KUPANG, RANAKANEWS.com- Ajang Pesparani II tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nasional sebenarnya telah diselenggarakan tahun 2020 lalu. Namun terhambat pandemi Covid-19, sehingga ditunda hingga tahun 2022.
Pembukaan ajang Pesparani II Tingkat Provinsi dibuka oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Tingkat Nasional akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi, sementara penutupan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Pembina Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Prof. Dr. Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, M.Si.,M.Sc,Ph.D.,didampingi Ketua LP3KD NTT Fransiskus Salem,M.Si., Ketua Panitia Pesparani NTT Drs. Sinun Petrus Manuk, Wakil Ketua Lodovikus Lena, SH, Sekretaris Panitia Drs. Jack Kleden, dan dimoderatori oleh Drs. Abraham Maulaka, saat jumpa pers, di Aula Kantor FKUB Provinsi NTT, Rabu (27/7/2022).
Adrianus Sembiring mengatakan, untuk menyukseskan ajang Pesparani di NTT, pihaknya terus berusaha menghadirkan semua provinsi yang ada di Indonesia.
“Kami terus dorong semua provinsi bisa hadir, agar mencerminkan atau menghadirkan Indonesia mini di NTT, dari sisi para kontingen dari 34 provinsi itu.
Adrianus menjelaskan, konteks Pesparani II tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur akan dilakukan dengan menggunakan dua metode, yakni offline dan online, serta menyediakan sejumlah mata lomba yang akan dilombakan.
“Ada 13 mata lomba yang akan dilombakan. Lima diantaranya mata lomba paduan suara yang dilakukan dengan model recording. Sementara untuk paduan suara campuran, mazmur dan mata lomba lain dilakukan secara ofline di Kupang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adrianus menjelaskan terkait anggaran yang akan digunakan dalam ajang Pesparani II di Provinsi Nusa Tenggara Timur bersumber dari APBN, APBD dan sumber bantuan lainnya.
“Untuk anggaran, bisa bersumber dari APBN, APBD dan sumber lainnya. Dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini kira-kira Rp12,5 miliar,” katanya.
Sementara Ketua LP3KD NTT Frans Salem, M.Si menjelaskan, ajang Pesparani tingkat provinsi sebagai pemanasan kontingen NTT sebelum masuk ke Pesparani nasional, yang akan digelar bulan September nanti.
“Ini kita mencari calon yang mewakili Provinsi NTT ke tingkat nasional. Karena juaranya yang akan diikut sertakan ke tingkat nasional,” terang Frans Salem.
Ajang Pesparani tingkat Provinsi NTT juga dijadikan momen melakukan uji coba perlombaan fenyu-fenyu, karena mata lomba tersebut akan dipakai atau dilombakan pada tingkat nasional nanti.
“Jadi kalau masih ada kekurangan, kita masih punya waktu untuk menyempurnakan. Agar pada tingkat nasional nanti kita sudah lebih mantap lagi,” terangnya .
Selama kegiatan Pesparani, kata Frans Salem, pihaknya akan menyediakan fasilitas bagi para kontingen, mulai dari penginapan, konsumsi, termasuk transportasi lokal dari hotel ke lokasi kegiatan.
“Selama kegiatan di Kota Kupang, semuanya ditanggung oleh panitia. Tentu termasuk penginapan, makan minum dan transportasi. Itu artinya NTT siap selenggarakan even Pesparani,” jelasnya.
Ketua Pesparani NTT, Drs. Piter Manuk, pada kesempatan yang sama menjelaskan, dengan mengusung tagline “Dari NTT untuk Nusantara,”pihaknya cukup siap untuk menggelar Pesparani tingkat provinsi maupun nasional.
“Kalau mau tanya Pesparani, kami sudah cukup siap untuk menggelar event ini, baik tingkat provinsi maupun nasional. Dan Pesparani provinsi kali ini lengkap diikuti 22 kabupaten/kota di NTT,” jelas Piter Manuk.
Ia menjelaskan, pihaknya memiliki tekad besar, bahwa Pesparani tingkat provinsi menjadi sebuah gladi, untuk menuju Pesparani tingkat nasional bulan September mendatang.
“Sehingga segala kekurangan, baik secara fisik maupun mekanisme lomba akan disempurnakan sebelum mengikuti lomba tingkat nasional. Karena Pesparani nasional yang sukses akan mendatangkan nama baik dan kehormatan NTT,” katanya. (TD)












