Ketua TP. PKK Kota Kupang Dukung Program KPK Kota

Ketua TP. PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya (Keenam) dari kanan foto bersama usai audiens KPK Kota Kupang di Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Kupang,, Senin (14/4/2025).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Ketua Komunitas Perempuan Kreatif (KPK) Kota Kupang beserta pengurus melakukan audiensi dengan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Kota Kupang, dr. Widya Cahya di Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Kupang, Senin (14/4/2025).

Dalam audiens ini dibahas soal kehadiran Komunitas Perempuan Kreatif NTT diharapkan dapat memberikan dampak positif dan nilai tambah yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan kaum perempuan itu sendiri.

“Audiensi tersebut untuk melaporkan persiapan sekaligus mengundang Ibu TP PKK Kota Kupang dalam pengukuhan badan pengurus KPK Provinsi dan Kota Kupang pada akhir April mendatang,” ungkap Wakil Ketua KPK Provinsi NTT, Donna Pingak disela-sela audiens.

Menurutnya,  perempuan NTT memiliki potensi dan peran yang cukup penting bagi kemajuan bangsa dan daerah ini. Karena itu perempuan harus kreatif, inovatif dan potensial di berbagai bidang.

“Melihat adanya potensi, kreatifitas dari kaum perempuan di NTT ini maka kami yang tergabung di komunitas perempuan kreatif menyadari bahwa potensi yang dimiliki ini perlu dikembangkan dan di tingkatkan sehingga dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan yang dimiliki bagi kesejahteraan masyarakat NTT,” jelas Donna.

Donna menyebutkan, berbagai keterampilan dan produk kreatif  dihasilkan oleh perempuan NTT mulai dari tenun ikat, kecantikan, kerajinan tangan, kuliner, pembuatan nugget ikan, abon ikan dan susu kelor. Namun, potensi ini seringkali belum terorganisir dan terfasilitasi secara optimal.

Sementara itu, Ketua KPK Kota Kupang Magdalena E.Makunimau mengatakan, KPK NTT hadir sebagai platform kolaborasi, berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta promosi karya-karya kreatif perempuan NTT.

“Banyak perempuan- perempuan hebat yang punya kreatifitas yang luar biasa. Namun tidak berkembang karena tidak ada dukungan. Jadi kehadiran kita disini, kita mau bergandengan tangan dengan Ibu TP. PKK Kota Kupang, mungkin ada hal-hal yang kita perlu berkolaborasi,” ujar Magdalena.

Terkait dengan pengukuhan lanjut Magdalena, Komunitas ini menjadi langkah penting untuk memperkuat eksistensi dan legalitas organisasi, serta memperluas  jaringan dan dampak positif yang dihasilkan.

Tujuan kegiatan, Pertama, Mendukung secara aktif program pemerintah untuk menciptakan perempuan NTT yang terampil.

Kedua, Meningkatkan keterampilan dan kreatifitas perempuan dalam mengolah Ikan Tuna, Kelor menjadi produk yang sehat dan bernilai gizi tinggi.

Ketiga, Memberikan pelatihan tentang tehnik pengemasan yang menarik dan higienis.

Keempat, Memberikan pelatihan asesoris seperti: kalung, anting, gantungan kunci dari tenun NTT.

Kelima, Mengajarkan strategi pemasaran produk secara online dan offline.

Keenam, Memberikan pelatihan Make Up dan sanggul modern, dengan Misi “Mengembangkan potensi Perempuan NTT agar mampu berkarya, berkreasi, dan berdaya ekonomi serta berkontribusi positif bagi masyarakat’. Dan Misi “ Menumbuhkan semangat kemandirian dan kreativitas bagi kaum perempuan.

Juga memberdayakan perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pendamping dan usaha serta mendukung perempuan NTT menjadi cerdas, kreatif agar terampil dan memiliki kemandirian  ekonomi.

Menanggapi hal itu, Ketua TP.PKK Kota Kupang, Widya Cahya menyatakan dukungan. “Saya senang, artinya banyak perempuan- perempuan yang saling mendukung perempuan. Karena memang kalau bukan sesama perempuan siapa lagi dong. Perempuan peka terhadap lingkungan sekitar. Saya berharap visi misinya berjalan dengan lancar, supaya perempuan-perempuan Kota Kupang semakin tangguh baik itu secara kesehatan juga ekonominya,” ujarnya.

“Saya mengharapkan, kedepan kita kolaborasi baik itu PKK atau  Dekranasda, makin banyak pelatihan sehingga  mencakup lebih banyak perempuan- perempuan karena saya lihat ini kan ada nugget ikan tuna, abon  ikan tuna, kalau mereka berhasil di lingkungan keluarga mereka bikin otomatis berdampak pada penurunan stunting di Kota Kupang.

Ia juga  optimis bahwa perempuan bekerja itu tidak perlu kerja keluar rumah tapi bisa dikerjakan di rumah. (TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version