Mie Instan Singkong dan Kelor DiLaunching Hari Ini, Bunda Julie Berharap Program Kelor Terus Dilanjutkan

Ke-4 dari kanan Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat foto bersama saat Launching Mie Instan bahan baku Singkong dan Kelor di Kantor Dekranasda NTT, Jumat (30/12/2022). (Foto: Istimewa).

KUPANG, RANAKANEWS.com- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat meminta agar program Kelor terus dilanjutkan.

“Tahun depan, masa jabatan saya sebagai Ketua Dekranasda selesai. Tapi program Kelor harus dilanjutkan,” kata Bunda Julie sapaan akrabnya bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Maria Fransiska Nae Soi saat launching Mie Instan bahan baku Singkong dan Kelor di Kantor Dekranasda NTT, jumat (30/12/2022).

Anggota DPR RI Komisi IV ini menjelaskan, program Kelor harus dilaksanakan lintas sektor oleh semua pihak terkait, selain Dekranasda NTT dan PKK  NTT.

Menurutnya, Kelor selain menjadi komoditi unggulan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, juga untuk penurunan Stunting di NTT lewat program PMT atau Pemberian Makanan Tambahan bagi Balita Stunting di NTT.

“Selama ini PKK dan Dekranasda sudah laksanakan dengan baik, sampai  menghasilkan Mie Kelor. Saya maunya Program Kelor dilaksanakan lintas sektor. Kita lagi perjuangkan agar PMT nasional dan daerah harus menggunakan Kelor,” ungkap Bunda Julie.

Dikatakan Bunda Julie melaunching Mie Instan dari bahan baku Ubi kayu atau Singkong dan Kelor guna mengantisipasi krisis pangan pada 2023 mendatang.

Bunda Julie menjelaskan, Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi resesi di seluruh dunia yang diprediksi terjadi pada 2024 mendatang.

Salah satu yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan pangan dalam negeri. “Kita sering mendengar Pak Jokowi selalu bilang tahun depan itu tahun gelap dunia dalam arti ekonomi. Akibat covid dan perang antara Rusia dan Ukraina, membuat banyak Negara di dunia mengantri di Bank Dunia, untuk mendapatkan bantuan dana,” katanya.

Karena itu, menurut Bunda Julie, inovasi baru harus dipikirkan dari sekarang untuk dilakukan, sehingga tidak tergantung dengan produk luar, misalnya mie instan yang bahan bakunya didatangkan dari Ukraina.

“Jika banyak Negara yang bangkrut, apa dampaknya terhadap Indonesia khusunya NTT, jangan sampai produk yang biasa kita andalkan tiba-tiba hilang seperti mie instan. Produk mie instan selama ini lebih banyak dari Gandum. Gandum datang dari Ukraina dan saat ini Ukraina dilanda peperangan,” jelasnya.

Mie Instan yang dilounching terdapat dua pilihan yakni goreng dan kuah. “Mie Instan Singkong dan Kelor ini diberi nama “Be Pung Mie- Asli Orang NTT Pung” diproduksi Istri Wakil Gubernur NTT, Maria Fransiska Nae Soi.

“Beragam rasa dalam Mie Instan ini, ada rasa mie goreng spesial, mie kuah kari, original original kuah soto dan original ayam bawang,” sebut Bunda Julie.

“Beliau ini membina UMKM jadi banyak produk- produk yang beliau tangani, salah satunya mie instan ini. Empat jenis mie instan ini bahan dasarnya singkong atau ubi kayu dan dari kelor,” ujar Bunda Julie sambil tersenyum bangga dengan produk mie instan dari bahan dasar kelor itu.

Harapan Bunda Julie ini ternyata begitu juga yang diharapkan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Maria Fransiska Nae Soi yang juga Istri Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

“Mie Instan ini bisa juga digunakan untuk pemberian makanan tambahan  (PMT) di Posyandu, serta mencegah stunting. Seratus persen organik dan seratus persen asli NTT. Kita harus berinovasi sesuai arahan Pak Gubernur tentang NTT Provinsi Kelor. Dengan diproduksinya Mie Instan berbahan dasar lokal ini bisa membantu petani singkong maupun kelor di NTT,” ungkapnya.

Ny. Maria Fransiska menjelaskan bahwa bahan dasar Mie Instan dari Ubi Kayu atau Singkong. Bumbu Mie Instan ini yang diprodukasi seperti Kecap dibuat bukan dari Kedelai, tetapi gula pohon lontar.

Untuk diketahui, Mi Instan “beta pung mie” untuk sementara bisa didapatkan di Toko Dekranasda NTT di Jalan Moch Hatta, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan harga Rp8000 per bungkus. (TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version