Jalan Trans Nobo-Nurabelen Terancam Genangan Lumpur Pasir Gunung Lewotobi

Jalan Trans Nobo-Nurabelen di tikungan S Waikula terancam tergenang banjir lumpur tanah berpasir Gunung Api Lewotobi Perempuan dan Laki-laki, saat dipantau Ranakanews.com belum lama ini: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Jalan raya trans Nobo-Nurabelen Kecamatan Ile Bura, tepatnya di tikungan S Waikula terancam tertimbun genangan lumpur tanah berpasir Gunung Api Lewotobi Perempuan dan Laki-laki, pasca hujan lebat belum lama ini.

Kali mati yang biasanya menjadi jalur banjir dari Gunung Lewotobi, dan juga jalan keluar masuk bagi Dump Truk pengangkut pasir batu, dengan cekungan agak dalam, kini hampir rata dengan badan jalan.

Tersisa beberapa centimeter lagi, material lumpur tanah berpasir akan mencapai badan jalan, yang berpotensi bisa menutup badan jalan dan melumpuhkan lalu lintas transportasi darat.

“Iyah benar, diameter genangan lumpur tanah berpasir sangat tebal dan cukup luas arealnya.

Ini baru terjadi genangan lumpur setelah hujan hari Senin 16 Desember 2024.

Kondisinya cukup serius berpotensi menutup badan jalan jikalau terjadi hujan lebat dalam durasi agak lama.

Karena itu, para pengguna kendaraan yang melintas, dan juga warga di sekitarnya patut waspada saat hujan lebat,”ujar Samson Nama, warga Nurabelen saat bertemu Wartawan, Rabu (18/12/2024) di Larantuka.

Hal yang sama diakui beberapa warga Nurabelen dan Nico Nara, warga Desa Lewotobi, Selasa (17/12/2024) malam.

Dikatakannya, genangan lumpur tanah dan pasir itu terbilang sangat tebal dan arealnya cukup luas.

Diduga kuat material yang dibawa banjir ini dari reruntuhan di kawasan lereng Gunung Api Lewotobi saat terjadi letusan.

“Memang, biasanya jalur ini dilalui banjir, lumpur, pasir dan batu setiap kali hujan.

Namun, kali ini volume materialnya terbilang besar.

Baru hujan lebat satu dua kali kok langsung bikin penuh kali mati dan hampir menutup badan jalan,”terang Nico Nara, yang saat itu, Selasa (17/12/2024) sore, baru melintasi jalan dari Nobo ke Lewotobi.

Disaksikan langsung Wartawan, Selasa (17/12/2024) pagi, areal kali mati dan jalur jalan keluar masuk untuk angkut pasir batu, yang selama ini agak dalam lubangnya, kini hilang tertimbun cukup tebal lebih dari 1 meter.

Lubang gorong-gorong plat deker yang sempit, rupanya tak mampu dilalui volume lumpur tanah berpasir yang tebal dan banyak.

Akhirnya banyak material lumpur tanah berpasir yang tergenang, hingga ketinggiannya hampir mencapai badan jalan.

Pelaksana Tugas Camat Ile Bura, Silvester Rape Lein,S.Sos yang sempat dihubungi Wartawan melalui sambungan WhatsApp, Kamis (19/12/2024) belum ada konfirmasi balik.

Pemerintah Kecamatan Ile Bura dan Desa Nurabelen diharapkan segera berkoordinasi dengan dinas PUPR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flotim terkait langkah antisipatif terhadap timbunan lumpur tanah berpasir di tikungan S Waikula Nurabelen, agar membuat jalur ini bisa aman dilalui banjir lumpur tanah berpasir dan menghindari tertutupnya akses jalan saat hujan lebat. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version