Lembata Raih Penghargaan Bergengsi Kemenkes, Bupati Petrus Kanisius Tuaq Didapuk Menerima Langsung

Keterangan Foto: Dari kiri ke kanan, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp, PD-KEMD,Ph.D, dan ujung kanan Kadis Kesehatan Kab.Lembata, dr. Geril Huar Nonig.

JAKARTA, RANAKANEWS. com – Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada Rabu, 20 Agustus 2025, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menerima langsung penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI atas keberhasilan daerahnya dalam mengeliminasi kusta (leprosy), filariasis limfatik (lymphatic filariasis), dan frambusia (yaws).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., dalam acara penyerahan sertifikat eliminasi penyakit tropis terabaikan yang berlangsung secara hybrid. Lembata menjadi salah satu dari 89 kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima sertifikat, namun menariknya, Bupati Lembata didaulat mewakili daerah lain untuk menerima penghargaan langsung dari Wamenkes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Geril Huar Noning, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras kolaboratif. “Proses verifikasi dilakukan secara ketat oleh tim Kemenkes sejak tahun lalu. Dari dokumen, capaian lapangan, hingga komitmen lintas sektor, Lembata dinilai terbaik sehingga didaulat mewakili daerah lain saat penyerahan penghargaan,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Lembata, para ASN, tenaga kesehatan, dan semua stakeholder yang telah bekerja sama hingga kita mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan sebagai daerah bebas Frambusia.

Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan kebersamaan kita semua. Namun, capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan masyarakat. Ke depan, kita tetap berkomitmen untuk bekerja lebih keras, lebih sigap, dan lebih dekat dengan rakyat, agar Lembata semakin sehat, kuat, dan sejahtera,” tegas Bupati.

Lebih jauh, Bupati Petrus Kanisius Tuaq juga menyerukan semangat bersama untuk membangun daerah dan mendukung program nasional. “Ayo Bangun Lembata, Ayo Bangun NTT, dan mari kita sukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya penuh semangat.

Momen ini pun mencatatkan sejarah tersendiri bagi Lembata. Setelah resmi keluar dari status endemis filariasis dan frambusia, Lembata kini masuk jajaran daerah yang membuktikan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (RL)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version