Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Remaja

OPINI, RANAKANEWS.com- Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa.Pada masa ini terjadi banyak sekali perubahan yang terlihat remaja mengalami gejolak emosi karena perubahan berat dan tinggi badan yang berpengaruh juga terhadap perkembangan psikisnya. Masa ini merupakan masa sulit bagi remaja sehingga memerlukan pengendalian diri yang kuat ketika berada disekolah, didalam rumah, dilingkungan masyarakat. Dalam keadaan ini, remaja membutuhkan orang dewasa untuk mengarahkan dirinya. Untuk itu, agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif, maka diperlukan karakter bagi remaja masa kini.

Pendidikan karakter salah satu pendidikan yang membawa etika para remaja untuk melakukan suatu tindakan dalam hal-hal yang positif. Para remaja juga membutuhkan orang dewasa untuk membimbing karakter para remaja untuk selalu membuat perkembangan karakter yang positif para remaja. Dengan demikian pendidikan karakter sangat penting bagi remaja karena remaja pada dasarnya adalah generasi penerus bangsa. Melalui pendidikan juga remaja juga akan memahami, memperhatikan serta melakukan nilai-nilai etika yang inti, sebagai orang dewasa juga harus mengambil ahli untuk membuat karakter remaja berkembang karena pendidikan karakter pada dasarnya adalah memotifasikan para remaja untuk selalu membuat karakter mereka lebih baik. Saat ini persoalan karakter remaja di Indonesia menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan karakter remaja di berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi, masalah karakter remaja yang dibicarakan itu adalah pendidikan (Wahidin,2017:256)

Usia remaja adalah usia yang sangat cukup berpengaruh terhadap perkembangan masa depan, dimana pada usia remaja kita harus hati-hati dalam memilih pergaulan dan pendidikan, Jangan sampai usia remaja kita dibuang begitu saja tanpa kita gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat seperti menyiapkan diri kita untuk masa depan kita nantinya. Karena dari itu sangatlah penting mengajarkan sebuah karakter kepada anak dari saat ini,guna untuk mencegah terjadinya hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Salah satu hal yang bermanfaat dalam usia remaja adalah dengan mengikuti kegiatan pendidikan karakter, dimana pendidikan karakter ini dapat membentuk para remaja kedalam keahlian khusus maupun bakat yang ada pada diri seorang remaja, sehingga kelak jika mereka dewasa akan memiliki keahlian maupun karakter yang dapat bermanfaat untuk kehidupan mereka.
Karakter dimaknai sebagai cara berfikir dan berprilaku yang khas dari tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara individu yang berkarakter baik adalah individu yang dapat membuat keputusan dan siap mempertangungjawabkan setiap akibat dari keputusannya.Karakter adalah perilaku yang tampak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bersikap maupun dalam bertindak.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2008) karakter merupakan sikap-sikap kejiwaan,akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang yang lain. Pendidikan karakter memiliki tujuan utama yaitu menolong anak-anak muda menjadi cerdas serta membantu mereka untuk berkelakuan baik.

Kemendiknas (2010) menyatakan bahwa karakter adalah sifat, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil perpaduan sebagai kebaikan yang diyakini dan digunakan sebagai pedoman untuk cara pandang. Sedangkan pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya, sebagai anggota masyarakat dan warganegara yang memiliki sikap agamis, nilai dan sikap nasionalis, nilai produktif dan nilai kreatif. Adapun menurut John W.Santrock, carakter education adalah pendidikan yang dilakukan dengan metode langsung kepada peserta didik untuk menumbuhkan nilai moral dan memberikan pembinaan kepada murid mengenai pengetahuan ( Fadilah dkk,2021:02).

Boring, Langfeld dan Weld dalam Mappiare (1982:42) pertumbuhan dan perkembangan yaitu “kematangan” disebut “matang” jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkat-tingkat tertentu.Misalnya apabila organ-organ seks telah tumbuh dan sikap, perasaan dan pemikiran telah berkembang dalam arti telah ada ketertarikan dengan lawan jenis maka itu akan berfungsi sendiri (Shilphy dan Octavia,2020:02).

Seperti kita ketahui bahwa proses globalisasi secara terus menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan lainya sebagainya. Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada beberapa alasan mengapa character education harus diberikan kepada warga negara sejak dini, yaitu:
• Ini adalah cara paling baik untuk memastikan para murid memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya.
• Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak didik
• Sebagian anak tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya ditempat lain.
• Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup didalam masyarakat yang majemuk
• Sebagai upaya dalam mengatasi akar masalah moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah, dan lain-lain.
• Merupakan cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja/usaha.
• Sebagai cara untuk mengajarkan nila-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.

Dari penjelasan tersebut kita menyadari bahwa pendidikan karakter sangat penting bagi setiap orang. Dengan pendidikan karakter ini, Maka para orang tua, dosen dan para guru sudah seharusnya menanamkan karakter yang baik kepada anak didiknya dan bisa menjadi panutan yang baik untuk anak didik.

Karakter adalah fondasi yang kokoh dalam membangun hubungan.Anak-anak kita akan menjadi lebih bahagia, lebih peduli, lebih memaafkan dan lebih bertanggung jawab karena mereka diajari untuk memikirkan kebutuhan orang lain.

Pendidikan karakter itu sangat diperlukan bagi kemajuan suatu bangsa khususnya bangsa Indonesia. Atas alasan itu, marilah kita mulai dari sekarang khusus bagi orang tua agar mengajarkan anak serta menanamkan nilai karakter yang baik kepada anak agar dia bisa menjadi makhluk yang berkualitas, bertanggung jawab serta berprilaku sesuai norma yang ada dimasyarakat dengan karakter yang dimilikinya itu.
Pendidikan karakter bukan saja dapat membuat seorang anak mempunyai akhlak yang mulia, tetapi juga dapat dapat meningkatkan keberhasilan akademiknya. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa ada kaitan era antara keberhasilan pendidikan karakter dengan keberhasilan akademik, serta perilaku pro-sosial anak, sehingga dapat membuat suasana sekolah dapat begitu menyenangkan dan kondusif untuk proses belajar-mengajar yang efektif. Anak-anak yang berkarakter baik adalah mereka yang mempunyai kematangan emosi dan spiritual tinggi, sehingga dapat mengelola stresnya dengan lebih baik, yang akhirnya dapat meningkatkan kesehatan fisiknya (wardiansyah, 2014:06).

Dari penjelasan di atas kita akan semakin sadar bahwa pendidikan karakter sangatlah penting apalagi untuk anak-anak zaman sekarang terlebih dengan kondisi jaman sekarang yang dimana para generasi penerus bangsa Indonesia mengalami penurunan karakter dan jati diri mereka dan seharusnya penerapan pendidikan karakter dapat dilakukan pada seluruh aspek kehidupan, Kepercayaan diri pada remaja berhubungan dengan perilaku negatif atau kenakalan yang ditimbulkan, akan mengakibatkan remaja sulit berinteraksi dan mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan yang dihadapinya. Hal ini dapat diasumsikan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri siswa semakin rendah tingkat kenakalan remaja begitu pula sebaliknya, jika semakin rendah percaya diri semakin tinggi tingkat kenakalan remaja.

Hurlock (1980) menyatakan bahwa seseorang memiliki percaya diri tinggi jika ia mampu membuat pernyataan-pernyataan positif mengenai dirinya, menghargai diri sendiri, serta mampu mengejar harapan-harapan yang kemungkinan membuatnya sukses (Fatchurahman, Pratikto 2012:79)

Tujuan Pendidikan Karakter
Tujuan pendidikan karakter menurut Mulyasa (2012,hlm. 9) adalah untuk mendorong peserta didik agar mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasikan serta mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Tujuan pendidikan karakter yaitu membentuk kepribadian manusia serta menciptakan masyarakat dan warga negara yang baik.

Adapun kriteria manusia yang baik secara umum adalah manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pendidikan karakter berpijak pada karakter dasar manusia yang bersumber dari nilai-nilai moral, agama serta budi pekerti.

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakat berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong royong. Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari agama, Pancasila, dan Budaya. Berikut dampak positif pendidikan karakter remaja
• Mengetahui bagaimana perilaku yang benar pada remaja
• Membuat seorang remaja menjadi lebih dewasa
• Menjadikan seseorang remaja bertanggung jawab/disiplin
• Membuat seorang remaja memiliki sifat dan watak yang baik

Nilai positif dalam pendidikan karakter remaja dapat membentuk remaja yang unggul. Remaja yang memiliki karakter yang kuat akan tumbuh sebagai remaja yang unggul dan dibanggakan karena sehat secara fisik, stabil dalam emosi, dan intelektualnya yang berkembang baik.

Berikut dampak negatife dari kurangnya pendidikan karakter remaja
• Menjadikan mereka sedikit manja
• Membuat mereka selalu bergantung pada orang lain dan tidak bertanggung jawab
• Menjadi diri mereka lebih sombong
• Kurang menghargai satu sama lain.

Peran orang tua dalam pendidikan karakter remaja
Untuk dapat melaksanakan upaya penyiapan remaja bagi harapan di masa depan tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua. Bahwa masalah terbesar pada remaja ialah kurangnya pengertian orang tua terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh para remaja. Orang tua seringkali membayangkan bahwa anaknya yang patuh dan penurut itu tiba-tiba menjadi keras kepala dan tidak mau mengindahkan perintah orang tua lagi, Orang tua sering memaksa anak mereka yang sudah remaja untuk menanggung segala tekanan dan perintah-perintah, walaupun remaja tersebut telah lebih tinggi badannya dari pada mereka. Banyak pula orang tua yang tidak mengerti perkembangan yang telah dilalui oleh anaknya pada masa remaja tersebut (Wahidin,2017:266).

Peran orang tua dalam hal ini memang sangatlah penting guna memperhatikan tumbuh kembang mereka dan dapat mengontrol langsung pergaulan mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Orang tua harus selalu memberikan contoh dan keteladanan bagi anak remajanya, baik perkataan, sikap, maupun perbuatan. Di usia remaja orang tua wajib mendampingi anaknya agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang bisa membawanya ke dalam pergaulan yang membawanya ke dalam kenakalan remaja/tindakan yang merugikan diri mereka sendiri.

Hayati, 2011:13 mengatakan bahwa sikap orang tua sangat membantu dalam mengembangkan potensi anak, diantaranya yakni menghargai opini anak serta mendorong anak untuk mengantarkannya, menyediakan kesempatan bagi anak-anak dalam melakukan perenungan, khayalan, berpikir serta memperbolehkan anak dalam pengambilan keputusan secara individu dan memberi stimulus padanya agar senantiasa banyak bertanya serta memberi penguatan pada anak bahwa sikap orang tua menghargai rasa ingin mencoba hal baru, dilaksanakan dan menghasilkan, menunjang dan mendorong kegiatan anak, menikmati keberadaannya bersama anak, memberi sanjungan yang sungguh-sungguh kepada anak, mendorong kemandirian anak dalam bekerja dan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan anak.

Yulianti, 2014 bentuk peran orang tua yang sebenarnya adalah bentuk peran guru di sekolah. Peran orang tua adalah menjadi orang tua yang memotivasi dalam segala hal, Motivasi dapat diberikan dengan cara yang meningkatkan kebutuhan sekolah dan dapat memberikan semangat dalam pujian atau penghargaan untuk prestasi anak. dalam hal ini peran orang tua adalah bimbingan dan memberikan motivasi kepada anak, agar anak tetap bersemangat dalam melakukan kegiatan di rumah. Pada dasarnya anak memiliki motivasi untuk melakukan suatu hal, apabila ia mendapatkan sebuah dorongan dari orang-orang terdekat seperti orang tua.

Kesimpulan
Pendidikan karakter pada remaja merupakan nilai yang diperlukan dalam mewujudkan kelangsungan hidup bangsa yang nantinya menjadi pijakan anak Indonesia sehingga berkembang menjadi pribadi yang berkualitas, memilih akhlak yang baik, jujur, tanggung jawab, hormat dan disiplin.

Pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan setiap diri remaja secara terus meneruskan melatih kemampuan diri demi menuju kearah yang lebih baik pendidikan karakter remaja sangatlah wajib diajarkan pada anak usia dini guna melatih diri mereka agar berguna untuk bangsa dan negara.

Oleh: Velisia Zita Isa, Mahasiswa Semester Dua, Prodi PGSD, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version