Kepsek Sikumana 2 Adriana Ili Leto: Lomba Kebersihan Sudah Siap, Datang Penilaian Siang atau Sore

Kepala SDI Sikumana 2 Kota kupang, Adriana ili Leto, S.Pd.,ketika memantau siswa di salah satu ruangan yang masuk shift siang, Jumat (9/12/2022). (Foto: Istimewa).

KUPANG, RANAKANEWS.com- Kedisiplinan waktu, kedisiplinan membuang sampah, memang saya utamakan, dengan kerindangan.

Semenjak saya berada disini (SDI Sikumana 2,red) Tahun 2019, memang kebersihan saya utamakan dengan kerindangan. Pasalnya setiap anak kalau sehat, pasti nyaman dia. Kalau nyaman pasti dia bisa belajar. Jadi untuk di sekolah kami, kami utamakan kedisiplinan waktu dan kebersihan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Sikumana 2, Adriana Ili Leto, S.Pd di ruang kerjanya, Jumat (9/12/2022).

Kepala SDI Sikumana 2 Kota Kupang, Adriana ili Leto, S.Pd mantan Guru wali kelas VI SDI Sikumana 1 Kota Kupang.

Lanjut Ana sapaan akrabnya menuturkan, “Kami masuk jam 07.30. Jadi sebelum jam 07.00, anak-anak sudah ada, semua sudah berbaris di depan dengan halaman lingkungan sekolah yang sudah bersih. Karena sebelum Pak Penjabat Walikota Kupang canangkan 15 menit sebelum dan sesudah harus pilih sampah, memang kami sudah buat. Guru-guru piket harus awasi anak-anak bersihkan sampah sekitar, bukan hanya guru piket saja, saya sendiri langsung turun tangan. Hanya kalau sudah pulang, di pinggir-pinggir jalan itu sudah ada lagi padahal kalau pagi itu dia bersih sebenarnya,” terang Ana.

Untuk ketertipan  belajar anak-anak, lanjut Ana, ” Kita baru mulai berpikir bahwa nanti ke depan,  kita sepakat bersama bahwa salah satu program sekolah itu, Jam 18.00- 20.00 Wita, anak-anak sudah harus berada di rumah dan  tidak boleh pegang Handphone. Mungkin jam itu sekali-kali kami keliling, saya bagi tugas kepada guru-guru yang ada di sekitar rumah itu, guru pantau apakah benar tidak mereka laksanakan ini perintah dari kepala sekolah. Ini kita mau sepakat bersama orang tua di bulan Desember tanggal 17 saat penerimaaan raport,” tutur Ana.

Sekolah yang memiliki 559 siswa itu dengan tenaga pengajar Guru Honor ada 6 orang, Guru P3K ada 6 orang, Pegawai  ada 5 orang dan selebihnya Guru ASN, dengan 21 Rombongan Belajar (Rombel).

Ketika ditanya mengenai kesiapan Lomba Kebersihan dan Cerita Rakyat dalam Bahasa Inggris, kata ana, “Kami sudah siap. Namun untuk Lomba Cerita  Rakyat dalam Bahasa Inggris kami belum mendaftar. Untuk Lomba Kebersihan kami sudah siap tempat cuci tangan, Sabun, Tisu, Air bersih, lingkungan bersih sudah, pokoknya mau datang jam berapa saja. Sudah lama sesungguhnya. Saran saya, kalau mau turun untuk menilai kebersihan itu jangan pagi hari, kalau di pagi hari itu pasti bersih. Karena semua guru piket pasti datang pagi dan dia pasti bersihkan, nilainya harus di siang hari atau sore hari pada saat guru- guru tidak ada. Biar tau betul itu sekolah kalau pulang mereka bersih tidak. Karena banyak sekolah yang pulang, pulang saja. Tanpa bersih. Sampah berserakan. Kalau di sekolah ini pagi sebelum masuk, sebelum pulang, malah  jam istirahat kalau dapat lihat sampah langsung pilih,” ungkap mantan Guru wali kelas VI SDI Sikumana 1 itu.

Menurutnya program yang dicanangkan Pak Penjabat Walikota Kupang mantap!. “Anak-anak itu kalau kita melatih dari dini apalagi (SD,red) kalau mereka sudah mulai kenal bersih, pasti seterusnya mereka akan bersih. Begitu juga kalau sudah mulai dari lingkungan sekolah bersih, pasti di rumah juga mereka  akan tanamkan itu bahwa nanti begini karena kami di sekolah itu begini. Jadi  Sesungguhya kita harus tanamkan bersih itu mulai dari dini seperti anak-anak sekolah ini dan tepat ke sekolah supaya kan lebih banyak di sekolah terus mereka nanti di masyarakat juga,

Harapan kami berkaitan dengan lomba bahwa supaya obyektif penilaiannya jangan KKN. Untuk penilaian jangan datang di pagi hari dan seperti biasa, seperti Bapa (Penjabat Walikota Kupang,red)  punya program turun saja tidak perlu ada pemberitahuan,” tandas Ana.

Terkait fasilitas sebut Ana, “ Yang menjadi kebutuhan dari sekolah ini, sesungguhnya kami sangat membutuhkan itu pagar sekolah dan halaman; penataan halaman sekolah. Perioritas untuk tahun-tahun mendatang itu untuk sarana dan prasarana itu saya masih fokus di pagar dan penataan halaman sekolah. Untuk fasilitas lain seperti ruang kantor, ruang guru, ruang Lab juga belum ada. Sekarang yang kita pakai ini ruangan kelas sesungguhnya, tapi dijadikan kantor. Ruang Lab juga belum ada, kami sudah ada computer tapi belum ada ruangannya. Itu yang menjadi kebutuhan. Namun untuk sementara, karena banyak sekolah yang masih lebih berkekurangan dari pada kami, kita cukupkan saja yang ada dulu dengan cara kita sekolah pakai  shift. Paginya kelas I,II, V,dan VI. Sedangkan Kelas III dan IVnya siangnya jam 10.30-12-00 karena banyak. Untuk fasilitas lain seperti Toilet ada 13.

Terkait dengan tingkat kelulusan setiap tahunnya meningkat. Untuk PPDBnya kita tidak bisa meningkat. Karena kita sudah dibatasi. Dari Dinas sudah batasi supaya pemerataan,” pungkas Ana.

Terlihat  halaman bersih dan asri penuh dengan bunga-bunga yang indah. (TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version