Konvenda XI BPPG Ende Resmi Dibuka di Ruteng, Uskup Sibolga Ajak Umat Menjadi Tanah Subur bagi Sabda Tuhan

Kontingen BPK Keuskupan Ruteng selaku tuan rumah. ( Foto: Willy Grasias)

RUTENG, RANAKANEWS.com – Suasana penuh sukacita dan semangat persaudaraan mewarnai pembukaan Konvenda XI Badan Pelayanan Provinsi Gerejawi (BPPG) Ende Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (PKKI) yang berlangsung di Gedung Pertemuan Pertapaan Bunda Karmel Wae Lengkas, Ruteng, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 12 Juli 2026 itu mempertemukan para pelayan Karismatik Katolik dari enam Badan Pelayanan Keuskupan (BPK), yakni BPK Ruteng, BPK Ende, BPK Maumere, BPK Larantuka, BPK Bali-Sumbawa, serta para pengurus dan peserta dari seluruh wilayah Provinsi Gerejawi Ende.

Pembukaan Konvenda diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, yang juga menjabat sebagai Penasihat Episkopal Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPN PKKI).

Mengangkat bacaan Injil tentang penabur, Uskup Fransiskus mengajak seluruh peserta untuk menjadi “tanah yang subur” agar Sabda Allah dapat bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan.

Menurutnya, benih yang jatuh di pinggir jalan melambangkan hati yang tidak siap menerima firman sehingga Sabda Tuhan dengan mudah dirampas oleh si jahat. Sebaliknya, benih yang jatuh di tanah subur menggambarkan orang yang menerima firman dengan hati terbuka, memeliharanya, dan menghidupinya dalam tindakan nyata.

“Sediakanlah lahan yang subur agar Sabda Tuhan bertumbuh dalam diri kita. Sering kali hati kita belum sungguh terbuka sehingga iman tidak berkembang,” ungkapnya dalam homili.

Ia mengajak peserta meneladani Bunda Maria yang dengan penuh iman menjawab, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Sikap ketaatan dan keterbukaan seperti Maria, katanya, menjadi teladan bagi setiap orang beriman agar membiarkan Roh Kudus membuka indra rohani sehingga mampu mendengar dan melaksanakan kehendak Allah.

Uskup Fransiskus juga mengingatkan bahwa setiap orang menerima karunia yang berbeda-beda, namun semuanya berasal dari Roh yang sama. Karena itu, umat dipanggil untuk hidup dalam kerendahan hati sebagaimana diajarkan Santo Paulus, sehingga setiap karunia dipakai untuk membangun Gereja, bukan untuk meninggikan diri sendiri.

Ketua Panitia Konvenda XI, Ety Nggame Jelamu, selaku Ketua Badan Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Ruteng, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai keuskupan.

Ia berharap Konvenda menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus membangkitkan kembali semangat pelayanan dalam tuntunan Roh Kudus.

Konvenda XI BPPG Ende mengusung tema “See, Hear and Live in the Holy Spirit”. Tema tersebut mengajak seluruh peserta untuk semakin peka melihat karya Allah, setia mendengarkan suara-Nya, dan berani menghidupi tuntunan Roh Kudus dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan.

Konvenda dipahami bukan sekadar forum pertemuan, melainkan wadah perjumpaan enam Badan Pelayanan Keuskupan se-BPPG Ende dalam semangat persaudaraan dan persekutuan di dalam Roh Kudus.

Melalui kegiatan ini, para pelayan saling menguatkan, berbagi pengalaman pelayanan, membangun kesatuan visi dan misi, serta bersama-sama mendengarkan kehendak Tuhan bagi perjalanan Pembaruan Karismatik Katolik di wilayah Provinsi Gerejawi Ende.

Rangkaian pembukaan juga diisi dengan defile kontingen dari masing-masing BPK yang berlangsung meriah di Gedung Pertemuan Pertapaan Bunda Karmel Wae Lengkas.

Ketua Koordinator BPN PKK Indonesia, Budi Santoso, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta menggunakan kesempatan Konvenda untuk sungguh-sungguh melihat dan mendengarkan tuntunan Roh Kudus.

“Melalui Konvenda ini, mari kita pulang dengan semangat Roh Kudus yang baru. Mari memupuk persahabatan sejati agar pelayanan kita semakin menghasilkan sukacita bagi Gereja,” ujarnya.

Moderator BPN PKK Indonesia Romo Hilman turut mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat masyarakat Manggarai yang diawali dengan prosesi adat.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang diberikan oleh Mgr. Maximus Regus saat mendarat di Keuskupan Labuan dan beserta seluruh umat di Keuskupan Ruteng.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa tahun 2026 merupakan momentum 50 Tahun Golden Jubilee Pelayanan Karismatik Katolik Indonesia dengan tema “Roh Kudus, Api Evangelisasi.”

Perayaan emas ini menjadi ajakan agar seluruh pelayan semakin giat mewartakan Injil serta menghadirkan Gereja yang merangkul semua kalangan, termasuk saudara-saudari penyandang disabilitas sebagai wujud nyata Gereja yang mengayomi.

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni dari masing-masing Badan Pelayanan Keuskupan yang menampilkan kekayaan budaya dan sukacita pelayanan dari setiap daerah.

Konvenda XI BPPG Ende akan berlangsung selama tiga hari, 10–12 Juli 2026. Salah satu agenda yang dinantikan adalah Kebaktian Kebangunan Rohani (KRK) yang akan digelar pada 11 Juli 2026 di Alun-alun Natas Labar, Ruteng, sebagai perayaan iman yang terbuka bagi umat untuk mengalami pembaruan hidup dalam kuasa Roh Kudus.(WG)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version