WAIBAKUL, RANAKANEWS.com- Setelah mengalami penundaan beberapa bulan, akhirnya pada Rabu (17/11/2021) pelaksanaan Apel atau Upacara kembali dilakukan. Penundaan tersebut, diakibatkan wabah Pandemi Covid-19 yang melanda sejak bulan Maret 2020.
Upacara dilaksanakan karena melihat kondisi Sumba Tengah yang sudah memasuki zona hijau kasus Covid-19. Meskipun sudah zona hijau Protokol Kesehatan (Prokes) tidak diabaikan namun tetap diberlakukan selama upacara berlangsung.
Upacara kesadaran dipimpin langsung oleh Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Sumba Tengah yang dihadiri dan diikuti oleh Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, para Staf Ahli, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Pejabat Eselon III, Pejabat Eselon IV dan Staf serta Tenaga Kontrak lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah.
Dalam amanatnya Bupati menyampaikan berbagai capaian dan prestasi yang diraih oleh Kabupaten Sumba Tengah selama pandemi Covid-19 berlangsung diantaranya :
- Kabupaten Sumba Tengah berhasil meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2020 untuk pertama kalinya sejak 12 tahun mekar. Ini merupakan kerja keras dari semua pihak mulai dari Sekda hingga pimpinan OPD.
- Kabupaten Sumba Tengah juga meraih juara I (Satu) Nasional dan menerima penghargaan dari BKKBN tentang pelayanan KB sejuta akseptor.
- Pengolahan lahan food estate agar dipercepat penyelesaian olah lahan sawah harus terselesaikan di bulan Desember mengingat waktu terus berjalan sehingga tidak ada lahan yang tidak terolah.
- Dibutuhkan kerja keras untuk menyelesaikan target pengolahan lahan food estate hingga akhir bulan Desember mencapai 70-80 persen dan sisanya harus selesai pertengahan bulan Januari tahun depan (2022)
- Para Asisten harus saling berkoordinasi dengan para Bapak/Ibu Asuh dan para Penyuluh untuk mengintensifkan dalam mengawal dan memantau serta melaporkan progress pengerjaan pengolahan lahan setiap saat.
- Ada 35 unit traktor besar bantuan Presiden Jokowi melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang saat ini sedang dikerahkan untuk mengolah lahan yang telah dimulai pada awal bulan November.
- Harus dibuatkan kalender kerja kaitan pengolahan lahan food estate dan harus benar-benar diikuti dan diimplementasikan dilapangan.
- Mengoptimalkan pemanfatan dan penggunaan Alsintan yang ada secara baik dan benar agar semua lahan dapat terolah.
- Kasus stunting sudah turun menjadi 9%, per bulan Agustus 2021, ini merupakan kerja keras semua pihak bukan saja paramedis dan diharapkan pada tahun depan bisa turun hingga 5%. Untuk itu dibutuhkan terus kerja keras dengan para Bapak/Ibu asuh, Kepala Desa, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama di semua desa untuk bisa menurunkan kasus stunting di Sumba Tengah, mengingat Kabupaten Sumba Tengah tercatat sebagai daerah penyumbang stunting tertinggi di NTT pada tahun 2020 lalu.
- Ditargetkan pada tahun 2024 sesuai instruksi Presiden kasus stunting sudah 0 (Nol) atau tidak terdapat kasus.
- Menurut hasil BPS kaitan pertumbuhan ekonomi di NTT, Kabupaten Sumba Tengah telah berkontribusi melalui hortikultura dan mendapat apresiasi dari Provinsi NTT.
- Diharapkan hortikultura terus didorong agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat sehingga menolong para petani dan masyarakat untuk keluar dari kemiskinan.
- Pimpinan Perangkat Daerah agar melaporkan capaian dan progress hasil pelaksanaan program dan kegiatan berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan layanan kemasyarakatan.
- Kedisiplinan merupakan harga mati dan tidak ada tawar menawar, dan dalam beberapa waktu kedepan akan ada pemberhetian dan pemecatan beberapa ASN dan Tenaga Kontrak yang tidak disiplin.
Demikian beberapa hal yang disampaikan oleh Bupati sembari menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN dan Tenaga Kontrak yang hadir mengikuti Upacara dan berharap pada Apel atau Upacara selanjutnya agar terus dilaksanakan dan Pimpinan Perangkat Daerah harus menginformasikan kepada staf masing-masing untuk mengikuti Apel atau Upacara tiap hari Senin dan Rabu setiap minggunya. (YB/T)