Pemerintah Kota Kupang Ingatkan Warga Manfaatkan Skrining Gratis

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H, dalam dalam kegiatan Skrining TBS Terintegrasi di halaman Rumah Ketua RT 032/RW 013, Yoppy Benu, di Jl. Oebolifo 1, Kelurahan Sikumana, Kec Maulafa, Kota Kupang, Senin (5/10/2026). (Foto:TD)

KUPANG, RANAKANEWS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan RSUP dr. Ben Mboi dan Puskesmas Sikumana terus memperkuat langkah preventif dan deteksi dini penyakit menular serta tidak menular di tengah masyarakat.

Salah satu terobosan besar yang tengah digencarkan adalah pelaksanaan program terintegrasi antara pelacakan kontak (tracing) Tuberkulosis (TBC) dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).

Langkah jemput bola ini dihadirkan untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara komprehensif. Melalui strategi gabungan ini, pemerintah ingin memastikan warga tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum secara berkala, tetapi juga terselamatkan dari risiko penularan penyakit menular yang kerap tersembunyi di lingkungan permukiman.

Kegiatan tersebut dihadiri Pemkot Kupang yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H, Tim Dinas Kesehatan Kota Kupang, Tim Nakes Puskesmas Sikumana, dan Tim RSUP dr.Ben Mboi.

Kegiatan PKG ini meliputi berbagai jenis pemeriksaan, seperti pemeriksaan umum, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah serta gratis skrining TBC, foto thorax/rontgen dada menggunakan X-Ray. Bertempat di halaman Rumah Ketua RT 032/RW 013, Yoppy Benu, di Jalan Oebolifo 1 Sikumana, Kec. Maulafa,Kota Kupang, Senin (5/10/2026).

Petugas dari Puskesmas Sikumana terlihat antusias dalam melayani para warga yang hadir secara bergiliran.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada warga yang hadir.

Ia menilai program ini sangat bagus karena masyarakat setiap tahunnya bisa mendeteksi secara dini terhadap perkembangan kesehatannya.

“Untuk warga RT 032/RW 013 bisa memanfaatkan program nasional ini. Gunakan sarana ini untuk memeriksakan kesehatan. Karena ini sarana yang disiapkan oleh pemerintah untuk kita. Dengan adanya pemeriksaan ini masyarakat bisa mendeteksi penyakit apa yang dideritanya sehingga bisa ditangani sebelum menjadi lebih serius,” tambah Ignasisus Lega di sela-sela kegiatan.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis merupakan wujud negara hadir guna membentuk masyarakat sehat, Indonesia kuat. “Dengan program layanan gratis ini masyarakat jadi tahu penyakit apa yang diidapnya. Cek kesehatan untuk tindakan preventif,” paparnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah pemeriksaan kesehatan secara rutin sekaligus mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Tujuan dan Manfaat Tracing TBC

Deteksi dini: Menemukan kasus infeksi TBC baru lebih awal pada orang terdekat sebelum gejalanya menjadi parah.

Memutus rantai penularan: Mencegah bakteri TBC menyebar lebih luas di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pengobatan cepat: Memastikan orang yang terinfeksi atau bergejala segera mendapat penanganan medis yang tepat.

Skrining TBC dengan Portable X-Ray untuk Percepat Deteksi Dini Menuju Eliminasi 2030

Petugas Proteksi Radiasi (PRR) atau Radiografer RSUP dr.Ben Mboi Kupang, Christo, mengatakan penggunaan portable X-Ray memungkinkan skrining dilakukan lebih cepat, efisien, dan menjangkau masyarakat langsung di lokasi sasaran tanpa harus datang terlebih dahulu ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan jemput bola ini diharapkan mampu memperluas cakupan penemuan kasus TBC di masyarakat.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif guna mempercepat deteksi dini sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS TBC) di Kota Kupang khususnya warga RT 032/RT 013 yang bertujuan menemukan kasus sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan rantai penularan dapat ditekan.

Ia mengatakan, Masyarakat yang hasil skriningnya menunjukkan dugaan TBC selanjutnya menjalani pemeriksaan konfirmasi melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) sesuai standar nasional. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar penegakan diagnosis sebelum pasien memperoleh pengobatan.

Lebih lanjut, Christo mengatakan strategi Active Case Finding akan terus diperkuat agar semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan sejak tahap awal.

Diharapkan semakin banyak kasus ditemukan pada tahap awal sehingga rantai penularan dapat diputus, angka keberhasilan pengobatan meningkat, dan target Eliminasi TBC Nasional Tahun 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.

Harapan Masyarakat dengan Adanya Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kristina Oki, salah satu warga yang hadir. Menurut dia, program pemerintah PKG sangat bagus. “Saya mengapresiasi kinerja pemerintah terkhusus Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai program nasional. Saya juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang, tentu sangat mendukung program pemerintah dan berterima kasih karena telah memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat.

Harapan saya sebagai masyarakat jika ditemukan penyakit dalam pemeriksaan harus ada langkah tindak lanjut yang jelas, seperti rujukan ke rumah sakit atau bantuan pengobatan bagi pasien yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 032/RT 0 13, Yoppy Benu, meminta warga untuk lebih aktif memanfaatkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang telah disediakan pemerintah.

Ia menilai, program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap kondisi kesehatannya, apalagi pemeriksaan ini diberikan tanpa biaya.

“Sebenarnya ini harapan kita terus digalakkan dan disosialisasikan khususnya di tingkat RT,” ujarnya. (TD)

 

 

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version