WAIKABUBAK,RANAKANEWS.com – Sebanyak 197 kader Malaria desa dari 63 desa dan 11 Kelurahan yang ada di Kabupaten Sumba Barat hadir dan sukseskan Jambore Kader Juru Malaria tahun 2023 Senin(25/09/2023)di Halaman Kantor Bupati Sumba Barat Weekarau.
Ketua Panitia Octovianus Maure mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Sumba Barat,DPRD,Dinas Kesehatan, Pimpinan OPD Terkait, Rekan-rekan NGO,para Camat dan kepala Puskesmas se kabupaten Sumba Barat, dan rekan-rekan pendamping Kader malaria dan Para kader Malaria dari 63 desa dan 11 kelurahan.
Octovianus juga menjelaskan bahwa Perdhaki sudah melakukan intervensi program, melalui SSR PSPP Waikabubak sebagai lembaga implementor Perdhaki sejak bulan Maret tahun 2021 dengan membentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masayarakat serta membentuk kader Juru Malaria Desa, dan sampai saat ini Program Malaria Perdhaki sudah membentuk 8 Upaya kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), dan melatih 32 tenaga kesehatan puskesmas sebagai pendamping kader dan 195 Kader Juru Malaria Desa aktif yang tersebar di 63 desa dan 11 kelurahan di kabupaten Sumba Barat.
Sehingga di akhir tahun 2021 jumlah kasus malaria turun menjadi 2351 kasus positi,tren inipun terus berlanjut hingga akhir 2022 dengan 1903 kasus, bahkan samapai dengan september tahun 2023 kasus positif malaria di sumba barat masih dibawah 900an kasus.Program Malaria Perdhaki juga berupaya mendorong lahirnya gerakan bersama yang melibatkan berbagai seluruh lapisan masyarakat serta stakeholder dalam berbagai strategi percepatan eliminasi malaria,”ungkap Octovianus.
Oleh karena itu untuk menjaga kualitas pelaksanaan program dan mendapat dukungan semua pihak, maka perlu dilaksanakan Jambore Kader Malaria,sebagai bagian dari apresiasi program terhadap kinerja kader malaria di Sumba Barat. Jambore Kader Malaria juga diharapkan akan memberikan motivasi serta merefresh dan meningkatkan kemampuan para kader tentang malaria guna mendukung upaya-upaya percepatan eliminasi malaria di kabupaten Sumba Barat.
Dr Ary Hermawan selaku PM PR Perdhaki mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten sumba barat, yang telah mengijinkan serta mendukung terlaksananya Jambore Kader Malaria Sumba Barat dengan Tema dari Sumba Untuk Indonesia dan Dunia.
Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai kader malaria dalam wadah yang dibentuk dari dan oleh masyarakat seperti kader Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan kader Juru Malaria Desa (JMD) maka upaya penanggulangan malaria seperti upaya promotif, preventif (pencegahan), dan kuratif bisa dilakukan secara efektif di level komunitas, yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah KLB.
Di Sumba Barat ada sekitar 197 kader dan 32 nakes puskesmas yang dilatih sebagai kader dan pendamping kader malaria sejak tahun 2021,kinerja kader yang dilatih cukup baik dengan keberhasilan penurunan jumlah kasus malaria yang cukup signifikan serta jumlah pemeriksaan malaria pada tahun 2022 mecapai 78.345 dari total pemeriksaan kabupaten sebesar 116.894 pemeriksaan.
Sehingga jika dibandingkan dengan 3 kabupaten lain dampingan Perdhaki di daratan Sumba, makan kabupaten Sumba Barat dianggap adalah kabupaten yang paling siap untuk melksanakan Jambore.Dimana Jambore ini adalah sebagai wadah kampanye kader malaria untuk mengajak masyarakat berperilaku positif terhadap kesehatan, terutama tentang penyakit malaria.
dr Ary Hermawan juga berharap agar Jambore Kader Malaria akan memberikan motivasi serta merefresh dan meningkatkan kemampuan para kader tentang malaria guna mendukung upaya-upaya percepatan eliminasi malaria di kabupaten Sumba Barat.kampaye dan memperkenalkan kader malaria kepada seluruh masayarakat,”ungkap Ary.
Sekedar diketahui,Jambore Kader Malaria desa tahun 2023, merupakan kegiatan perdana yang digagas langsung oleh Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) dan bekerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Yermia Ndapa Doda,S.Sos mengatakan bahwa malaria merupakan geids? kematian dan kesakitan bayi, anak balita dan ibu hamil salah satu penyakit yang menjadi permasalahan I 1167sips serta dapat menurunkan produktivitas masyarakat. Bersadarkan Laporan Malaria Dunia Tahun 2022, Indonesia menyumbang proporsi tertinggi dari kasus yang dilaporkan di Wilayah Asia Tenggara. Kasus malaria ditemukan di Kabupaten/Kota endemis tinggi salah satunya tertinggi di Kabupaten Sumba Barat.
Hingga Agustus 2023 Sumba Barat masih endemis malaria dengan insiden 3 (tiga) kasus per 1000 penduduk. Meskipun demikian terjadi penurunan kasus yang signifikan dibandingkan Tahun 2022, yakni mencapai 75%. Penurunan kasus sebanyak ini baru terjadi tahun ini.Untuk itu,malaria merupakan masalahkesehatan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melleds2 nhb mencapai target Sumba Barat bebas malaria Tahun 2026.Terobosan yang dilakukan yakni adanya Gerakan Cemara (Cegah dan Basmi Malaria), Gencar Promosi Kesehaan dan maksimalisasi dukungan daerah sesuai Peraturan Bupati nomor 7 Tahun 2019 tentang Eliminasi Malaria.
Tentunya untuk mencapai target tersebut pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari berbagai pihak terutama masyarakat. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai kader malaria dalam wadah yang dibentuk dari dan oleh masyarakat seperti kader Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan kader Juru Malaria Desa (JMD) maka upaya penanggulangan malaria seperti upaya promotif, preventif, dan kuratif bisa MasM Dububnsa dilakukan secara efektif di level komunitas dapat sxilinglagay menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah KLB.
Yermia juga memberikan mengapresiasi kerja para kader yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik,SumbaBarat yang sebelumnya penemuan kasus tidak pernah dianggka 10%, namun setelah adanya kader meningkat menjadi 70an%.Sehingga Sumba Barat menerima penghargaan oleh Kementerian Kesehatan sebagai salah satu Kabupaten dengan angka pemeriksaan darah malaria tertinggi di Indonesia yaitu 78,90%,”ungkap Yermia.(yb/rn)
