
LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Kuatnya komitmen dan dukungan Penjabat Bupati Flores Timur, Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Felix Suban Hoda,S.S.,M.Ed dalam membangun kualitas pendidikan, serta memajukan sumber daya manusia di Flores Timur, dengan terus turun langsung meninjau sekolah di pedalaman yang sulit dijangkau, seperti SDI Kenariblolong, Filial Woloklibang, memang patut diacungi jempol.
Pasalnya, SDI Filial Woloklibang yang berada di pedalaman Kecamatan Adonara Barat, dengan kondisi jalan yang rusak parah dan menanjak, sulit untuk bisa diakses setiap saat dengan cepat, namun tak membuat keduanya tak menutup mata, apalagi mundur selangkah pun membangun SDI Filial Woloklibang.
Momentum pembuktian itu dimulai pada 28 Januari 2023 lalu, ketika Penjabat Bupati Flotim Doris Rihi turun dengan mengendarai sepeda motor saat melakukan kunjungan kerja perdana ke SDI Filial Woloklibang.
NK
Sebelumnya, Kadis PKO Flotim Felix Suban Hoda, juga turun melakukan kunjungan kerja ke SDI Filial Woloklibang, dengan mengendarai sepeda motornya, 20 Juli 2022.
Bukti nyata kuatnya komitmen untuk memajukan SDI Filial Woloklibang yang baru didirikan tahun 2009 itu menunjukkan keberpihakan Pemda Flotim yang tinggi terhadap nasib anak-anak di pelosok Adonara Barat yang memiliki semangat dan motivasi yang luar biasa untuk belajar dan berkarya, walaupun punya banyak keterbatasan.
“Dan, berkaitan dengan keterbatasan ini Pemda Flotim telah 2 Ruang Kelas Belajar (RKB) dan Sanitasi Toilet, serta rahabilitasi ruang kelas yang terdampak longsoran.
Dukungan yang sama akan berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang,”ujar Kadis PKO Flotim Felix Suban Hoda, dalam keterangan Persnya kepada Wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.
Ia juga menceritakan, telah beberapa kali turun langsung dengan sepeda motor kesayangannya GL Max menaklukan medan jalan berbatuan yang buruk ke SDI Filial Woloklibang tersebut.
“Ah, itu bagi Saya sudah biasa. Bukanlah hal yang menyulitkan.
Memang, korbannya motor banyak alami kerusakan, tapi itulah resiko dari tanggung jawab sebagai pelayan publik.
Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, harus tetap dikerjakan.
Bahkan, saat musim hujan lebat juga Saya tetap pergi,”katanya, mengisahkan betapa serunya bertarung melawan kondisi jalan yang sulit dan rusak ke SDI Filial Woloklibang, tersebut.
Menurutnya, komitmen yang teguh ini selalu diingatkan Penjabat Bupati Flotim Doris Rihi saat turun ke SDI Filial Woloklibang, Januari 2023 lalu.
Bahwasannya, walaupun SDI Filial Woloklibang ini bukanlah sekolah inti, juga karena jaraknya jauh dan terbatasnya dana, tetapi tetap harus dibangun.
Pasalnya, dengan adanya ruang kelas belajar, sanitasi toilet, juga perabot, dan semakin lengkapnya Sarana prasarana sekolah kedepannya, maka anak-anak Desa Woloklibang dapat bersekolah dengan baik, tanpa harus menempuh jarak yang jauh dan berbahaya.
Lebih lanjut dikatakannya, aspek pemerataan secara wilayah juga mulai terpenuhi, kendatipun fasilitas sekolah yang memadai berada di sekolah inti.
“Kita optimis, dengan perhatian Pemda Flotim kali ini, yakni: membangun 2 ruang kelas belajar, pemenuhan tenaga guru, buku pelajaran, sanitasi toilet, akan membuat pelayanan pendidikan di SDI Filial Woloklibang akan semakin membaik dari waktu ke waktu.
Demikian pula, mutunya pun semakin meningkat.
Kami akan terus turun ke SDI Filial Woloklibang dan juga sekolah lainnya, untuk mendengarkan masukan secara langsung dari lapangan, untuk disikapi sesuai mekanisme yang berlaku
Misalnya, saat longsoran Bulan April 2023 di SDI Filial Woloklibang, akibat curah hujan tinggi, Kami turun langsung identifikasi tingkat kerusakan dan memastikan kegiatan Kelas Belajar Mengajar berjalan normal,”bebernya.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen terus berjuang untuk atasi situasi sulit di SDI Filial Woloklibang itu, dengan berkoordinasi bersama para guru, Kepala Desa, Aparat Desa, Tokoh Masyarakat dan Warga Desa.
Saat ini, SDI Filial Woloklibang memiliki 60 siswa, dengan 6 rombongan belajar. Tenaga Gurunya 7 orang, dimana 1 Guru ASN, 4 Guru PPPK, 1 Guru Honor Daerah dan 1 Guru Honor Komite. (OLA)