Salah seorang pedagang Pasar Puni, Candra, menyambut baik pelaksanaan revitalisasi drainase tersebut.(Foto: Diskominfo)
RUTENG, RANAKANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melakukan revitalisasi drainase sepanjang kurang lebih 500 meter di kawasan Pasar Puni, Jalan Bagung, Ruteng.
Pembangunan ini diharapkan dapat mengatasi persoalan genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan sekaligus meningkatkan kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan pasar bagi pedagang maupun pengunjung.
Berdasarkan informasi dari chanal Youtube RutengTV, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Manggarai, revitalisasi drainase tersebut merupakan bagian dari upaya penataan infrastruktur untuk mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan Pasar Puni.
Pasar Puni merupakan salah satu pusat aktivitas perekonomian masyarakat di Kabupaten Manggarai. Setiap hari, kawasan ini menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan jual beli yang melibatkan pedagang dan masyarakat dari berbagai wilayah. Karena itu, ketersediaan infrastruktur pendukung, termasuk sistem drainase yang memadai, menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan pasar yang nyaman dan tertata.
Namun, kondisi drainase yang belum optimal selama ini kerap menimbulkan persoalan genangan air, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Air yang menggenangi kawasan pasar berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan, menyulitkan pergerakan pedagang dan pengunjung, serta memengaruhi kebersihan lingkungan.
Selain mengurangi kenyamanan, genangan air juga dapat menyebabkan kawasan pasar terlihat kurang tertata. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pasar merupakan ruang publik yang setiap hari digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjalankan aktivitas ekonomi.
Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai kini melaksanakan revitalisasi drainase sepanjang kurang lebih 500 meter di kawasan Pasar Puni, Jalan Bagung, Ruteng. Pembangunan ini diharapkan dapat memperbaiki fungsi saluran air sehingga aliran air hujan dapat mengalir lebih lancar dan risiko genangan di sekitar pasar dapat dikurangi.
Salah seorang pedagang Pasar Puni, Candra, menyambut baik pelaksanaan revitalisasi drainase tersebut. Ia berharap perbaikan saluran air dapat memberikan dampak positif terhadap kenyamanan lingkungan pasar, terutama ketika musim hujan tiba.
Menurut harapan para pedagang, drainase yang berfungsi dengan baik akan membantu menjaga kondisi lingkungan tetap bersih dan mendukung kelancaran aktivitas jual beli. Dengan demikian, pedagang dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan lebih nyaman, sementara pengunjung dapat berbelanja tanpa terlalu terganggu oleh genangan air.
Di sisi lain, proses pengerjaan revitalisasi drainase saat ini masih berlangsung secara bertahap. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan di kawasan pasar yang tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengaturan pelaksanaan pekerjaan menjadi penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kegiatan perdagangan yang berlangsung di sekitarnya.
Pelaksana pekerjaan, Bernadianus Adiguna Stenga, menjelaskan bahwa dari sisi teknis, pengerjaan di lapangan sejauh ini belum mengalami kendala berarti. Meski demikian, terdapat persoalan yang turut memengaruhi kelancaran pelaksanaan pekerjaan, yakni kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM.
Ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, terutama untuk menunjang operasional peralatan dan mobilitas yang diperlukan selama proses pengerjaan. Apabila pasokan BBM mengalami hambatan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas pekerjaan di lapangan.
Oleh karena itu, dukungan berbagai pihak diharapkan dapat membantu mengatasi kendala yang muncul selama proses pembangunan. Dengan ketersediaan kebutuhan pendukung yang memadai, pengerjaan revitalisasi drainase diharapkan dapat terus berjalan sesuai rencana hingga selesai.
Revitalisasi drainase Pasar Puni menjadi salah satu langkah penataan infrastruktur di Kabupaten Manggarai yang berorientasi pada peningkatan kualitas fasilitas publik. Keberadaan drainase yang baik tidak hanya berfungsi mengalirkan air hujan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan perdagangan.
Apabila saluran air berfungsi secara optimal, potensi genangan saat hujan dapat ditekan. Kondisi tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan pasar yang lebih bersih, sehat, dan higienis, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat yang berkunjung.
Selain pembangunan infrastruktur, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga memiliki peran penting. Pedagang dan pengunjung diharapkan tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase karena dapat menghambat aliran air dan mengurangi fungsi saluran yang telah diperbaiki.
Perawatan fasilitas yang telah dibangun perlu dilakukan secara bersama-sama agar manfaat revitalisasi dapat dirasakan dalam jangka panjang. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kawasan Pasar Puni diharapkan semakin tertata dan mampu mendukung aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap revitalisasi drainase ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi persoalan genangan air saat musim hujan. Perbaikan infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu menciptakan suasana pasar yang lebih nyaman, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung kelancaran aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Puni.
Revitalisasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemeliharaan infrastruktur dan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan drainase yang lebih baik dan lingkungan pasar yang terjaga, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih lancar.
Pasar Puni bersih, aktivitas perdagangan nyaman, ekonomi Manggarai semakin maju.(WG)
