Pelatihan dan Peningkatan Kualitas Pola Pendidikan Kristen bagi Guru TK GMIT Koinonia dan SD GMIT Kuanino 1, 2, dan 3 Kupang

Foto bersama disela-sela Kegiatan Pelatihan dan Peningkatan Kualitas Pola Pendidikan Kristen, Jumat (16/5/2025).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan Kristen yang holistik dan relevan dengan tantangan zaman, Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Profesional Jemaat GMIT Koinonia Kupang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Peningkatan Kualitas Pola Pendidikan Kristen selama dua hari, pada Jumat–Sabtu, 16–17 Mei 2025 di Gedung Kategorial Gereja.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta guru dari TK GMIT Koinonia dan SD GMIT Kuanino 1, 2, dan 3. Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Koinonia Kupang: Pdt. Dorkas Ndolu-Aduhaning, S.Th, berkat kolaborasi program dengan Pascasarjana Universitas Nusa Cendana Kupang, yang disampaikan oleh Direktur Program Pascasarjana Undana: Prof. Tans Feliks, B.Ed, M.Ed., Ph.D, serta dihadiri oleh berbagai narasumber profesional dari berbagai institusi, yaitu: Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana Kupang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, HIPMI NTT, Pdt. Pendamping UPP Profesional Jemaat GMIT Koinonia Kupang.

Kegiatan hari pertama difokuskan pada pemahaman dan praktik pengelolaan lingkungan sekolah serta mitigasi bencana, termasuk simulasi “Mitigasi Bencana”. Hari kedua diisi dengan materi mendalam mengenai manajemen pembelajaran berbasis Deep Learning, peran guru sebagai konselor, serta penerapan nilai-nilai iman Kristiani dalam proses pendidikan pada era digital.

“Salah satu capaian penting dari pelatihan ini adalah tersusunnya Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang komprehensif, berisi enam aksi nyata yang akan dilaksanakan mulai Juli hingga Desember 2025. Rencana ini mencakup pelaksanaan IHT, pembentukan Tim Manajemen Lingkungan, coaching untuk siswa bermasalah, integrasi nilai-nilai Kristiani dalam pembelajaran era digital, hingga kunjungan studi pengelolaan sampah kota Kupang dan diimplementasikan dalam bentuk program dan proyek bersama di sekolah,” jelas Harry K.F. Ledoh, Pengurus Pelayanan Profesional Jemaat GMIT Koinonia Kupang.

Lebih lanjut Harry Ledoh mengatakan, “Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas guru secara akademik dan spiritual, tetapi juga mampu membentuk budaya sekolah yang sehat, peduli lingkungan, serta berkarakter Kristiani,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMKN 4 Kupang. (*)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version