Januari 2024, Nilai Tukar Petani Turun 0,74 Persen Jika Dibandingkan Desember 2023

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B.Kale,Si.,M.Si.
KUPANG, RANAKANEWS.com – Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan Januari 2024 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.
Pada Bulan Januari 2024, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 97,73 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 98,68 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 104,32 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 89,19 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 109,83 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 91,94 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

“Terjadi penurunan 0,74 persen pada Bulan Januari 2024 jika dibandingkan dengan NTP Desember 2023. Penurunan indeks harga ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang lebih lembat dibandingkan harga bayar. Penurunan ini terjadi disemua subsektor kecuali Subsektor Hortikultura,”jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B.Kale,S.Si.,M.Si saat jumpa pers virtual, Senin (5/2/2024).

Dikatakan Mira Kale, di daerah perdesaan terjadi inflasi 0,61 persen. “Inflasi ini utamanya terjadi pada subkelompok makanan, minuman, dan tembakau dan transportasi,” terang Mira Kale. (TD)

error: Konten dilindungi!