Manajemen ETMC Berakhir, Rp350 juta Belum Dilaporkan, Askab Flotim Butuh Rp800 juta ke Jogja

Tim Perseftim yang berlaga di ETMC 2025 Kota Kupang dan berhasil juara III, berhak main di liga 4 Nasional Yogjakarta April 2025: Foto (FB/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Gaduh terkait adanya aliran dana Rp150 juta ke tangan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Flores Timur, Ir.Jhon Kopong, dan ‘ditendangnya’ Manajemen Perseftim ETMC 2025 akibat tak laporkan dana, akhirnya jadi terang diklarifikasi, bahwa seluruh uang di tangan JK alias Jhon Kopong telah habis dipakai dipakai untuk ETMC Kota Kupang.

“Manajemen Perseftim ETMC 2025 diberhentikan karena masa tugasnya berakhir, sesuai Surat Keputusan pengangkatan 001/ASKAB-PSSI/SKRT/I/FLT/2025, dan Surat Keputusan pemberhentian 003/ASKAB-PSSI/SKRT/IV/FLT/2025, Minggu 6 April 2025,”demikian penegasan Ketua Askab PSSI Flotim, Jhon Kopong dalam Konferensi Pers bersama awak Media di Sekretariat ASKAB-PSSI Flotim, RT001.RW001 Sarotari Timur, Kota Larantuka, pukul 18.00 WITA hingga 19.30 WITA.

Jhon Kopong, yang juga Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Flotim ini menyatakan, berakhirnya masa tugas Tim Manajemen Perseftim ETMC 2025, Askab PSSI Flotim sesuai kewenangan, mutlak mengangkat Tim Manajemen Perseftim Liga 4 Nasional di Yogyakarta, sesuai Surat Keputusan pengangkatan 004/ASKAB-PSSI/SKRT/IV/FLT/2025, dengan susunan Tim Ofisial sebagai berikut: Manager Tim Jamaludin Tokan, Sekretaris Fransiskus Bobby Mete, Bendahara Petrus Da Silva, Dokter Tim Marselina Dewita Tokan, Kit Man Sudirman Mahing dan Media Iwan Puken.

“Sedangkan Tim Pelatih, Kepala Antonius Lao Lisensi B/AFC, Asisten Ignasius H.Sei Hallan Lisensi C/AFC, Ibnu Chaldun Lisensi D/AFC dan Markus Paulus Lisensi B/AFC,”terang JK, bersemangat.

Sementara terkait kepastian keberangkatan dan koordinasi ke Yogyakarta, Ketua Askab Flotim yang tampil energik meskipun diterpa banyak isu miring di Media dalam satu dua hari ini, menjelaskan, sejauh ini koordinasi terus berjalan baik, termasuk dengan Pemda, DPRD Flotim, juga warga Diaspora Flotim di Yogyakarta.

“Meskipun butuh dana besar sekitar Rp700-Rp800 juta, dan Kas Askab Flotim tersisa Rp20 juta bantuan Asprov NTT, namun optimis tetap jalan.

Rencana tanggal 14 April 2025 berangkat via Darma Kencana Ende-Surabaya.

Menghemat dana, Kami naik Kapal Laut via Ende-Surabaya.

Penginapan di Yogyakarta sudah siap gratis.

Semoga semuanya dilancarkan dan sukses Perseftim selama di Yogyakarta,”beber JK, lagi.

Semua Pemain ETMC 2025 Diboyong ke Yogyakarta

Dalam gelar Konferensi Pers, dibawah guyuran hujan lebat hampir 1 jam, sambil seruput Kopi panas dan menikmati pisang goreng, JK juga memastikan seluruh pemain Perseftim yang berlaga di ETMC 2025 Kota Kupang diboyong ke seri 4 Nasional Yogjakarta.

“Semua pemain di ETMC Kota Kupang dibawa ke Yogyakarta.

Kita optimis dengan Tim Manajemen dan Pelatih Perseftim ini, bisa bersaing di Seri 4 Nasional Yogjakarta.

Karena itu, mohon dukungan semua pihak agar persiapan keberangkatan, juga selama keberangkatan, sampai tiba dan selama di Yogyakarta, semuanya berjalan baik,”sambungnya, sembari menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada Perseftim hingga meraih sukses juara III ETMC 2025 Kota Kupang.

Terkait seri 4 Nasional Yogjakarta, JK mengaku telah berkoordinasi dengan Tim Manajemen, untuk secepatnya bertemu Sekretaris Daerah Kabupaten Flotim, Bupati-Wakil Bupati Flotim, KONI Flotim dan Ketua DPRD Flotim untuk berkoordinasi menyukseskan agenda besar ini.

“Mohon doa dan dukungan semua pihak,”timpalnya.

Manajer & Kitman ETMC Diganti, Bendahara Tetap ke Yogyakarta

Berprestasi dan mampu meraih juara III ETMC 2025 Kota Kupang, Manajemen Perseftim yang ditukangi Frans Nikolaus Beoang selaku Manajer Umum dan Herman Vicky Betan Manager Teknis, yang diganti dan tak melanjutkan tugasnya ke seri 4 Nasional Yogjakarta, karena habis masa tugasnya sesuai regulasi Askab Flotim, tetap menyisakan tanda tanya apa sebenarnya motif lain dibaliknya.

Pasalnya, penggantian manajemen Perseftim dari ETMC 2025 Kota Kupang ini tidak untuk Bendahara Petrus Da Silva, yang dalam posisi Manajemen Perseftim ke seri 4 Nasional Yogjakarta, tetap dalam posisinya sebagai Bendahara.

“Jangan-jangan, akar persoalannya dipegang Bendahara Petrus Da Silva ini.

Kan, aneh. Masah, Manager Umum, Manager Teknis dan Kitman diganti, kok Bendahara Petrus Da Silva, Tim Dokter tetap.

Padahal, menurut penjelasan Ketua Askab Jhon Kopong, sekitar Rp350 juta dana dikelolah Tim Manajemen Perseftim ETMC 2025 Kota Kupang, belum ada laporan pertanggungjawaban hingga saat ini.

Kalau Ketua Askab Jhon Kopong mengatakan manajemen Perseftim ETMC 2025 Kota Kupang, terus siapa yang pegang dan kelolah uang, kan Bendahara.

Mestinya, laporan itu dibuat Bendahara Petrus Da Silva, karena Dia yang pegang dan kelolah uang,”ujar sumber kuat yang enggan ditulis identitasnya.

Ia juga mempertanyakan apa alasan Ketua Askab Flotim Jhon Kopong mempertahankan Bendahara Petrus Da Silva, padahal belum buat laporan keuangan ETMC 2025 Kota Kupang.

“Kenapa hanya Manager Umum, Manager Teknis dan Kitman yang diganti.

Saya mau bilang ini seperti orang Nagi bilang Bernadu Aka Thomas,”sambung sumber terpercaya ini.

Ia juga mewanti-wanti Manajemen Perseftim yang baru agar lebih baik lagi kelolah uang pada seri 4 Nasional Yogjakarta, karena jumlah dananya jauh lebih besar.

“Jangan sampai kemudian jadi masalah hukum, dan diaudit lalu diproses hukum,”tutupnya. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version