
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Warga penyintas Gunung Api Lewotobi Laki-laki asal Desa Nurabelen, akhirnya kembali ke kampung halamannya dengan selamat, setelah satu bulan lebih mengungsi mandiri di Desa Lewolaga.
Warga Nurabelen pulang dengan membawa bekal dari Posko induk Lewolaga per Kepala Keluarga 5 Kg Beras, Mie 10 Bungkus, Gula Pasir 1 Bungkus, Teh Celup 1 Bungkus dan Minyak Goreng 1 Botol.
“Bekal ini untuk 2 hari ke depan setelah tiba di Nurabelen. Entah, masih ada lagi bantuan, Kami belum tahu.
Tapi, yang paling penting Kami sudah bisa pulang kembali ke Kampung halaman.
Dan, bisa rayakan Natal serta Tahun Baru.
Meskipun, masih ada rasa khawatir jikalau ada letusan besar lagi,”ujar salah seorang warga Nurabelen, sebut saja Hendrik, saat disambangi Wartawan di kediamannya, Minggu (22/12/2024) sore, sesaat setelah tiba dari Lewolaga.
Menurutnya, dengan sekian lama berada di lokasi pengungsian, pihaknya praktis tak bekerja, baik melaut, berkebun, berjualan dan kerja lainnya.
Sehingga praktis tak punya tambahan penghasilan hingga saat ini.
Ia ditemani beberapa warga penyintas lainnya, yang masih tampak kelelahan, usai menempuh perjalanan pulang dari Desa Lewolaga.
Kendatipun, merasa senang bisa kembali dalam keadaan selamat, namun pihaknya kurang puas dengan perhatian Pemda Flotim saat keberangkatan warga Nurabelen dari Posko mandiri Desa Lewolaga.
Pasalnya, tidak ada informasi resmi dari Pemkab Flotim tentang kondisi lebih lanjut setelah tiba di Nurabelen, jikalau terjadi lagi letusan.
Apalagi, kondisi level Gunung Api Lewotobi Laki-laki masih berstatus level IV ‘Awas’.
Pihaknya, kata Hendrik, juga mempertanyakan dana open donasi yang masuk ke rekening Pemda Flotim senilai Rp1 M untuk warga penyintas Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang belum disalurkan.
Padahal, saat ini banyak kebutuhan warga korban letusan Gunung Api Lewotobi Laki-laki seperti rumah dan pangan yang harus dipenuhi.
Sementara itu, pantauan Wartawan di Desa Nurabelen, warga penyintas yang telah kembali ke rumah, tampak mulai beraktivitas seperti membersihkan rumah, pergi ke kebun, beri makan ternak, mengambil air, dan mandi di sumur.
Suasana kampung Nurabelen, yang biasanya jelang Sore hari sangat sepi, karena warganya mengungsi, kini mulai ramai lagi.
Dilain pihak, puncak Gunung Api Lewotobi Perempuan dan Laki-laki, tertutup kabut hitam dari puncak hingga lereng.
Asap putih pun terus keluar dari jalur lahar panas Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang terus meluas dan turun makin dekat ke arah Nurabelen.
Warga pun berharap, kiranya perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 kali ini berjalan lancar, tanpa ada gangguan bencana alam letusan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, lagi.
Dari corong Desa Nurabelen juga disampaikan akan dilakukan penghijauan di sekitar lereng Gunung Api Lewotobi Laki-laki dan Perempuan. (OLA)