Kota Kupang Bebas Sampah

Penjabat Wali Kota Kupang, George M.Hadjoh,SH (ketiga dari kiri) saat berdiskusi dengan komunitas Toyota Kijang Owner (Tokijo) untuk bergerak bersama pemerintah, tokoh masyarakat dan pecinta lingkungan dalam diskusi bersama yang dilangsungkan di Kolam Pemancingan Karya Agri Kelurahan Batuplat, Kota Kupang pada hari Sabtu (15/04/2023).

KUPANG, RANAKANEWS.com- Permasalahan sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang serius di seluruh kota, tak terkecuali di Kota Kupang. Beberapa permasalahan yang sering terkait dengan sampah antara lain adalah Pengelolaan sampah yang tidak efisien.

Beberapa daerah di Kota Kupang masih menghadapi tantangan dalam mengelola sampah dengan cara yang efisien, termasuk kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai, kurangnya pemahaman tentang praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta kekurangan sumber daya manusia dan finansial untuk mengelola sampah dengan baik, membuat sebagian besar sampah masih dibuang begitu saja atau dibiarkan menumpuk di daerah terbuka, sungai, atau lautan.

Sampah sebenarnya memiliki potensi sebagai sumber daya yang bisa didaur ulang atau dimanfaatkan untuk menghasilkan energi terbarukan. Namun, pemanfaatan potensi ini masih terbatas dan sering kali diabaikan oleh sebagian masyarakat di Kota Kupang.

Hal ini yang mendorong komunitas Toyota Kijang Owner (Tokijo) untuk bergerak bersama pemerintah, tokoh masyarakat dan pecinta lingkungan dalam diskusi bersama yang dilangsungkan di Kolam Pemancingan Karya Agri Kelurahan Batuplat, Kota Kupang pada hari Sabtu (15/04/2023).

Acara yang dilaksanakan pada pukul 16.00 Wita ini dihadiri Penjabat Wali Kota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh, SH, Rektor Institut  Teknologi Alberth Foenay (ITAF) Ibu Yufitriani F. Littik, ST.,M.Eng, beberapa pejabat pemerintahan Kota Kupang dan Bapak Rony Nalle yang merupakan salah satu pegiat lingkungan sekaligus pemilik kolam pemancingan Karya Agri Kelurahan Batuplat.

Dalam pemaparan program “Kota Kupang Bebas Sampah,” Peter de Fretes selaku Bendahara Umum Tokijo menyampaikan langkah-langkah strategis dalam menghadapi permasalahan sampah di Kota Kupang, yakni mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan memproses sampah hanya sampai pada tingkat kelurahan saja.

“kegiatan penanganan sampah yang menjadi program kami adalah pemilahan sampah, pengumpulan sampah di tempat penampungan kelurahan, pengolahan sampah dalam bentuk mengubah karakteristik sampah dan pemrosesan akhir sampah yang tidak bisa diolah dengan cara pembakaran (incinerator) yang efisien dan ramah lingkungan,” tambah Peter.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Yufitriani F. Littik, ST.,M.Eng selaku Rektor ITAF menyampaikan kesiapan ITAF dalam pembuatan teknologi pembakaran (incinerator) sampah yang tidak bisa diolah. “kami telah menyiapkan desain tekonologi incinerator yang merupakan produk local dengan harga yang sangat efisien jika dibandingkan dengan produk yang berada dipasaran saat ini, tentunya sangat ramah lingkungan dan tidak menggunakan tenaga listrik melainkan dari bahan bakar minyak tanah yang sangat mudah didapatkan di Kota Kupang ini,” ujar Ibu Yufi.

Penjabat Wali Kota Kupang George Melkianus Hadjoh dalam sambutannya sangat mendukung program yang dipaparkan oleh komunitas Tokijo yakni masalah sampah.

“Pemerintah Kota Kupang sangat mendukung program ini dan saya sangat berharap untuk segera uji coba alat ini dan lakukan sosialisasi diseluruh kelurahan yang ada di Kota Kupang,” kata mantan Kepala Biro Umum Setda NTT.

Penulis: JR

Editor: Thildis Din

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version