Pj.Doris Rihi Mantapkan Kesiapan Posko Erupsi Lewotobi di Boru-Nobo & Serahkan Masker Bantuan Gubernur NTT

Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si bersama Sekda Flotim Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si, Asisten I Setda Flotim l, Plt.Kasatlak BPBD Flotim, Ketua Posko Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Abdul Razak Djakra,SH, Camat Ile Bura Petrus Tukan meninjau kali jalur banjir di Desa Dulipali, Rabu (27/12/2023) sore: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si bersama Sekda Flotim Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si, Asisten I Setda Flotim l, Plt.Kasatlak BPBD Flotim, Ketua Posko Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Abdul Razak Djakra,SH, Camat Ile Bura Petrus Tukan meninjau kali jalur banjir di Desa Dulipali, Rabu (27/12/2023) sore: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, terus memantapkan kesiapan Pos Komando (Posko) penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi di dua titik yakni di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang dan Desa Nobo Kecamatan Ile Bura, ditengah aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terus terjadi, hingga Rabu, 27 Desember 2023 dan Kamis 28 Desember 2023.

Seperti halnya, pada Rabu (27/12/2023) Siang, Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si turun langsung ke Posko bersama Sekretaris Daerah Flotim Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si, Asisten I Setda Flotim, yang juga Plt.Kasatlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim, yang juga Ketua Posko Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi, Abdul Razak Djakra,S.H. memantapkan seluruh kesiapan di kedua Posko tersebut.

Termasuk memastikan warga terdampak selamat jika sewaktu-waktu bisa terjadi ancaman awan panas, lahar hingga banjir.

Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si didampingi Sekda Flotim Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si dan sejumlah Pejabat Pemda Flotim sedang tinjau kesiapan Posko Bencana Erupsi Gunung Lewotobi di Boru, dan membagikan Masker bantuan Gubernur NTT kepada Camat Ile Bura Petrus Tukan dan Camat Wulanggitang Fredy Moat Aeng, Rabu (27/12/2023) siang: Foto (OLA/Ranakanews.com)

“Iyah, sampai hari ini Pemerintah Kabupaten Flotim terus memberikan perhatian yang sangat serius terhadap warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

Saya minta seluruh kebutuhan di Posko, baik di Boru Wulanggitang dan Nobo Ile Bura, harus dipersiapkan dari sekarang dengan maksimal.

Termasuk memperhitungkan jika terjadi ancaman awan panas.

Saya minta jalur laut juga dipersiapkan dengan matang,”tegas Penjabat Bupati Doris Rihi saat meninjau kesiapan Posko Boru dan Nobo, Rabu,(27/12/2023) siang.

Pada kesempatan ini, Penjabat Bupati Doris Rihi juga menyerahkan 4 500 Masker KF 99 kepada Camat Wulanggitang Drs.Fredy Moat Aeng dan Camat Ile Bura Petrus Pehang Tukan,SE untuk dibagikan kepada warga terdampak erupsi.

Penjabat Bupati Doris Rihi juga menghimbau warga agar tetap tenang, tidak usah cemas dan panik.

Namun tetap waspada, mengikuti arahan dan himbauan dari Kantor Pusat Vulkanologi dan Badan Mitigasi Bencana Geologi, melalui Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Pululera.

“Tentunya, semua pihak juga diminta tetap terus berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar menjauhkan bencana erupsi ini dan Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali normal.

Camat juga diminta terus memberikan himbauan dan informasi yang benar kepada warga melalui Kepala Desa, agar tidak menimbulkan kecemasan yang berlebihan di masyarakat,”ujarnya, mengingatkan.

Sementara itu, Ketua Satgas Posko Bencana Erupsi Gunung Lewotobi, Abdul Razak Djakra menjelaskan, wilayah terdampak erupsi untuk saat ini, di Kecamatan Wulanggitang yakni: Desa Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawakote, Hewa dan Pantai Oa.

Sedangkan Kecamatan Ile Bura adalah: Desa Dulipali, Nobo dan Nurabelen.

“Terus dipantau wilayah terdampak.
Masker bantuan Bapak Gubernur NTT yang hingga saat ini sudah 11 ribu buah juga sudah terdistribusikan.

Jalur evakuasi, kendaraan transportasi darat dan laut juga sudah dikoordinasikan.

Termasuk meminta tambahan armada Perahu Karet milik Basarnas Maumere agar bisa membantu evakuasi warga melalui jalur laut di wilayah Ile Bura,”beber Abdul Razak Djakra, optimis.

Ia juga menjelaskan, hingga saat ini belum ada warga terdampak seperti di Desa Dulipali, Klatanlo dan Hokeng Jaya yang dievakuasi keluar daerah.

“Syukurlah, sampai kini belum ada warga yang dievakuasi keluar.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pun, tekanan lebih rendah hari ini ketimbang hari pertama, Sabtu (24/12/2023) pagi.

Kita berdoa dan berharap, intensitasnya makin melemah kedepannya,”pungkasnya.
Usai meninjau kesiapan Posko di Boru, Penjabat Bupati Doris Rihi, Sekda Pedo Maran, Ketua Posko yang juga Plt.Kasatlak BPBD Flotim Abdul Razak Djakra, Kadis Sosial Ben Herin, Kadisperindag Siprianus Ritan, Sekretaris Kasat Pol PP Flotim Julian Mitak, Camat Wulanggitang Fredy Moat, Camat Ile Bura Petrus Tukan, Kapolsek Wulanggitang IPDA.I.Nyoman Karwadi dan Anggota Posko meninjau titik jalur banjir yang sudah digenangi lumpur di Desa Dulipali, agar bisa diantisipasi ancaman erupsi bagi warga kedepan.

Kemudian, dilanjutkan ke Posko Ile Bura di Desa Nobo, sebelum kembali ke Larantuka pukul 17.00 WITA.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Herman Yoseph membenarkan, Rabu,(27/12/2023) pukul 07.00 WITA, telah terjadi 2 kali erupsi, dengan tinggi kolom 1000 meter, dengan data terekam di Seismogram amplitudo maksimum 37 mm, dengan durasi 4 menit, 28 detik, condong ke arah Barat Laut.

Status Gunung Lewotobi Laki-Laki tetap pada level II Waspada.

Warga dihimbau tidak mendekati titik erupsi sejauh 2 Km, guna hindari ancaman gas beracun.

Juga tetap bermasker. Tetap tenang dan jangan panik, walau terus waspada.

Pantauan langsung Wartawan dari titik jalan Trans Maumere-Larantuka, hingga Rabu,(27/12/2023) siang, terlihat jelas titik erupsi di bagian lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki, dengan munculnya asap putih yang terus keluar pada 3 titik lubang bentukan baru. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version