Kendalikan Inflasi, Bank Indonesia, Bulog dan TPID NTT Gelar Pasar Murah

KUPANG, RANAKANEWS.com- Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Bulog dan TPID NTT mengadakan operasi  pasar murah dalam rangka pengendalian harga bahan pokok kebutuhan masyarakat Kelurahan Sikumana Kupang, bertempat Halaman Gereja Katolik Paroki Sta.Familia Sikumana, Sabtu (01/04/2023).

Lewat pasar murah ini, warga setempat mengaku terbantu, karena harga sembako yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasaran pada umumnya.

“Dengan adanya pasar murah ini, saya merasa terbantu karena perbandingan harganya dengan harga biasanya itu lumayan jauh,” kata salah satu warga  masyarakat Sikumana (YY), kepada www.ranakanews.com disela-sela kegiatan.

Tampak hadir Duta Rupiah, Heru  Aldi Benu  dan Diana Manehat,  Administrasi Perkasan  KPw BI NTT, Agustinus  S.T. Umbu Det, unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (IPUR) dan unit Implementasi Keuangan Inklusi dan Sistem Pembayaran.

Bersamaan dengan operasi pasar murah, diadakan pula sosialisasi pembayaran digital QRIS (Quick  Response Code Indonesian Standard.

Menurut  Agustinus  S.T. Umbu Det yang akrab disapa Adi, menerangkan, ini bukan operasi pasar murah yang pertama, tetapi sudah beberapa kali adanya pasar murah.

Adi mengatakan bahwa pihaknya (BI,red) bersama Bulog dan TPID NTT bersinergi untuk menggalakkan gerakan pengendalian inflasi pangan.

Berikut jadwal pasar murah.

Lanjut Adi mengatakan, tujuan dari sosialisasi cinta rupiah tersebut  supaya masyarakat lebih cinta, lebih bangga dan lebih paham dengan mata uang kita yang merupakan alat  pembayaran yang sah, merupakan pemersatu bangsa, dan juga merupakan simbol kedaulatan.

Sementara itu, Duta Rupiah Heru Aldi Benu  Benu didampingi Diana Manehat mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat makin sadar tentang  bagaimana harus  merawat, menjaga dan bagaimana paham dalam menggunakan uang rupiah. Karena uang rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Republik Indonesia, dan itu dikeluarkan dan dicetak oleh Bank Indonesia dengan jumlah yang sangat besar.

Duta Rupiah Heru dan Diana menjelaskan bagaimana masyarakat cinta rupiah, bangga rupiah dan paham rupiah.

Cinta Rupiah (Keaslian dan Merawat Rupiah).

Cinta Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah dan memperlakukan rupiah secara tepat menjaga diri dari ketahanan uang palsu.

Bangga Rupiah (Identitas dan Simbol Bangsa)

Bangga Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami Rupiah sebagai alat pembayaran yang Sah , Simbol Kedaulatan NKRI dan Alat pemersatu bangsa.

Paham Rupiah (Fungsi Rupiah dalam Perekonomian)

Paham Rupiah merupakan perwujudan kemampuan masyarakat memahami peran Rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi dan fungsinya sebagai alat menyimpan nilai.

“Masyarakat memiliki kecintaan untuk mengenali filosofi Rupiah merawat Rupiah dan menjaga diri dengan penganggulan upal. Yaitu  3 cinta dengan; Mengenali, Merawat dan Menjaga,” terangnya.

Menurutnya  masyarakat harus bangga terhadap Rupiah dengan menjaga kedaulatannya sebagai symbol Negara berdaulat menggunakan dalam setiap transaksi dan pemakai sebagai alat pemersatu bangsa. Tiga (3) bangga sebagai; Simbol kedaulatan. Pembayaran yang sah, Pemersatu bangsa.

“Masyarakat diharapkan paham berperilaku sesuai dengan fungsi Rupiah dalam rangka melakukan transaksi pembayaran, membelanjakan Rupiah dan mengoptimalkan nilai Rupiah. Tiga (3) Paham dalam; Bertransaksi, Berbelanja, dan Berhemat,” pintanya.

Cinta rupiah sama dengan mencintai Indonesia. Bangga Rupiah sama dengan menjaga kedaulatan bangsa. Paham rupiah sama dengan bersama mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan Negara.

Salah satu peserta yang hadir sosialisasi tersebut,  Suryatmi Yustina mengaku sangat bagus.

“Bermanfaat bagi warga masyarakat kita yang belum tahu cara penggunaan dan cara menyimpan uang dengan baik. Ini sangat bermanfaat bagi saya dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengharapkan BI terus mensosialisasikan cara menggunakan QRIS karena masih banyak masyarakat yang belum tahu cara bertransaksi menggunakan QRIS.

Ia juga mengaku senang dan bersyukur  kepada BI NTT yang memberikan souvenir (gula pasir dan minyak goreng) untuk 200 orang yang hadir.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada BI NTT,” ucapnya. (RN)

error: Konten dilindungi!