KUPANG, RANAKANEWS.com- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Leonardus Lelo, S.Ip., M.Si melantik Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan Pengurus Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) Partai Demokrat berlangsung di Restoran Celebes pada Senin (04 /09/2023).
Acara pelantikan diikuti oleh Ketua dan Pengurus DPC Partai Demokrat Kota Kupang, Ketua dan Pengurus Anak Cabang se-Kota Kupang, Ketua dan Pengurus Ranting Partai Demokrat se-Kota Kupang, para Calon Legislatif DPR RI, DPRD Provinsi NTT, DPRD Kota Kupang, dan Kader Partai Demokrat.
Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leonardus Lelo mengatakan, Pelantikan Pengurus DPAC dan DPRt hari ini tujuannya adalah konsolidasi untuk pemenangan Pemilihan Legislatif Pilpres dan Pilkada 2024 dan seterusnya.
“Mereka dilantik untuk memperteguh kebersamaan, juga untuk mengatur strategi kemenangan besar di 2024. Yang kedua, membangun jaringan kekuatan pemenangan di 2024. Harapannya Partai Demokrat untuk di Kota Kupang menjadi pimpinan DPRD Kota Kupang,” kata Leo Lelo kepada ranakanews.com disela-sela kegiatan pelantikan Pengurus DPAC dan DPRt se-Kota Kupang.
Lebih lanjut ia menyebutkan, “Target untuk DPR RI kita bisa berpeluang 2 kursi, untuk DPRD Provinsi 1 kursi, DPRD Kota Kupang target kita 8-10 kursi, maka kita dapat pimpinan DPRD Kota Kupang,” harap Anggota DPRD Provinsi NTT dari daerah pemilihan (Dapil) NTT 5 yang meliputi Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.
Ketika ditanya mengenai bakal Cawapres Ketua Umum Partai Demokrat Agus Murti Yudhoyono (AHY) yang tadinya akan mendampingi Capres Anies Baswedan lalu dipilihnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal Cawapres.
“Kalau bagi kami tidak ada masalah. Tetapi ketika politik itu yang perlu diterapkan oleh semua pimpinan partai ketika sudah membentuk koalisi, dan sudah berlangsung sekian lama. Jadi itu yang kekecewaan kita terhadap Pimpinan Ketua Umum Partai NasDem Pak Surya Paloh yang bersikap bertindak secara pribadi mengambil keputusan tanpa melibatkan dua partai lainnya yaitu partai Demokrat dan PKS.
Bagi kami tidak ada masalah. Kalau memang mau berkoalisi dengan partai lain lagi diluar tiga partai politik itu tapi komunikasi dan etika yang dibangun itu harusnya sejalan begitu jangan ditengah jalan copot dengan keinginan pribadi itu kan etika buruk. Masag seorang ketua umum partai tindakannya seperti gitu tidak beretika sama sekali dalam politik,” cetusnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, “Harapan kami kedepan pasti partai Demokrat. Karena di ADRT kita untuk menentukan calon Presiden, Wakil Presiden adalah keputusan ada di Majelis Tinggi Partai, maka kami menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Bapak SBY.
Yang jelas pasti juga pernyataan dari beliau akan mendengar suara dari daerah- daerah baik dari DPD maupun dari DPC dan seluruh pengurus sampai dengan ranting dan anak ranting.
Apa kata seluruh kader itu yang menjadi tolak ukur untuk menentukan siapa yang nanti diusung menjadi Capres dan Cawapres dari partai Demokrat. Apakah nanti kami juga ambil bagian menjadi salah satu Cawapres dalam koalisi itu atau tidak, itu nanti sangat tergantung koalisi partai ditingkat pusat.
Bahwa kita di daerah ini akan fokus memenangkan Partai Demokrat sambil menunggu arahan Ketua Umum AHY. Kemana pun AHY pasti kami dari rakyat mengikuti.,” tutup pria yang murah senyum dan ramah itu.
Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Panitia, Elbert Manafe, SE mengatakan, maksud dan tujuan terselenggaranya kegiatan ini adalah terbangunnya konsolidasi pengurus Partai Demokrat dalam rangka meraih kemenangan dan mensuksekan Pemilu Legislatif, Pemilu Capres dan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.
“Harapannya ya kita harus menang. Kota Kupang harus menang. Kalau target kita itu DPRD Provinsi 1 kursi untuk Dapil 1 Kota Kupang, DPR RI 2 kursi, DPD NTT targetnya itu, 6-8 kursi,” ujar Wakil Ketua 1 DPC Kota Kupang. (TD)
