Momen ULTAH Kota Kupang dan Bank Indonesia Tarian Lufut Tercatat Rekor MURI

Pemkot Kota Kupang foto bersama saat menerima piagam Pencatatan Rekor MURI Pagelaran Tari Lufut Tercatat Penari Terbanyak, Jumat (28/4/2023) di Lapangan Rujab Gubernur NTT.

KUPANG, RANAKANEWS.com – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  Kota Kupang bertepatan dengan HUT Bank Indonesia (BI) ke-70 Tahun yang jatuh pada Jumat, 28 April 2023.

Gelar pesta rakyat Gema Rupiah (Gerakan Menjaga Rupiah) yang digelar Bank Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang (Pemkot) menggelar kegiatan Tari Lufut oleh penari yang terbanyak.

Pagelaran Tarian Lufut diawali dengan pelepasan balon oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus H. Hadjoh, SH dan Kepala BI NTT, Donny H. Heatubun disaksikan ribuan Penari.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Donny H. Heatubun kepada awak media di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (28/4/2023).

Ia mengungkapkan bahwa Gema Rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT bekerjasama dengan Pemkot Kupang.

“Bagian dari edukasi kami Bank Indonesia, kenapa harus cinta, kenapa mesti kita bangga dan kenapa kita mesti paham. Jadi sejak dini kita edukasi adik adik kita di sekolah SD, SMP supaya lebih, khusus mencintai rupiah ini sebagai simbol kedaulatan kita; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” terang Donny.

Kegiatan yang diikuti penari dari 74 Sekolah Dasar (SD) dan 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP) pencatatan rekor Muri ini diraih 3 ribu, dan melibatkan Perbankan, UMKM dan OJK tersebut tambah Donny bahwa, “Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kami, dimana selalu ada festival ekonomi keuangan digital Indonesia, jadi, disetiap provinsi kami melakukan kegiatan nah kebetulan pada saat kami melakukan itu bertepatan dengan HUT Kota Kupang, jadi, sebagai bagian kegiatan itu sekaligus memperingati HUT Bank Indonesia ke-70,” imbuh Donny.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami menyebut  bahwa 2770 merupakan dua momentum penting yang dirayakan; Kota Kupang dan Bank Indonesia.

“27 itu menunjukkan ulang tahun Kota Kupang sebagai daerah otonom. Tahun ini ke-27. Sedangkan angka 70 merupakan Ulang Tahun  Bank Indonesia  Tahun 2023,” terang Dumul.

Lanjut Dumul menambahkan, “Hari ini kita mencatat rekor Muri dengan Penari Tarian Lufut terbanyak di Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya mengusulkan beberapa tarian seperti Pado’a, Roka Tenda, Tarian Lufut dan beberapa lainnya.

Dan yang menyetujui Tarian Lufut itu pihak MURI karena menurut mereka belum pernah ditarikan dalam jumlah yang banyak seperti sekarang ini,” jelas Dumul.

Menurutnya Tarian asal Timor itu bermakna kekompakkan dan gotong royong.

“Teman-teman lihat ada pegangan tangan, Gerakan kaki tangan dan pinggil itu berarti ada gotong royong dan kekompakkan disitu,” terang Dumul.

“Kita dapat meningkatkan mutu pendidikan kita kalau semua stakeholder baik orangtua, siswa, guru dan kepala sekolah serta dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Kupang bersinergi meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kupang,” kata Dumul.

Tentang Tarian Lufut

Tari Lufut atau lebih dikenal Bonet adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tarian ini dianggap sebagai tarian masyarakat Pulau Timor yang paling tua.

Bonet ini melambangkan semangat serta kebersamaan. Tarian ini dilakukan oleh banyak orang, sekitar 20 orang atau lebih.

Direktur Marketing Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Ignatius Awan Rahargo (kiri) didampingi Deputi Kantor Perwakilan BI NTT, Daniel Agus Prasetyo saat memberi keterangan kepada awak media di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (28/4/2023) Sore.

Sementara itu, Direktur Marketing Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Ignatius Awan Rahargo  mengakui bahwa, “Ini adalah catatan rekor MURI yang pertama oleh karenanya ini akan dikukuhkan sebagai pagelaran Tari Lufut terbanyak di Indonesia bahkan di dunia karena kami yakin seni tradisi budaya Indonesia ini hanya ada di Indonesia tidak ada di negara-negara lain dan ini tentunya bagian dari upaya apresiasi setingi-tingginya dari lembaga pencatat rekor MURI kepada kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT dan juga Pemerintah Kota Kupang dalam penyelenggaraan acara hari ini,” ujar Awan di Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan perhitungan jumlah peserta tarian dengan metode perhitungan manual terdapat 2.770 orang yang terlibat, namun setelah di cek lagi jumlahnya ada sekitar 3.000an yang terlibat. Jadi momentum penyelenggaraan ini karena dalam peringatan HUT ke-27 Kota Kupang dan 70 Tahun Bank Indonesia, maka angka yang tercatat resmi di MURI adalah 2.770,” tambah Awan.

Pihaknya mengharapkan, “Seni tradisi budaya yang ada ini akan tetap lestari dan tentunya ini sangat tepat sekali ketika penyelenggaraan tari ini dipergelarkan oleh anak-anak pelajar karena nantinya para pelajar inilah yang akan menjaga dan melestaraikan budaya khususnya tarian Lufut tersebut,” pungkas Awan. (RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version