KUPANG, RANAKANEWS.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, kemajuan ekonomi tdak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi inovasi dan nilai tambah. Karena itu, melalui Dasa Cita Kedua, Pemerintah Provinsi NTT menempatkan generasi muda dan perempuan sebagai penggerak kreativitas, kewirausahaan, dan ekonomi lokal.
Hal ini ditegaskan Gubernur Melki Laka Lena saat menyampaikan Pidato Pembangunan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Fernandez Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Sabtu 15 Agustus 2026.
Acara menyampaikan Pidato Pembangunan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTT Johny Asadoma, Ketua DPRD NTT Emy Nomleni, sejumlah Anggota DPRD NTT serta para pejabat lingkup Pemprov NTT dan undangan lainnya.
Dalam pidatonya, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, strategi pengembangan ekonomi kreatif difokuskan pada pemanfaatan potensi lokal dan kekayaan budaya yang tersebar pada 16 subsektor, dengan tiga subsektor unggulan yaitu kriya, kuliner, dan fesyen. Hingga tahun 2025, jumlah pelaku ekonomi kreatif yang terdata mencapai 10.820 orang, mencakup 7.781 pelaku kriya, 2.385 pelaku kuliner, dan 305 pelaku fesyen.
Sektor ini memberikan kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp1,181 miliar pada tahun 2025. Perlindungan produk lokal diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perlindungan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Ekonomi Kreatif serta Ekspresi Budaya Tradisional.
“Sebanyak 263 produk telah memperoleh fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hingga tahun 2024, dilanjutkan dengan fasilitasi 20 produk pada tahun 2025, serta target 100 produk dan layanan konsultasi HKI bagi 20 pelaku usaha pada tahun 2026,” kata Gubernur Melki.
Peningkatan kapasitas SDM, menurut Gubernur Melki, terus digencarkan secara masif. Di Kabupaten Rote Ndao, pelatihan menyasar pelaku UMKM di Desa Lelikoen untuk produk gula semut dan Desa Oetefu untuk produk tenteng kacang lena.
Melalui Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, realisasi pelatihan berhasil menjangkau 1.845 peserta dari target awal 1.360 orang, serta melahirkan 30 pemandu wisata atau local champion di setiap kabupaten.
Program OVOP di desa wisata turut mencetak 270 wirausaha baru di Kabupaten Kupang, Ende, Rote Ndao, Sumba Barat Daya, Alor, dan Flores Timur dengan produk unggulan seperti kopi, bumbu kering, cabai, rempah-rempah, kacang mete, granola, abon ikan, jagung titi, dan kemiri.
Perluasan pasar dilakukan melalui ANTIKFest (Anak NTT Kreatif), di mana gelaran ANTIKFest Kota Kupang pada 16-17 Mei 2025 yang melibatkan 830 pelaku UMKM mencatatkan dampak ekonomi langsung sebesar Rp567 juta terdiri dari transaksi penyelenggara dan mitra swasta Rp313 juta serta penjualan UMKM Rp254 juta-sebelum dilanjutkan ke Sumba Timur dan Ngada. Langkah ini disempumakan dengan persiapan Festival NTT Bertenun pada tahun 2026.
Dikatakan Gubernur Melki, pemberdayaan generasi muda sebagai inovator dan pemimpin masa depan dilaksanakan secara terintegrasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga. Pada dimensi pengembangan wawasan nasional, tahun 2024 mencatat keterlibatan dua pemuda dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), dua pemuda dalam Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP), dan dua pemuda dalam Pekan Kreativitas Pemuda.
Komitmen tersebut dilanjutkan pada tahun 2025 dengan mengirimkan satu peserta PPAN, dua peserta PPAP, dan dua peserta Pekan Kreativitas Pemuda, yang diteruskan pada tahun 2026 melalui verifikasi dan penyaluran bantuan kelompok wirausaha muda.
Dari sisi penguatan permodalan dan keterampilan, kata Gubernur Melki, tahun 2024 mencatat penyaluran bantuan modal usaha POKIR sebesar Rp5,97 miliar kepada 597 kelompok wirausaha muda. Pelatihan kreativitas di bidang kriya, desain grafis advertising, menjahit dan desain fesyen, kuliner, hingga keterampilan las telah dikult oleh 658 peserta dari 12 kabupatenkota: yaitu Alor, Flores Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, Sunka Barat Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Timer Tengah Utara, Malaka, Rote Ndao, dan Kota Kupang yang menghasilkan pembentukan 70 kelompok usaha pemuda dengan stimulus modal masing-masing Rp10 juta.
Program Inkubator Bisnis dialokasikan sebesar Rp3,1 miller pada tahun 2025 bagi 200 penerima manfaat di Timer Tengah Selatan, Ende Manggarai Barat, dan Sumba Barat Daya, lalu diperluas pada tahun 2020 dengan anggaran Rp3,8 miliar menyasar 450 penerima manfaat di 11 kabupaten/kota (Sabu Raijua, Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Manggarai, Rote Ndao, Sumba Barat, Sumba Timur, Timer Tengah Utara, dan Kola Kupang), yang per Juli 2026 telah memasuki tahap pelatihan di Kota Kupang.
Program Youth Campaign juga mengalami kenaikan alokasi dari Rp823.933.576 bagi 118 penerima manfaat di Ende, Sumba Timur, dan Kota Kupang pada tahun 2025 menjadi Rp1,6 miliar bagi 240 penerima manfaat pada tahun 2026 di Flores Timur, Malaka, Manggarai Barat, Nagekeo, Timor Tengah Selatan, dan Kota Kupang, dengan pelaksanaan per Juli 2026 di Timor Tengah Selatan.
Selanjutnya Gubernur Melki mengatakan, pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender dijalankan secara inklusif melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Inovasi GEMA KELOR (Gerakan Bersama Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan) yang diluncurkan pada tahun 2025 diperluas pada tahun 2026 sebagai model kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, media, dunia usaha, dan perguruan tinggi melalui sosialisasi, advokasi, hingga KIE.
Bimbingan teknis pemberdayaan ekonomi perempuan dan milenial di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada tahun 2025 dilanjutkan pada tahun 2026 melalui intervensi perangkat daerah di Desa Oeniko (Manggarai Timur) dan Desa Golo Rengket (Kabupaten Kupang).
Bantuan spesifik UPTD PPA bagi perempuan korban kekerasan juga meningkat dari 18 korban dengan bantuan tunai Rp250.000 per orang pada tahun 2024 menjadi 20 korban dengan bantuan tunai Rp500.000 per orang beserta paket sembako beras, telur, gula, susu, dan abon pada tahun 2025, yang terus dilanjutkan pendataannya pada tahun 2026.
Atas kinerja tersebut, instansi meraih predikat Terbaik Kategori Informatif pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2025, Sertifikasi ISO 9001:2015, serta kelulusan inovasi “DP3AP2KB Goes to School” dalam Top 10 KOIN-YANLIK Provinsi NTT Tahun 2025.
Penguatan ekonomi pesisir melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengintegrasikan peran milenial dan perempuan melalui program OVOP dan OCOP berbasis Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) sejak tahun 2025.
Pelatihan pengolahan perikanan diberikan kepada 40 kelompok di 10 kabupaten/kota, mencakup Kota Kupang (8 kelompok), Kabupaten Kupang (5 kelompok), Timor Tengah Selatan (5 kelompok). Timor Tengah Utara (4 kelompok), Belu (3 kelompok), Malaka (3 kelompok), Manggarai Timur (3 kelompok), Sumba Barat Daya (3 kelompok), Flores Timur (3 kelompok), dan Alor (3 kelompok). Setiap kelompok didukung sarana produksi berupa chest freezer 300 liter tipe PCF 317, mesin vakum otomatis tipe DZ-290A Powerpack, dan plastik vakum ukuran 17 x 25 sentimeter.
Pada tahun 2026, Program Prioritas Pemberdayaan Masyarakat dilaksanakan di tiga desa di Belu, Malaka, dan Flores Timur, dengan bantuan freezer 100 liter, hand sealer, spinner, plastik kemasan, bahan baku ikan, stempel, serta label produk. Hilirisasi rumput laut turut didorong melalui optimalisasi Pabrik RKN di Tablolong (Kabupaten Kupang) dan PT Astil (Sumba Timur). serta pengoperasian kembali pabrik di Sabu Raijua dan Pulau Semau.
Seluruh dinamika kewirausahaan lokal mendapat penguatan kelembagaan dari Dinas Koperasi melalui keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai wadah inklusif pengolahan potensi lokal dan pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini dikolaborasikan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melalui program berbasis Corporate Social Responsibility (CSR).
Pada tahun 2025, fokus kegiatan diarahkan pada pelatihan pengolahan abon ikan, bakso ikan, dan nugget pisang yang diintegrasikan dengan intervensi stunting. Pada tahun 2026, jangkauan program diperluas ke pelatihan hilirisasi di Gereja Sancta Familia Sikumana, pemberdayaan masyarakat Desa Lendola di Alor melalui pengolahan kenari dan kolang-kaling disertai bantuan 44 paket kompor gas dan 8 Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pemberdayaan Desa Molie di Sabu Raijua melalui pelatihan tenun ikat, pengolahan kacang hijau dan jagung, bantuan alat tenun dan benang, serta penerbitan 18 NIB.
“Inilah semangat Dasa Cita Kedua, “Milenial dan Perempuan, Motor Kreativitas Lokal.” Kita tidak sekadar memberikan pelatihan dan bantuan, tetapi membangun ekosistem yang menghubungkan kreativitas, keterampilan, usaha, kelembagaan, dan pasar, sehingga milenial dan perempuan menjadi pelaku utama dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, melestarikan budaya, dan meningkatkan daya saing NTT,” tegas Gubernur Melki.
Untuk diketahui, Dasa Cita Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki Laka Lena – Johni Asadoma meliputi,
– Dari Ladang dan Laut ke Pasar (Efisien, Modern, dan Aman): Membangun rantai pasok dan hilirisasi produk pertanian, perkebunan, peternakan, serta kelautan dengan teknologi.
– Milenial dan Perempuan Motor Kreativitas Lokal: Memberdayakan anak muda dan perempuan dalam pengembangan ekonomi kreatif.
– Jalan, Air, Listrik, dan Rumah Layak Huni: Mempercepat penyediaan infrastruktur dasar yang merata bagi masyarakat.
– Sejahtera Bersama (Jaminan Sosial): Memperkuat perlindungan sosial bagi warga miskin, pekerja rentan, dan penyandang disabilitas.
– Wisata NTT Penggerak Ekonomi Lokal: Mengembangkan ekowisata, geopark, dan budaya berbasis komunitas.
– Posyandu Tangguh: Menjadikan posyandu sebagai pusat layanan kesehatan dasar dan pemberantasan stunting. – Sekolah Vokasi Unggulan: Menyiapkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan potensi daerah. – Pendapatan Daerah Naik: Mengoptimalkan pendapatan asli daerah demi peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan ASN.
– NTT Digital: Memperluas infrastruktur jaringan internet agar komunikasi dan akses digital merata.
– Tata Kelola Pemerintahan Bersih dan Kolaboratif: Memastikan birokrasi berjalan transparan, akuntabel, dan bersinergi dengan pusat maupun masyarakat.
Pembacaan Pidato Pembangunan Gubernur NTT dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ini dilakukan secara bergantian oleh Gubernur Melki Laka dan dilanjutkan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Diawali oleh Gubernur Melki dan dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma.
Pada kesempatan ini Gubernur Melki mengucapkan Selamat Merayakan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Namun Gubernur Melki juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk membantu para korban bencana Gempa Bumi di Pulau Flores. Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 telah terjadi di Pulau Flores dengan pusat gempa berada di wilayah perairan Kabupaten Nagekeo. (RN)













