Lapaska, Warga Binaan Pemasyarakatan, Si Petani dan Masyarakat

WAIBAKUL, RANAKANEWS.com- Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang Pertanian Lapaska Waikabubak kembali menuai hasil.

Tentunya hal ini merupakan salah satu bukti nyata keberhasilan Lapaska dalam melakukan pembinaan, dengan Sistem Pengolahan Tanah Minim Nutrisi (Si Petani) yang dimana memanfaatkan lahan pertanian yang ada walaupun dengan keterbatasan nutrisi pada lahan, kondisi tanah di Lapaska tergolong tandus, berbatuan dan susah untuk ditanami.

Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat membangun dari para pembina yang didukung oleh antusias WBP yang mau bekerja.

Lapaska tetap bisa mengolah dan memberikan inovasi yang terbukti lahan pertanian menghasilkan sayur-mayur yang segar Kamis,(21/07/2022).

Kalapas Terbuka Waikabubak, Yusup Gunawan menyampaiakan bahwa ini merupakan hal yang baik, kiranya dengan ini citra negatif masyarakat yang masih memandang negatif pada WBP yang menjalani hukuman sebagai orang yang jahat, kejam dan tidak baik itu bisa dirubah menjadikan citra WBP itu sebagai manusia baru yang mau berusaha dan berjuang menjadi lebih baik.

Beliau juga mengatakan bahwa “hasil pembinaan yang ada di Lapas Terbuka ini tentunya tidak hanya dinikmati oleh Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi juga masyarakat sekitar bisa menikmati hasil Pembinaan Lapaska,” ungkap Yusup.

Yusup juga menyampaikan bahwa setiap kinerja/pembinaan yang kita laksanakan dengan maksimal akan berdampak positif bagi Kementerian Hukum dan HAM terkhususnya bagi Kanwil Kementerian Hukum Dan HAM Nusa Tenggara Timur yang dipimpin oleh Marciana D. Jone.

“Kita melakukan pembinaan dengan sebaik mungkin, semaksimal mungkin kiranya dengan begini juga dapat meningkatkan martabat Kanwil Kementerian Hukum Dan HAM Nusa Tenggara Timur yang dipimpin oleh ibu Marciana D. Jone,” tutup Yusup.

Menurut Wilbert selaku petugas jaga yang mengawasi masyarakat saat mengunjungi lahan Lapaska mereka terlihat senang dan juga penilaian mereka terhadap WBP itu menjadi berbeda “Mereka (masyarakat,red) terlihat nyaman saat masuk ke lahan kita, tidak ada lagi citra negatif yang menempel pada WBP, mereka menilai WBP dengan dengan sangat positif,” ucap Wilber.

Masyarakat yang datang mengaku terasa nyaman dan tidak ada lagi pandangan negatif yang mereka berikan kepada WBP.

“Kita tidak lagi merasa bahwa Narapidana itu orang yang jahat dan tidak baik, mereka terbukti menjadi pribadi yang baru, dilihat dari ketekunan mereka dalam mengikuti pembinaan di Lapaska hingga menghasilkan sayur-mayur yang segar dari lahan yang ada, itu membuktikan niat bahwa mereka(WBP) bertekat untuk berubah ke arah yang lebih baik,” ucap Agustinus Bulu selaku pembeli hasil pertanian. (YB/RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version