KUPANG, RANAKANEWS.com – Pelaksanaan ibadah kurban di Masjid K.H. Ahmad Dahlan Muhammadiyah Kupang tahun ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (6-7/6/2025).
Ketua Panitia Pelaksana, Idris Amali, menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang waktu penyembelihan hewan kurban diambil karena keterbatasan waktu pada hari Jumat yang bertepatan dengan salat Jumat.
“Mengingat kemarin bertepatan dengan salat Jumat, waktu pelaksanaan cukup sempit. Karena itu kami lanjutkan hari ini agar pelaksanaan lebih leluasa,” ujar Idris kepada wartawan di Kupang. Pada tahun ini, jumlah hewan kurban yang disembelih terdiri dari 8 ekor Sapi dan 4 ekor Kambing. Beberapa diantaranya merupakan sumbangan dari instansi pemerintah dan lembaga sosial.
“Ada sumbangan dari Pemkot Kupang, yang diserahkan langsung oleh dr. Christian Widodo. Selain itu, juga dari BSI, BRI, Kementerian Pendidikan, Muhammadiyah sendiri, dan satu ekor dari masyarakat umum,” tambahnya.
Proses penyembelihan dilakukan dengan prosedur yang sesuai dan diawasi langsung oleh dokter hewan, guna memastikan kualitas dan kelayakan daging kurban. “Kami pastikan daging yang dibagikan layak konsumsi, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” jelas Idris.
Panitia menargetkan sebanyak 350 penerima manfaat dari distribusi daging kurban. Penerima meliputi jamaah masjid, warga sekitar tanpa membedakan latar belakang agama, serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang.
Idris menekankan bahwa pelaksanaan kurban bukan hanya sekadar pembagian daging, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan dan toleransi di tengah masyarakat.
“Kurban ini juga kami jadikan hadiah bagi saudara-saudara kita dari kalangan non-Muslim, sebagai bentuk silaturahim dan upaya menjaga toleransi antarumat beragama. Ini bagian dari pemahaman bahwa kasih dalam Kristen dan rahmat dalam Islam bisa berjalan seiring,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa momen Idul Adha merupakan media edukasi spiritual dan sosial bagi generasi muda. “Anak-anak bisa belajar nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama,” katanya.
Secara teknis, pelaksanaan kurban berjalan lancar tanpa kendala. Seluruh proses telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari logistik hingga teknis penyembelihan. Menutup keterangannya, Idris Amali berharap momentum Idul Adha dapat memperkuat solidaritas sosial serta memperdalam nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
“Mari kita jadikan kurban sebagai momentum membangun kebersamaan lintas iman dan memperkuat nilai sosial di masyarakat kita,” pungkasnya. (HG)