KUPANG, RANAKANEWS.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmennya dengan tagline “Undana Berdampak” melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mitra kegiatan yakni Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Literasi Flobamorata (KSP Batera).
Kegiatan pendidikan dan pelatihan bertajuk “Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) berbasis Aplikasi Digital pada Koperasi Simpan Pinjam BATERA” yang dilaksanakan di Kupang 21 Juni 2025.

Tim pelaksana kegiatan yakni Dr. Ir. Silvester Tena, S.T., M.T., IPM, Dr. Petrus Emanuel de Rozari, M.Si, dan Nursalim, S.T., M.T. Mahasiswa dari Prodi Teknik Elektro juga terlibat dalam pelatihan ini.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Dr.Detji Nuban, S.H., M.Hum mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabddian Kepada Masyakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana.
Dr. Detji menyampaikan bahwa kolaborasi disiplin Ilmu Ekonomi dan Teknik Elektro dapat memberikan sumbangsih berharga dan berkelanjutan bagi kemajuan KSP Batera.
Tim Pelaksana kegiatan memiliki kapasitas yang sangat memadai untuk membantu mitra dalam mengembangkan kegiatan simpan pinjam baik untuk pelaporan keuangan maupun aplikasi digital koperasi.
“Pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas lembaga ekonomi masyarakat, khususnya KSP Batera, melalui pemanfaatan teknologi dan standar akuntansi yang tepat,” jelas Dr. Detji.
“Universitas Nusa Cendana mendorong para Dosen untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu,” jelas Dr. Detji sebagai Koordinator Pusat Studi HAM, Gender, Anak dan Kependudukan LPPM Undana.
Tim pengabdian UNDANA memberikan pelatihan dan pendampingan teknis kepada Pengurus dan Pengawas KSP BATERA dalam penggunaan aplikasi digital yang telah disesuaikan dengan prinsip-prinsip SAK EP.
“Pelaksanaan program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan koperasi agar lebih transparan, akuntabel, dan dapat diandalkan. Implementasi SAK EP sangat penting bagi koperasi agar laporan keuangannya disusun secara sistematis dan memenuhi standar. Dengan digitalisasi, proses penyusunan laporan akan jauh lebih efisien dan akurat,” ujar Petrus Emanuel de Rozari, M.Si, dosen akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDANA.
Dr. Petrus menyampaikan bahwa sejak Januari 2025 pemerintah mewajibkan semua lembaga koperasi simpan pinjam wajib menggunakan SAK EP, namun perlu disesuaikan dengan sumber daya yang ada di koperasi.
Perihal KSP Batera adalah koperasi baru maka penyesuaian dilakukan seperlunya yang terpenting dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota pada saat Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Untuk transformasi aplikasi digital koperasi, perlu mempersiapkan standar operasional prosedur dan standar operasional manajemen sehingga memudahkan dalam penerapannya.
Hal ini lebih berkaitan dengan proses pinjaman beserta pengembaliannya yang selama ini menjadi tantangan bahwa dalam kenyataan anggota sering mencicil tidak tepat waktu dan tidak tepat jumlah. Untuk koperasi simpan pinjam kegiatan kredit adalah jantung usahanya sehingga harus ditata secara baik dan perlu edukasi yang terus menerus kepada anggota. Apalagi KSP Batera akan menerapkan aplikasi digital koperasi.
Penerapan aplikasi digital memudahkan pelayanan khususnya dari sisi pengelola, dikatakan oleh Dr. Silvester Tena pada sesi kedua.
Aplikasi digital koperasi yang akan diterapkan yakni pada sisi pengelola berbasis web portal dan berbasis mobile pada sisi anggota. Berbasis digital sangat membantu dan memudahkan Tim Pengelola yang bukan berlatar belakang ilmu akuntansi. Terkait akun dan alur pembukuan dapat dipelajari secara perlahan, namun untuk pelaporan sudah dibantu aplikasi.
Hari ini sebagai awal pelaksanaan kegiatan pengabdian dan akan berlanjut pada pendampingan teknis sampai KSP Batera menerapkan full digital.
Sementara itu, Pendiri dan sekaligus sebagai Ketua Pengawas KSP BATERA, Polikarpus Do, SS menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dukungan dari Universitas Nusa Cendana melalui kegiatan Pengabdian pada masyakarat.
Ia menuturkan bahwa saat ini pencatatan keuangan koperasi masih dilakukan secara manual, namun kami percaya bahwa atas dukungan Undana melalui Tim Pelaksana Pengabdian, KSP Batera akan berdampak lebih baik kedepan.
“Kami yakin bahwa dengan adanya sistem pembukuan berbasis digital akan sangat membantu dalam efisiensi kerja dan meningkatkan kepercayaan anggota,” ujar Polikarpus.
Yang menghadiri kegiatan ini adalah unsur pengurus dan pengawas yang masih membutuhkan motivasi dan bimbingan agar dapat mengelola KSP Batera dengan baik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan koperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur, serta menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi dan penerapan standar akuntansi yang baik. (*)












