagai ketua FORKI ini maka kedepan kami harap prestasi olahraga Karate di NTT semakin meningkat lagi. Dan ada banyak tegang mulai persiapan pra PON, sampai PON, apalagi PON akan dilaksanakan di NTT. Jadi itu pengurus yang kuat pasti akan menghasilkan prestasi yang bagus.

‘Kita mengharapkan supaya atlet-atlet kita dari Karate dari NTT yang murni dapat berprestasi lebih meningkat lagi bisa sampai internasional dengan terpilihnya beliau ini, itu, nama NTT akan mengangkat,” ujar Seklur Belo optimis.

Kenapa memilih beliau? “Karena beliau ini memang sebelum jadi ketua FORKI, beliau juga ketua perguruan Karate dan juga sebagai anggota DPD RI punya jaringan dan juga punya nama besar dan jaringan juga banyak tentu sangat menguntungkan bagi FORKI jika orang-orang seperti beliau ini yang memimpin kami,” akui Danny bangga.

Ketua Komisi Pemindahan Prestasi DPP FORKI, Dr. Ardi Ganggas.

Terpisah, Ketua Komisi Pemindahan Prestasi DPP FORKI, Dr. Ardi Ganggas mengapresiasi dan bangga kepada pengurus Karateker FORKI NTT karena mereka sudah bisa menjalankan tugas dengan baik menyelenggarakan Musyawarah Luar Biasa FORKI NTT.

“Dan hari ini terpilih Bapak Ir. Abraham Paul Liyanto. Kita tahu beliau adalah senator. Saya bersyukur sekali ada seorang putra daerah yang terbaik  menjadi Ketua FORKI NTT. Tetapi tugas-tugas kedepan cukup berat.

Yang pertama harus sesegera mungkin menyusun kabinetnya; 2023-2027 seraya juga  harus menyiapkan atlet-atlet terbaik. Karena nanti di bulan Agustus tepatnya tanggal 25-27 Agustus 2023 di Banjar Palu Kalimantan Selatan akan dilaksanakan babak kualifikasi cabang olahraga Karate. Berarti tugas beliau (Paul Liyanto,red) secepat mungkin menyusun kabinet atlet-atlet yang terbaik itu langsung dimasukkan di Kawah Candradimuka dipersiapkan, tidak saja aspek fisik teknik tapi harus menyiapkan pendanaan karena jaraknya cukup jauh itu yang pertama,” beber Ardi.

“Selain itu juga saya mengajak semua keluarga besar Komunitas Karate yang ada di NTT untuk saling bahu membahu, bekerja sama untuk memajukan Karate di NTT. Tidak saja saat ini di periode ini karena beliau harus menyiapkan periode berikutnya. Karena kita ketahui bahwa nanti NTT di pada Pekan Olahraga Nasional ke-22 itu akan dilaksanakan di NTT sama NTB,” tambah Ardi.

Lanjut Ardi mengatakan, “Saya sudah menyatakan diri kepada Pak Paul bahwa saya siap membantu lah untuk pencapaian puncak nanti di PON mendatang. Tadi saya sudah diminta untuk ada kesempatan gak nanti untuk memberikan pendamping. Saya bilang, saya siap!. Saya sebagai putra daerah yang sudah 40 tahun berada di luar daerah, saya siap memberikan kontribusi kalau dibutuhkan untuk kemajuan atau mempersiapkan kader-kader menghadapi kualifikasi yang dalam waktu dekat. Dan yang kedua untuk mempersiapkan atlie-atlet selama 4 tahun untuk menggapai emas di PON 22 nanti,” ungkap pria yang murah senyum dan ramah itu.

“Harapan saya ke depan yang paling utama yang paling singkat adalah rekonsiliasi. Jadi semua potensi yang ada disini harus bisa bahu membahu bekerjasama.

Dan yang kedua, mau mendengar. Memang harus saling mau mendengar dan kalau sudah mau mendengar ketika sudah ada keputusan harus bisa melaksanakan. Jadi, berbeda, kita kan satu dalam perbedaan. Dan Perbedaan itu menjadi kuat. Tapi jangan perbedaan itu yang harus ditonjolkan. Ketika perbedaan itu sudah menjadi suatu keputusan seyogyanya kita harus menjalankan dengan sungguh-sungguh saya yakin dan percaya karena NTT pernah lolos dikualifikasi PON.

Harapan saya dengan berlatih yang baik dalam waktu 2 bulan Tuhan pasti kan mengijinkan ada atlet yang terbaik  bisa lolos PON,” pungkas ASN Badan Penanggulangan Bencana Kota Denpasar Bali dan juga Dosen itu. (RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version