
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Beberapa kali musibah terbakarnya Kapal Motor pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pelabuhan Larantuka, membuat otoritas Syahbandar Larantuka meminta Pemda Flotim segera memikirkan Pelabuhan Khusus bongkar muat BBM, karena Pelabuhan Larantuka bukanlah untuk bongkar muat BBM, sehingga tak penuhi standar operasional pelayanan.
Dan, kedepannya bisa ditutup dan dihentikan aktivitas bongkar muat BBM jika ada kejadian lagi.
“Saya kira, Pemda segera pikirkan dari sekarang untuk Pelabuhan Khusus bongkar muat BBM, karena Kami sudah diingatkan berulang kali oleh pihak Syahbandar Pusat dan Propinsi Nusa Tenggara Timur, sejak kejadian terakhir terbakarnya Kapal Motor pengangkut BBM Trans Floreti 05,”ujar Kepala Syahbandar Pelabuhan Larantuka Agustinus Suprijanto.R.,S.Sos kepada Wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.
Agustinus Suprijanto dikonfirmasi terkait langkah Syahbandar Larantuka kedepan untuk antisipasi agar kejadian naas terbakarnya Kapal Motor pengangkut BBM tak terulang lagi.
Sekaligus Wartawan juga bertanya apakah benar Pelabuhan Larantuka bakal ditutup untuk aktivitas bongkar muat BBM dalam waktu dekat?
Agustinus menjelaskan, pihaknya hingga kini belum melakukan penutupan aktivitas bongkar muat BBM di Pelabuhan Larantuka lantaran pertimbangan kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat di Pulau Adonara dan Lembata terhadap Bahan Bakar Minyak setiap hari, dan juga perputaran roda perekonomian secara keseluruhan di Adonara dan Pulau Lembata.
“Namun, perlu diketahui bahwa Pelabuhan Larantuka adalah Pelabuhan Rakyat dan Pelni, yang sebenarnya tidak boleh ada aktivitas bongkar muat BBM.
Apalagi, tak didukung oleh Standar Operasional Pelayanan (SOP) yang optimal.
Sehingga diharapkan Pemda Flotim jangan berpangku tangan, tapi mulai memikirkan langkah bersama PT.Pertamina membangun Pelabuhan Khusus bongkar muat BBM di Larantuka dan Adonara, serta Solor,”ujar Agus.
Dibagian lainnya, Agus Suprijanto juga ungkapkan, Pemerintah Kabupaten Lembata telah merespons soal ini dengan sudah berbicara menyiapkan kapal khusus pengangkut BBM dalam waktu dekat sejenis KMP Fery, yang langsung mengangkut BBM dari Maumere ke Lembata.
“Saya dapat informasi DPRD dan Bupati sudah melakukan rapat pembahasan hal ini untuk secepatnya bisa direspons,”kata Agus, menambahkan.
Anggota DPRD Flotim Fraksi Partai Gerindra, Andi Liwun kepada Wartawan di sebuah kesempatan juga melontarkan pandangannya, meminta Pemda Flotim melalui Bupati-Wakil Bupati, Anton Doni-Ignas Uran agar melakukan terobosan lompatan jauh membangun pelabuhan khusus bongkar muat BBM di Larantuka, Adonara dan Solor.
“Saya kira, Bupati-Wakil Bupati Anton Doni-Ignas Uran sudah mulai memikirkan hal ini secepatnya dibangun,”tukasnya.
Bupati Anton Doni masih bungkam soal rencana ini saat dikonfirmasi Wartawan belum lama ini di ruang kerjanya.
Demikian pula, pasca kejadian naas menimpa Kapal Motor pengangkut BBM PT.Trans Floreti 05 terbakar, belum ada pernyataan tegas Bupati Anton Doni soal langkah Pemda Flotim terkait kenyamanan dan keselamatan bagi aktivitas bongkar muat BBM di Pelabuhan Larantuka, serta perlu segera dibangun pelabuhan khusus Bongkar Muat BBM.
Anton Doni-Ignas Uran yang tenar dengan tagline Lompatan Jauh lebih suka mengerjakan hal lain seperti Hari ini Kamis 24 April 2025 membuka Festival Bale Nagi (FBN) 2025, dalam rangka menarik minat peziarah Semana Santa untuk lebih lama tinggal di Flotim, meskipun Peziarah sudah pulang meninggalkan Flotim pasca malam Prosesi Jumad Agung hingga Sabtu 19 April dan Senin 21 April 2025 sampai Rabu 23 April 2025.
Salah satu Tokoh Masyarakat Flotim yang juga mantan Anggota DPRD Flotim kepada Wartawan mengatakan, Bupati-Wakil Bupati Anton Doni-Ignas Uran sebaiknya melakukan terobosan yang lebih penting seperti membangun pelabuhan khusus bongkar muat BBM di Larantuka, Adonara dan Solor, ketimbang terjebak ikut rutinitas kerja Kepala Dinas, seperti Dinas Pariwisata yang gelar FBN 2025 hanya untuk habiskan dana, lalu ujung-ujung masuk kantong pribadi.
“Gelar FBN kan uang keluar sewa Panggung, Sound System’, Band, Tenda, Honor panitia, Keamanan dan lainnya.
Pemasukan buat daerah kan nol.
Tapi bangun pelabuhan khusus bongkar muat BBM kan ada PAD yang masuk setiap hari.
Jadi, sebenarnya ini yang harus dilakukan kalau mau buat lompatan jauh.
Bukan terjebak ikut rutinitas Kepala Dinas Pariwisata dan Sekda Flotim,”ujar sumber kuat, yang enggan ditulis identitasnya.
Diketahui, hingga kini ada 7 buah SPBU yang ada di Kabupaten Flores Timur, dan Lembata, namun belum ada Pelabuhan Khusus bongkar muat BBM. (OLA)