Pemkab Sumba Barat Perlu Dukung Tenun Ikat pada Masing-masing Wilayah Kecamatan; Desain Mengikuti Kemauan Pasar dengan Hak Cipta

Oleh: Melkianus Pote Hadi, S.Th, S,Pd., M.Pd

Beberapa waktu lalu, penulis melihat postingan Facebook  Nona Asty Kulla bersama kelompok Tenun Ikat Karaja, ada harapan besar dari kelompok Tenun Ikat.

Salah satu Founder EGK, mengatakan salah satu tujuan mulia terbentuk kelompok ini adalah agar menunjang kemandirian ekonomi dimasa pandemi bagi pelaku kreatif potensi lokal yaitu Tenun Ikat Karaja dengan bahan pewarna alam.

Menjaga kearifan lokal budaya yang tercurahkan dalam setiap ukiran motif Karaja dengan proses yang panjang.

Sebelumnya sudah berada diambang terancam “terlupakan” karena alasan prosesnya susah, lama, rumit, bila  disandingkan dengan proses instant yg sebenarnya malah melunturkan keaslian nilai budaya, nilai-nilai perjuangan para pendahulu untuk membuat sebuah karya yg kini menjadi kekayaan untuk generasi sekarang bahkan menjadi tawaran solusi ekonomi mandiri.

Penulis berharap bahwa Tenun Ikat perlu mendapat dukungan serius dari Pemerintah dengan baik dan mengikuti kemauan pasar.

Desain Tenun dengan Baik dan Mengikuti Kemauan Pasar, dengan Hak Cipta masing-masing Tenun Ikat kita, dengan tujuan agar tidak ada eksploitasi motif oleh daerah lain.Sumba Barat.

Penulis menegaskan perlu mendorong kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tekun tenun ikat,  Industri Kecil Menengah (IKM).

Perlu mendorong program kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, (Kemendristek RI), Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumba Barat.

Penulis  mendorong sekali kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tenun, kita dorong program pemerintah dalam layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha demi merintis usaha mandiri yang dibimbingi oleh mitra usaha, meningkatkan keahlian dan kemampuan para pegiat IKM agar terus mempertahankan kualitas produk tenun sehingga memiliki kualitas yang baik.

Pasar kita sekarang,  kebutuhan tenun kita saat ini bukan hanya di pasar lokal akan tetapi sudah menjangkau keseluruh dunia.

Buatlah tenun kita dengan desain yang baik. Kita tidak kurang tenaga yang terampil dan bisa menjadi wirausaha milenial yang dibanggakan di Sumba Barat.

Penulis berharap dengan adanya sinergi dari Dekranasda dan Pemerintah Daerah, kita dapat melahirkan para wirausahawan yang akan menciptakan rintisan usaha yang kompetitif dan dapat memenangkap peluang pasar dengan baik.

Penulis: Dosen pada salah satu Universitas Swasta di Kota Kupang- NTT

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version