Peran Kader Posyandu sebagai Corong Dalam Program Percepatan Penuruan Stunting di Kota Kupang

Foto bersama saat pembukaan Pelatihan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Kupang Kemitraan Yayasan Cita Masyarakat Madani, ChildFund Internasional di Indonesia dan Dinkes Kota Kupang, berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (15/5/2024). (Dok: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Pelatihan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Kupang Kemitraan Yayasan Cita Masyarakat Madani, ChildFund Internasional di Indonesia dan Dinas Kesehatan Kota Kupang, berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu – Sabtu (15-18/ 2024).

“Kegiatan ini dalam rangka kolaborasi percepatan penanganan stunting di Kota Kupang. Kami ini lembaga lokal yang namanya Cita Madani, yang bermitra dengan  ChildFund  Internasional di Indonesia, terkait dengan kegiatan kolaborasi ini kami bermitra lagi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Karena wilayah yang akan diitervensi itu adalah di daerah kelurahan di Kota Kupang, ada tiga kelurahan yaitu kelurahan Liliba, Naimata dan Maulafa,” jelas Penanggung jawab Program, Erminolda Nuru disela-sela kegiatan Pelatihan Program Percepatan Penuruan Stunting di Kota Kupang pada Rabu (15/5/2024).

Ermin sapaan akrabnya menyebutkan, Peserta dari tiga kelurahan tadi yakni Keluhan Liliba, Naimata, dan Maulafa utusan masing-masing keluarahan 6 orang. Total semua yang hadir ada 18 orang kader posyandu.

“Targetnya, program yang kita kembangkan ini adalah bentuknya  usaha preventif, bukan penanganan. Jadi melalui pendidikan keterampilan pengetahuan ke orang tua melalui kader-kader posyandu yang mengikuti kegiatan ini. Berharap Mereka sebagai corong. Ini pelatihan kader yang mana nanti kader setelah dari sini mereka akan menfasilitasi kelompok di kelurahan, terkait dengan sesi-sesi  dalam hubungannya untuk bisa percepatan penurunan stunting,” tandas Ermin.

Yang diharapkan dari kegiatan ini lanjut Erna, “orang tua yang menjadi  enter poit, menjadi  target utama kita untuk mengikuti kegiatan sesi, itu nanti bisa menjadi corong lagi  kepada orang tua yang lain karena ini sangat terbatas pesertanya.

Berharap bahwa dari informasi yang disampaikan  oleh fasilitator ini bisa  sampai ke orang tua, dan bicara terkait  perubahan perilaku  ya artinya orang tua sudah bisa memahami  bahwa supaya  anak kita jangan stunting  apa yang harus  kita lakukan dimulai dari mana,” tegas Ermin. (RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version