KUPANG, RANAKANEWS.com – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mau menyamakan program Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi sehingga ada kerja sama yang terelaborasi dalam setiap persoalan yang mau ditangani baik oleh KPPI maupun Tim Penggerak PKK Provinsi NTT. Karena sasaran kita kan sama; perempuan dan anak.
Hal ini disampaikan oleh Ketua KPPI NTT, Ana Waha Kolin, SH saat audiens dengan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, S.Si.,Apt di ruang rapat Kantor TP-PKK Provinsi NTT, pada Kamis (24/4/2025.
“Saya senang sekali karena di PKK tadi ranahnya di SMP dan SMA. KPPI ranahnya di Perguruan Tinggi (PT) dengan cara kita roadshow ke PT memberikan upaya-upaya pemahaman terhadap persoalan-persoalan kekerasan perempuan dan anak bagi para mahasiswa. Jadi mahasiswanya laki-laki dan perempuan karena kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak itu tidak datang dari perempuan, tetapi perempuan dan laki-laki. Saya bangga karena Ibu TP-PKK juga sudah memulai langkah yang baik dan cepat terkait dengan persoalan ini,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi ini.
Menurutnya ini bermula dari persoalan mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, “Ini membuka pintu untuk kita bisa melihat semua persoalan ini menjadi persoalan yang harus dieksekusi secara bersama, kerja sama dan sama-sama kerja,” ungkap Ana Waha Kolin.
Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pengarusutamaan hak anak (PUHA) merupakan aspek penting dan menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembangunan di NTT.
Hal ini kita wujudkan dengan terus mengupayakan implementasi pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak sebagai strategi dalam pembangunan.
Salah satu wujudnya yaitu terus mendorong partisipasi perempuan secara nyata dalam pembangunan, termasuk partisipasi pengambil keputusan baik di bidang politik maupun posisi–posisi pengambilan keputusan di pemerintah dan swasta.
Menanggapi hal itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, S.Si.,Apt mengatakan, kami sangat mengapresiasi dan bersyukur bahwa akhirnya KPPI kita bisa bertemu.
“Kami TP-PKK Provinsi selalu membuka ruang untuk kita bisa berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat terkhususnya lagi perempuan,” ujar Mindriyati Astiningsih Laka Lena yang akrab disapa Asty Laka Lena.
Menurutnya KPPI ini adalah wadah yang bagus sebenarnya untuk semua politisi perempuan untuk bisa bergabung, bersatu, kemudian menyuarakan isu tentang perempuan dan anak (keluarga).
“Jadi bagaimana menyerukan hal-hal dan isu-isu yang sama untuk dibawa ke partai masing –masing atau yang sudah menjadi anggota DPR, itu menjadi suara bersama yang disuarakan melalui legislatif ini dan kemudian ini nanti akhirnya pada pengambilan kebijakan dan juga politik anggaran. Menurutnya yang penting harus ada kesatuan dulu, menyamakan frekuensinya, menyamakan dulu isunya supaya menjadi tindakan bersama, seruan bersama di tempat masing-masing,” ujar Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi NTT Periode 2025-2030.
Harapannya KPPI bisa mengakomodir semua perwakilan partai politik yang ada baik yang kemarin sudah ikut di dalam Pilkada maupun yang belum, ini bisa menjadi representasi politisi perempuan di NTT. (TD)
