KUPANG, RANAKANEWS.com – Suasana penuh kidmat dan kebersamaan mewarnai syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI). Dan HUT ke-75 WKRI DPD NTT serta launching buku Napak Tilas WKRI DPD NTT yang di gelar di aula Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, pada Sabtu (18/7/2026).
Mengusung tema “Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”, acara ini menjadi momentum bagi seluruh anggota untuk merefleksikan peran organisasi dalam masyarakat.
Acara syukuran HUT WKRI tersebut, dihadiri Uskup Agung Kupang, Mgr Hironimus Pakaenoni, Penasihat Rohani Romo Dus Duka, Plh. Sekda NTT, Yohanes Oktovianus, Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ellisah Pelt Tobing, Ketua Presidium WKRI DPD NTT Yosefina Seran Gheta, beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Masyarakat, Ketua dan anggota dari DPC WKRI se-Keuskupan Kupang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT, Insan Pers serta undangan lainnya.
Perayaan misa HUT ke-102 Wanita Katolik RI dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr.Hironimus Pakaenoni.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, disusul lantunan khidmat Mars Wanita Katolik.
Ketua Panitia, Christin Ragu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kerja keras seluruh tim sehingga perayaan hari jadi ke-102 ini dapat terlaksana dengan baik.
Dalam sambutan Kapres DPP WKRI, Elly Kusumawati Handoko melalui Ketua Presidium Dewan Pimpinan Derah (DPD) WKRI Provinsi NTT, Yosefina Seran Gheta, menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus dan anggota WKRI untuk terus memperkuat karya pelayanan yang konkret dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Mari kita hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai organisasi yang dikenal kuat organisasionalnya, tetapi sebagai organisasi yang dirasakan manfaatnya serta relevansinya untuk kehidupan masyarakat pada saat ini. Mari kita bangun kolaborasi dan sinergi dengan Gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat lainnya. Mari kita tingkatkan kualitas kaderisasi, memperluas ruang pemberdayaan perempuan, serta memperkuat gerakan perlindungan anak hingga ke akar rumput dengan tetap terus mencintai semesta bumi sebagai rumah kita bersama,” ajaknya.
Kepada generasi muda Katolik dan kader- kader organisasi, saya juga mengajak anda semua untuk mengambil bagian dalam estafet perjuangan ini.
WKRI membutuhkan semangat muda. Gagasan segar, dan tangan- tangan yang siap melayani demi masa depan organisasi.
Kepada seluruh anggota, marilah kita menjaga persatuan, merawat kebersamaan, dan melangkah bersama dalam mewujudkan satu visi yang sama, yakni dengan senantiasa menghadirkan kasih Kristus melalui karya
nyata.
Harapannya, semoga pada usia organisasi yang ke -102 tahun ini, WKRI semakin setia dalam pelayanan, semakin kuat dalam persaudaraan, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin menjadi berkat bagi Gereja serta Bangsa Indonesia.
Dirgahayu Wanita Katolik Republik Indonesia yang ke- 102 !. Terus melanjutkan langkah harapan, merawat Rahim Kehidupan, mewujudkan perempuan berdaya, dan memastikan anak- anak Indonesia terlindungi.
Lebih lanjut ia mengatakan, hari ini menjadi istimewa karena WKRI DPD NTT resmi meluncurkan buku “Tapak Wanita Katolik NTT” buku ini bukan sekadar deretan lembaran kertas, melainkan rekam jejak perjuanagan, pelayanan, doa dan dedikasi seluruh perempuan Katolik di tengah masyarakat NTT selama 75 tahun terakhir.
Peluncuran buku ini mengakar kuat pada tema besar HUT ke-102 kita: “Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”. Tema ini adalah panggilan jiwa bagi kita semua anggota WKRI. Melalui buku Tapak Wanita Katolik NTT ini, kita diajak melihat ke belakang untuk belajar, dan menatap ke depan untuk bertindak. Mari kita jadikan sejarah panjang 75 tahunWKRI NTT sebagai pemantik semangat untuk terus menjadi perempuan yang mandiri, berdaya dan menjadi pelindung yang tangguh bagi anak-anak kita.
“Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada tim penyusun, sesepuh, seluruh pengurus DPD maupun DPC, para donatur dan semua pihak yang telah bekerja keras hingga buku ini dapat diluncurkan hari ini. Mari kita terus melangkah bersama, bergandengan tangan, merawat rahim kehidupan demi masa depan NTT yang lebih baik. Selamat HUT ke-102 WKRI dan HUT ke-75 DPD NTT,” ucap Evie Seran.
Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni mengucapkan Dirgahayu ke-102 WKRI Nasional, ke-75 WKRI DPD NTT.
“Saya mengharapkan, kiranya WKRI khususnya WKRI DPD NTT untuk terus merawat kehidupan. Dan senantiasa berjuang untuk menjadi teladan dalam hal perlindungan terhadap anak- anak, memperjuangkan juga keadilan, dan juga bersama- sama pemerintah setempat dan juga Gereja kita berjuang untuk mengatasi kekerasan baik kekerasan domestik yang terjadi dalam rumah tangga juga kekerasan publik.
Dengan demikian maka kita sebagai WKRI memiliki kontribusi di dalam membangun bangsa dan negara kita. Itu satu harapan sesuai tema yang diusung untuk perayaan Ulang Tahun hari ini “Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”. Kiranya tema ini menjadi inspirasi untuk perjuangan dari kaum wanita ke depan, ” ujar Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni di sela- sela acara.
Sinergi Bersama Pemerintah
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang diwakili oleh Plh. Sekda NTT, Yohanes Oktovianus, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi dan kiprah Wanita Katolik Republik Indonesia.
Pemerintah Provinsi sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sinergi antara masyarakat, organisasi, pemerintah terjalin sangat baik. “Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar Wanita Katolik Republik Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, usia 102 tahun secara nasional dan 75 tahun di Nusa Tenggara Timur merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan keteguhan iman, semangat pelayanan, serta komitmen yang tidak pernah surut dalam mengapdi kepada gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia mengakui Wanita Katolik RI telah membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Kiprah organisasi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan kerohanian, tetapi juga menyentuh berbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pelayanan sosial kepada mereka yang membutuhkan.
“Ditengah berbagai tantangan pembangunan yang kita hadapi saat ini, Pemprov NTT membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan seperti Wanita Katolik RI. Semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang terus dipelihara oleh organisasi ini merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mempercepat pembangunan daerah,” ujarnya.
Pemprov NTT memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Wanita Katolik RI dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan. Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang tangguh, anak – anak yang sehat dan berpendidikan, serta masyarakat yang memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan seperti Wanita Katolik RI menjadi sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Napak Tilas Wanita Katolik RI
Pada kesempatan yang berharga ini, kita juga menyaksikan peluncuran buku ” Napak Tilas Wanita Katolik Republik Indonesia DPD NTT”.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya atas lahirnya buku ini. Sebuah organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu merawat ingatan kolektifnya. Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk melangkah ke masa depan. Melalui buku ini, perjalanan panjang pengabdian para pendahulu didokumentasikan sehingga dapat menjadi warisan keluarga bagi generasi penerus.
Saya berharap buku ini tidak hanya menjadi arsip organisasi tetapi juga menjadi sumber pembelajaran tentang nilai- nilai pengabdian, kepemimpinan, semangat voluntarisme, serta kecintaan kepada Gereja dan tanah air. Semoga kisah perjuangan para perempuan Katolik di NTT mampu menginspirasi semakin banyak perempuan untuk mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat,” harap Gubernur Melki.
Menurutnya, Pembangunan NTT tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang kuat, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, keluarga yang tangguh, perempuan yang berdaya, dan generasi muda yang berkarakter.
“Karena itu saya mengajak, Wanita Katolik RI untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kelurga- keluarga yang sehat, mendidik generasi muda yang berintegritas, memperkuat ekonomi keluarga, menjaga toleransi antarumat beragama, serta menjadi pelopor dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan penuh kasih.
Mari kita terus memperkuat sinergi antara pemerintah, Gereja, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, dunia usaha, dan seluruh komponen masyarakat demi mewujudkan NTT yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” harap Gubernur NTT, Melki Laka Lena.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo yang diwakili Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, menyampaikan selamat ulang tahun kepada Wanita Katolik RI.
Terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada WKRI, khususnya DPD NTT, yang selama puluhan tahun telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan, kehidupan sosial, dan pelayanan kemanusiaan di daerah ini.
Menurutnya, seratus dua tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Tujuh puluh lima tahun WKRI DPD NTT adalah sejarah panjang yang dibangun melalui kesetiaan, pengorbanan, dan semangat pelayanan.
Dibalik perjalanan panjang itu, ada begitu banyak perempuan hebat yang mungkin tidak selalu berada dipanggung utama, tetapi bekerja dengan hati yang tulus, mereka hadir di keluarga, Gereja, masyarakat dan berbagai ruang pelayanan dengan satu semangat: menjadi berkat bagi sesama.
Ada sebuah ungkapan yang mengatakan, “Apa yang kita lakukan untuk diri sendiri akan berlalu bersama kita, tetapi apa yang kita lakukan untuk orang lain akan menjadi warisan yang tetap hidup”.
“Hari ini WKRI menunjukkan bahwa pelayanan yang dilakukan dengan kasih tidak pernah hilang. Ia meninggalkan jejak, memberi inspirasi, dan menjadi warisan nilai bagi generasi berikutnya.
Karena itu, saya menyambut baik peluncuran buku Napak Tilas WKRI DPD NTT. Buku ini bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga kesaksian tentang perjuangan, keteladanan, dan pengabdian para perempuan Katolik yang telah memberikan warna bagi kehidupan masyarakat NTT.
Sejarah mengajarkan kita bahwa masa depan yang baik dibangun oleh mereka yang menghargai perjalanan masa lalu melalui buku ini, generasi muda dapat belajar bahwa perubahan besar sering kali lahir dari langkah- langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan konsistensi.
Pemerintah Kota Kupang percaya bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kota ini menjadi kuat karena dibangun oleh banyak tangan, banyak hati, dan banyak komunitas yang memiliki kepedulian yang sama. Dalam semangat mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan, kami menyadari bahwa kasih, kepedulian, dan pelayanan adalah fondasi utama. Nilai- nilai tersebut sangat dekat dengan semangat WKRI.
WKRI telah membuktikan bahwa perempuan bukan hanya bagian dari masyarakat, tetapi juga penggerak perubahan. Perempuan adalah pendidik pertama dalam keluarga, penjaga nilai, penguatan komunitas, dan mitra penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Ditengah perubahan zaman dan berbagai tantanganyang semakin kompleks, kita membutuhkan organisasi seperti WKRI yang terus menjaga nulai- nilai luhur, memperkuat keluarga, memperjuangkan kemanusiaan, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Perjalanan 102 tahun WKRI mengajarkan satu pesan penting: Pelayanan yang dilakukan dengan cinta mampu melampaui usia dan generasi. Seperti pesan sederhana yang sangat bermakna, “Kita tidak selalu dapat melakukan hal besar, tetapi kita dapat melakukan hal kecil dengan cinta yang besar”. Mari kita terus bergandengan tangan membangun Kota Kupang dan NTT yang lebih baik. Ketika pemerintah, Gereja, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen warga berjalan dalam semangat yang sama, maka banyak tantangan dapat kita hadapi bersama.
Akhirnya, sekali lagi saya mengucapkan:
Menutup sambutannya, Selamat HUT ke- 102 WKRI dan Selamat HUT ke- 75 WKRI DPD NTT. Semoga Tuhan senantiasa memberkati seluruh karya pelayanan WKRI.
Semoga buku Napak Tilas WKRI DPD NTT menjadi inspirasi, menjadi pengingat akan nilai perjuangan, dan menjadi warisan yang menghidupkan semangat pelayanan bagi generasi mendatang. Teruslah menjadi perempuan- perempuan yang menghadirkan kasih, menyalakan harapan, dan membawa perubahan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ny. Ellisah Pelt Tobing, menyampaikan Selamat HUT ke-102 WKRI, HUT ke-75 WKRI DPD NTT, dan launching buku Napak Tilas WKRI DPD NTT.
“Saya sangat bangga, karena telah mengundang kami dari DWP Kota Kupang untuk hadir di sini untuk memeriahkan HUT WKRI. Harapan saya, kiranya tetap semangat dan sukses. Kami tetap mendukung dari belakang dan kita tetap mendoakan agar WKRI selalu senantiasa ada di hati masyarakat terutama di mata Tuhan,” ungkapnya.
Ketua WKRI DPC Santa Familia Sikumana, Katarina Murdian menyampaikan terima kasih dan apresiasi untuk kehadiran para pengurus karena menjadi kebanggaan dan bentuk dukungan yang besar untuk memulai program kerja organisasi.
“Program kerja rutin yang dilakukan di antaranya rapat pleno, dan perayaan ekaristi atau ibadah bersama,” katanya seraya berharap dukungan penuh para pengurus dan anggota untuk ikut berjuang dalam meningkatkan dan memajukan organisasi. (TD)
