Daerah  

Peduli Lingkungan Yayasan Stimulant Institue Gandeng DLH Sumba Barat Gelar Penanaman Pohon Bersama

WAIKABUBAK,RANAKANEWS.com – Peduli lingkungan program Bangun Generasi Tangguh dan Mandiri (BESTARI) Save the Children Indonesia melalui Yayasan Perkumpulan Stimulant Institue (PSI) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Barat menggelar penanaman pohon bersama Kamis (30/11/2023)di Halaman Kantor Desa Mamodu, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat NTT.Ditemui di lokasi kegiatan, perwakilan PSI menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat mencipatkan kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon. Selain itu, aktivitas ini pun untuk mendukung hari pohon sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 November. Ditegaskan kembali bahwa dengan menanam pohon bisa menyimpan cadangan air pada waktu hujan, mencegah terjadinya longsor. Pohon yang ditanam bisa menjadi investasi untuk anak dan cucu di masa depan, dan mereka bisa menikmati linkgungan yang aman dan nyaman dimasa mendatang.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Mamodu berterima kasih kepada PSI yang telah memberikan bibit pohon kepada mereka untuk ditanam. Menurut Kepala Desa Mamodu, gerakan gemar menanam jika dilakukan sejak dini dapat mengajarkan anak-anak untuk mempraktikan hal baik ini dikemudian hari. Harapannya, warga Desa Mamodu termasuk anak – anak dapat bergerak secara bersama-sama dalam menjaga, melestarikan, serta melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat, alam dan lingkungan, bangsa dan negara.Sementara itu Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DKIPS) Victor Dimu dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ungkapan terima kasih atas partisipasi dan kepedulian semua pihak terhadap kelestarian alam dan hutan. Kami berharap kegiatan positif terus kontinue dilakukan karena kelestarian hutan bukan tanggung jawab Perhutani saja, akan tetapi semua pihak ikut bertanggung jawab atas kelestarian hutan, karena fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan yakni menjaga tata air, menjaga kesuburan tanah, mencegah erosi dan entrusi air laut, mencegah abrasi, mencegah banjir.

saya menghimbau agar masyarakat dan anak – anak muda di Desa Mamodu juga harus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk mencegah bencana longsor atau kerusakan hutan,” ungkap Victor.

Turut hadir perwakilan peserta didik dari SMP Negeri 1 Lamboya. Sebagai wakil sekolah, dirinya merasa bangga karena sekolahnya berkesempatan mendapat program BESTARI. Saya ikut kegiatan BESTARI sejak diskusi kritis di sekolah, dan juga ikut ketika diskusi ini dilakukan di tingkat desa. Selanjutnya, dari PSi juga melatih kami tentang manfaat Biopori dan bagaimana cara mengembangkan Biopori. Lalu, dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan sampah padat dan cair. Informasi dari PSI bahwa lubang Bipori bisa digunakan sebagai penangkap air hujan dan juga pengomposan sampah. Sampah yang sudah jadi kompos, bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman. Nah, pohon yang ditanam, bisa tumbuh dengan baik jika menggunakan sampah dari Bipori. Saya sangat senang bisa ikut dalam kegiatan BESTARI. Semoga gerakan ini, bisa bantu kami cegah kekeringan yang terjadi saat ini.
Menutup pembicaraan, wakil sekolah menyeruhkan kepada peserta aksi tanam pohon untuk mau mengambil bagian dari kegiatan ini. Tolong ajarkan kami bagaimana cara menjaga lingkungan? sehingga dikemudian hari, kami juga bisa melatih dan mengajarkan generasi berikut dari apa yang kami terima saat ini.(yb/rn)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version