KUPANG, RANAKANEWS.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan konsolidasi internal dengan Thema “Perempuan Berpolitik Siapa Takut? dilaksanakan di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (14/1/2022).
Ketua DPD KPPI NTT Ana Waha Kolin,SH mengatakan, tujuannya untuk membentuk struktur kepengurusan DPD dalam rangka menjemput Pemilu 2024. Karena biasanya partai politik mengalami kekurangan caleg perempuan ketika menjelang pemilu. Jadi, KPPI menjemput kondisi ini untuk mempermudah para partai politik untuk mengakomodir perempuan di daftar calon, sementara maupun calon tetap pemilu 2024 karena KPPI itu sebagai wadah persemaian aktivis perempuan parpol untuk dipersiapkan menjadi politisi.

“Politik perempuan bukan hal yang tabuh, tetapi keterlibatan perempuan dalam dunia politik menempatkan perempuan memiliki posisi tawar yang besar,” kata anggota komisi V DPRD NTT itu.
An menjelaskan Kaukus Perempuan Politik Indonesia adalah rumah perempuan yang menyatukan perbedaan menjadi suatu kesamaan dalam membangun semangat perempuan untuk terlibat dalam politik.
“KPPI yang didirikan sebagai wadah perjuangan perempuan lintas partai politik dan para aktivis perempuan dari beragam organisasi masyarakat sipil,” katanya.
“Mereka bersinergi mendorong peningkatan keterwakilan para perempuan Indonesia di lembaga-lembaga pengambil keputusan, baik dalam ranah legislatif maupun eksekutif, bahkan lembaga strategis lainnya,” jelas An Kolin didampingi anggota Komisi II DPRD NTT dari fraksi Partai Demokrat Reny Marlina Un, Wakil Bendahara KPPI NTT Ida Lubalu dan Moderator Mia Wake.
Lebih jauh An Kolin mengatakan, kehadiran KPPI NTT untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam politik di Indonesia sesuai amanat Undang-Undang yang mengamanatkan partai politik untuk memastikan setidaknya 30 persen perempuan dicalonkan dalam daftar anggota parlemen.
“Kehadiran KPPI untuk mendorong perempuan terlibat dalam politik, dan memenuhi target perempuan minimal 30 persen sebagai calon anggota legislatif,” ujarnya.
Politisi PKB itu mengajak seluruh perempuan di NTT jangan takut berpolitik, tetapi harus terlibat dalam kegiatan politik khususnya pada Pemilu 2024 sehingga memenuhi syarat 30 persen dari kalangan perempuan.
“Perempuan harus berani korban waktu, tenaga, dan uang untuk terlibat dalam politik. Mari kita bersama- sama untuk membesarkan KPPI NTT, dan kita terlibat dalam kegiatan politik 2024 terutama memenuhi syarat 30 persen caleg berasal dari kalangan perempuan,” tandasnya.
“Harapan saya bahwa ketika struktur sudah terbentuk, maka struktur ini kita akan membentuk sampai ke tingkat DPC dan selanjutnya kita akan melakukan konsolidasi internal untuk mendidik para perempuan politisi, sehingga ketika berlaga menjadi seorang politisi benaran dia benar- benar sudah dipersiapkan jadi konsolidasi internal untuk memperkuat kualitas perempuan,” pungkasnya. (TD)