Mahasiswa PPG Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Karya Ekobrik, Tanamkan Kepedulian terhadap Lingkungan

Bagian depan hasil karya ekobrik sampah menjadi barang berguna. ( foto: ES )

RUTENG, RANAKANEWS.com — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar kegiatan gelar karya bertema “Menjadi Anak Ekosentrik Melalui Karya Nyata EKOBRIK”, di SDI Leda Kecamatan Langke Rembong, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk inovasi dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah sekaligus upaya menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan keseimbangan ekosistem sejak dini.

Melalui karya ekobrik, para mahasiswa mengajak masyarakat, khususnya peserta didik, untuk melihat sampah bukan semata-mata sebagai barang buangan, melainkan sebagai material yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai guna.

Dosen pengampu, Eletrius Sennen, menyampaikan bahwa kegiatan gelar karya ini merupakan salah satu bentuk kreativitas dan inovasi mahasiswa PPG Calon Guru Unika Santu Paulus Ruteng dalam membangun kesadaran ekologis melalui tindakan nyata.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDI Leda, Paula Jemaus, S.Pd., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para mahasiswa atas inovasi dan kreativitas yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap gelar karya ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan hasil kreativitas mahasiswa, tetapi juga memberikan pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta memelihara keseimbangan ekosistem.

Menurut Paula, kegiatan semacam ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu mendorong semua pihak untuk terus belajar dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berdaya guna.

Tema “Menjadi Anak Ekosentrik Melalui Karya Nyata EKOBRIK” menegaskan pentingnya membangun pola pikir yang menempatkan kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia.

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan sederhana, seperti memilah sampah, mengurangi pencemaran, dan memanfaatkan kembali bahan yang masih dapat digunakan.

Kegiatan gelar karya ini juga menjadi sarana pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang peduli, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui kolaborasi mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat, karya ekobrik diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan inovasi pengelolaan sampah sekaligus membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga membawa pesan penting bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.(WG)

>

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version