Perkembangan Nilai Tukar Petani NTT, September meningkat 0,31 Persen

KUPANG, RANAKANEWS.com- Nilai Tukar Petani  (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan September 2021 meningkat 0,31 persen, jika dibandingkan dengan periode bulan Agustus 2021.

“Nilai Tukar Petani bulan September 2021 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus dalam keterangan pers yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (1/9/2021).

“Pada bulan September, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 95,34 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 94,29 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 100,79 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 92,18 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 105,92 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 91,37 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

Sedangkan terjadi peningkatan 0,31 persen pada NTP September jika dibandingkan dengan NTP Agustus,” sebut Darwis.

Ia mengatakan, penurunan indeks harga ini  disebabkan oleh peningkatan harga terima pada bulan September jika dibandingkan dengan harga bulan sebelumnya.

“Peningkatan ini terjadi khususnya pada subsektor tanaman peternakan. Di daerah perdesaan terjadi deflasi khususnya pada komoditas konsumsi rumah tangga subkategori makanan, minuman dan tembakau,” pungkasnya. (MD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version