LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Tak meletus besar lagi setelah Senin, 7 Juli 2025 pagi, Gunung api Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi besar, Jumad 2 Agustus 2025 pukul 20.48 WITA, dengan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 10.000 meter, disertai lontaran api pijar.
Dentuman bergemuruh kuat memicu Lontaran abu vulkanik berwarna kelabu tebal ke arah barat dan barat laut, disertai api pijar ini terekam di Seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3mm, selama kurang lebih 3 menit 40 detik.
Demikian laporan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, yang diperoleh Wartawan, Jumat (2/8/2025) malam.
Saat ini, sebut Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dalam rilisnya, status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki berada pada level IV Awas.
“Semua pihak, termasuk Masyarakat, Pengunjung atau Wisatawan diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta tidak boleh melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan sektoral barat daya serta timur laut sejauh 7 Km dari pusat letusan,”tulis Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Selain itu, semua pihak pun mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan berintensitas tinggi, terutama di wilayah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawokote.
Masyarakat pun diingatkan selalu memakai Masker jika beraktivitas di ruang terbuka guna menghindari bahaya abu vulkanik bagi pernapasan.
Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Pululera pun meminta Pemda Flotim agar terus berkoordinasi, termasuk dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan Badan Geologi di Bandung.
Sementara itu, hingga berita ini tayang, belum ada informasi resmi terkait korban jiwa maupun material terkait dampak letusan Jumat (2/8/2025) malam tersebut.
Pantauan informasi yang beredar di Media Sosial, letusan ini mengagetkan dan memicu kepanikan massal di berbagai wilayah, dan direkam langsung warga melalui kamera ponsel, seperti diposting warga yang berada di pertigaan Nobo, kemudian di Nurabelen, Boru juga Konga.
Beberapa warga bahkan berteriak histeris dan ketakutan.
Di Desa Lewotobi Kecamatan Ile Bura, Kepala Dusun A Wilibrodus Suban Aran sempat mengumumkan kepada warga melalui corong desa agar tetap tenang dalam rumah dan jangan panik.
Bagi yang keluar rumah dihimbau agar wajib memakai masker dan tetap waspada.
Meski demikian, hingga pukul 22.00 WITA, suasana tetap aman, dan tak ada tanda-tanda hujan abu vulkanik mencapai Desa Lewotobi. (OLA)