Pagelaran Fashion Padu Padan Limbah Tenun Libatkan 45 Model Lokal, InfIuencer Serta Pengusaha UMKM

KUPANG, RANAKANEWS.com- Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 28 Oktober, Padu Padan Tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerjasama dengan JNE menggelar acara Fashion Show dengan tema “Recycled Handwoven

Tujuannya ingin memberikan sesuatu yang inspiratif melalui inspirasi trend dan edukasi bagi masyarakat dan pecinta mode, juga program kepedulian terhadap lingkungan dalam hal ini pemanfaatan kain limbah dari sisa tenun. Dan untuk para pecinta fashion Tenun Indonesia, seperti menggali identitas Indonesia, tidak hanya dari segi kriya, tapi juga perilaku, preferensi tampilan, dan lain sebagainya.

Demikian dikatakan Erwin Yuan selaku CEO Padu PadanTenun NTT kepada awak media usai acara  fashion show, di Gedung NTT Fair, Lasiana, Kota Kupang, NTT,  Minggu (24/10/2021).

Erwin menjelaskan bahwa pagelaran Fashion Padu Padan Limbah Tenun yang digelar tersebut, melibatkan 45 model lokal, InfIuencer serta beberapa pengusaha UMKM di Kota Kupang, NTT.

“Aplikasi aneka Tenun ikat yang dibuat dari kain perca yang ditempelkan kembali kepada busana jeans dan juga produk aksesoris tenun yang dibuat untuk mempercantik busana dan akan dipamerkan dalam Fashion Show ini, bertujuan untuk mengurangi limbah kain Tenun,” tutur Erwin.

Fashion Show Tenun  adalah gebrakan besar yang mendorong UMKM untuk dapat terus maju di era digitalisasi sekarang tapi dengan tetap mempertahankan nilai dari produknya.

“Ini merupakan impian saya yang sudah lama direncanakan, saya ingin sekali melakukan suatu event yang mengangkat tenunan khas NTT dalam bentuk peragaan busana khususnya limbah kain tenunan, yang saat ini telah tercapai. Meskipun masih ditengah pandemic level 2. Harapan saya semoga ini cepat berakhir sehingga untuk momen yang akan datang diharapkan lebih banyak lagi para pecinta mode untuk datang dan menyaksikan peragaan busana tenunan NTT,” ungkap Erwin.

Tahun ini, Padu Padan Tenun telah mempersiapkan beberapa rancangan dengan konsep produk yang mendukung upcycling, recycling, redesign, dan zero waste yang akan menjadi highlight dalam acara ini,” sambungnya.

Diakuinya, dukungan JNE sebagai sponsor utama yang menjadi partner di jasa pengiriman ke seluruh Indonesia bahkan manca negara.

“JNE sebagai sponsor utama kami tidak berhenti untuk terus memberikan dukungan dan pandangan baru supaya padu padan tenun bisa terus maju. JNE sendiri telah  memberikan banyak kontribusi baik dari segi moril maupun materiil serta gagasan dan ide-ide  sehingga terkonsep acara ini dalam sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM untuk memiliki daya saing dan respon terhadap digitalisasi global. Fashion Show merupakan yang pertama kali digelar di NTT,” ungkap Erwin.

“Hal ini selaras dengan tujuan JNE yaitu untuk mendorong dan bersama memajukan UMKM di seluruh Indonesia. Ditambah dengan taglinenya yakni connecting happiness, JNE sebagai sponsor utama kami tidak berhenti untuk terus memberikan dukungan dan pandangan baru supaya padu padan tenun bisa terus maju,” terang Erwin.

Terkait  tentang partner UMKM Kriya, tahun ini juga runway akan diisi Aksesoris etnik  selain dari Padu Padan Tenun persembahan partner yaitu Nice Handycraft dan koleksi dari Kios Kaos.

Fashion Show Padu Padan Tenun Bersama dengan JNE diharapkan dapat memperkuat Kota Kupang, terlebih Provinsi NTT sebagai pusat Tenun Ikat Khas dan acuan trend mode dengan kepedulian terhadap fesyen yang berkelanjutan di Indonesia.

Sehingga pada akhirnya dapat turut mewujudkan cita-cita bersama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai pusat tren mode global.

Erwin menambahkan, acara Virtual Fashion Show Padu Padan Tenun Bersama dengan JNE akan dilangsungkan pada 28 Oktober 2021 mendatang, melalui kanal Youtube Padu Padan Tenun dan juga Media Kita.

Ada beberapa Konsep panggung runway Virtual fashion Show kali ini pun dihadirkan dengan sentuhan yang berbeda, yakni dengan konsep one sight melibatkan 45 model, 6 dancer dan permainan Unfinished Instalation sebagai latar para model runaway, yang mana ditujukan agar bisa memberikan sebuah suguhan yang berbeda.

Menjawab tantangan di dunia digital, Recycled Handwoven Virtual Fashion Show juga akan meluncurkan fasilitas terbaru untuk para pengunjungnya. Fasilitas ini nantinya diharapkan dapat diintegrasi dengan kegiatan para sponsor, terutama yang memanfaatkan arus digitalisasi, salah satunya, website yang terintegrasi dengan showcase produk-  produk Kriya seperti buckethat, totebag, waistbag dari Padu Padan Tenun beserta yang di kerjakan oleh Nice Handycraft UMKM di Kota Kupang di NTT.

Di backstage, Virtual Fashion Show didukung oleh LT Pro sebagai Official Makeup Partner, music director dari Izhu Nisnoni kolaborasi dengan Rizal Masae jebolan dari Rising Star Indonesia, L-Zone, Radio favorit Atambua, jemmy academy dance, Asita, TCP.

Erwin juga menuturkan bahwa mereka bekerjasama dengan talent-talent anak muda kota Kupang agar memberikan kesadaran kepada kaum muda Millenial tentang fashion dari kain tradisional khususnya tenun NTT dan berpadu dengan bahan daur ulang agar menjadi suatu produk yang menarik serta mendukung zero waste agar mengurangi limbah sisa fashion.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Cabang JNE NTT, Emi Khilafat mengatakan bahwa dalam event akbar Padu Padan Tenun dari hasil Limbah Tenunan yang diprakasarsai oleh Erwin Yuan merupakan suatu karya yang patut di dukung dan di support dalam usaha. Mengangkat nilai limbah tenunan menjadi karya yang bernilai tinggi dan merupakan salah satu cara untuk mendorong para pengusaha UMKM dibidang tenun ikat di Kota Kupang dan seluruh Indonesia menghasilkan karya tentunan yang berkualitas  menarik sehingga bisa bersaing di kancah Internasional.

“Bersama memajukan UMKM di seluruh Indonesia dengan taglinenya yakni conneting happiness, JNE sebagai sponsor utama kami tidak berhenti untuk terus memberikan dukungan dan pandangan baru, agar supaya Padu Padan Tenun bisa maju dan terus melahirkan karya-karya yang luar biasa lagi  kedepan. Kami akan terus mendukung Padu Padan Tenun dalam setiap pagelaran yang digelar,” pungkas Emi. (MD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version