Kisah Bocah Disabilitas di Manggarai Timur Mendapat Kasih Sayang Ibu Setelah 5 Tahun Berpisah

BORONG, RANAKANEWS.com- Nggeik, demikian ia disapa merupakan seorang bocah umur 6 tahun penyandang disabilitas asal Dusun Lada, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, NTT kembali mendapat sentuhan kasih sayang dari ibunya setelah 5 tahun berpisah. Ia merupakan buah hati dari pasangan Emanuel Munde (59) dan Magdalena Jelita (40).

Pertemuan ia dan ibunya difasilitasi oleh Pendamping Sosial PKH Kecamatan Kota Komba, bertempat di SLB Negeri Borong tempat Nggeik menimbah ilmu, Selasa (23/11/2021).

Dikonfirmasi Ranakanews.com, Selasa (23/11) malam, Silvanus Jeharum, Pendamping Sosial PKH mengatakan ibu Magdalena Jelita adalah peserta penerima bantuan sosial dampingannya.

Dijelaskan Jeharum, awalnya ATM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH itu rusak sehingga dana bantuan tidak dapat ditarik. Ia meminta suami Magdalena untuk hadir bersama Ibu Magdalena di BRI Unit Borong untuk mengurus  ATM itu.

“Sesuai standar pelayanan di BRI yang harus datang urus ATM itu pemilik sah ATM itu maka saya minta kepada Bapak Emanuel untuk datangkan ibu Magdalena di BRI Unit,” ujar Jeharum.

Dikisahkan Jeharum, suami Magdalena keberatan untuk datang bersama istrinya di BRI Unit Borong oleh karena ia dan istrinya itu sedang pisah ranjang.

“Ia awalnya Bapak Eman keberatan untuk datang bersama istrinya, ia meminta bantuan saya untuk meringankan persyaratan itu. Tetapi ini kan persyaratan BRI bukan persyaratan yang saya karang-karang. Melalui komunikasi intens dengan pihak keluarga di Kampung Toge, Desa Pong Ruan akhirnya saya mendapat informasi bahwa ibu Magdalena akan datang ke Borong hari ini. Setelah melalui proses administrasi di BRI Unit akhirnya keluarga Bapak Emanuel mendapat bantuan PKH sejumlah Rp2.600.000,” jelasnya.

Lagu Manggarai Weong Go Nai Ge dan Tangis Haru Sang Mama

Jeharum melanjutkan, waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 Wita, urusan di BRI Unit Borong telah selesai. Ia berinisiatif untuk membuka ruang komunikasi  dengan kedua orangtua Nggeik agar saat itu juga berkunjung ke SLB Negeri Borong, tempat buah hati mereka menimbah ilmu. Bagai gayung bersambut, ide itu diterima oleh kedua orangtuanya.

“Saya minta kepada kedua orangtua Nggeik untuk siapkan oleh-oleh untuk Nggeik” tutur Jeharum.

Sesampainya di SLB Negeri Borong, mereka diterima oleh pengelola SLB dan diarahkan untuk bertemu Nggeik.

“Nggeik… Nggeik… Nggeik…, demikian Ibu Magdalena menyapa bocah disabilitas itu. Tangis haru mewarnai pertemuan itu,” terang Jeharum.

Nggeik merespon dengan menangis, kadang tertawa bahagia melihat kedua orangtua kompak mengunjunginya.

Sekitar 30 menit bertemuan itu, ibu pengasuh Nggeik meminta untuk memainkan pianika. Lagu Manggarai berjudul ‘Weong Go Nai Ge’ menjadi pilihan Nggeik menyambut kedatangan kedua orangtuanya.

Jari jemari Nggeik begitu lihai memainkan pianika dengan bunyi seruling kental  membuat ibu Magdalena menangis histeris. Saat ini Nggeik sedikit bernafas legah karena telah bertemu ibunya.

Kini kedua orangtua Nggeik bersatu kembali dan berkomitmen untuk mengurus anak-anak mereka secara bersama.

Terpisah, ayah Nggeik, Emanuel Munde (59) kepada media ini menyampaikan syukur dan terima kasihnya kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan bantuan kepada keluarga mereka.

“Bersyukur hari ini tadi kami dipertemukan oleh Program Keluarga Harapan. Kami akan memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin untuk buah hati kami,” ungkapnya. (RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version